BudidayaKita

Budidaya Hewan dan Tanaman

foto budidaya buah naga dalam pot

via pinterest.com

Meraih Keberuntungan Dari Budidaya Buah Naga

September 30, 2016

Anda ingin beruntung? Budidaya buah naga saja. Keberuntungan yang dibawa buah ini tidak hanya mitos, tetapi memang nyata bagi para petani yang menanamnya.

Bagaimana tidak? permintaan buah naga semakin lama semakin tinggi. Bahkan kekurangan pasokan di dalam negeri baru bisa tertutupi dengan dilakukannya impor.

Artinya, kebutuhan pasar masih jauh lebih tinggi dari kemampuan petani memenuhinya.

Karena itu, mempelajari berbagai jenis buah naga dan cara budidayanya pasti akan membawa banyak keberuntungan.

Manfaat Buah Naga Merah Untuk Kesehatan

manfaat buah naga merah untuk kesehatan

via bayanmall.org

Pada bagian pertama ini, kita akan membahas dulu manfaat buah naga untuk kesehatan, terutama buah naga merah. Kenapa? Karena manfaat-manfaat inilah yang membuat buah naga merah semakin banyak diburu. Memang, buah ini sangat bermanfaat bagi kesehatan orang dewasa, orang tua, anak-anak, balita, bahkan bayi.

Naga merah kaya nutrisi seperti vitamin, mineral dan antioksidan. Kandungan gulanya pun lebih rendah dari kebanyakan buah lainnya.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini manfaat buah naga merah untuk kesehatan:

  1. Mencegah Kanker
  2. Pernah mendengar khasiat Buah Merah untuk kanker? Atau pemanfaatan kulit anggur ungu untuk kanker? Nah, buah naga merah yang juga memiliki warna serupa mempunyai khasiat yang sama untuk mencegah maupun menghambat penyebaran penyakit mematikan ini.

    Memang, warna merah tersebut berasal dari nutrisi alami yang dapat menghentikan reaksi berantai dari sel-sel kanker. Selain itu, buah naga juga dapat mencegah reaksi yang diakibatkan oleh senyawa radikal bebas. Bahkan, buah naga merah juga kaya akan vitamin C, salah satu jenis antioksidan yang cukup kuat.

  3. Untuk Kesehatan Jantung
  4. Selain kanker, penyakit lainnya yang banyak menyebabkan kematian adalah jantung. Siapa yang mau menderita penyakit-penyakit ini? Tentu tidak ada, kan? Karena itu, kita harus rajin-rajin mengkonsumsi buah naga merah. Dalam buah ini terkandung phytochemical captin yang biasanya digunakan dokter untuk pengobatan penyakit jantung.

    Nah, kalau kita mengkonsumsi buah naga, maka zat tersebut dapat diperoleh secara alami. Tidak hanya untuk pengobatan, tetapi juga untuk memelihara kesehatan jantung. Selain itu, buah naga juga mampu menghilangkan kolesterol jahat penyebab serangan jantung.

  5. Mencegah dan Mengatasi Diabetes
  6. Memang, penderita diabetes harus berhati-hati dalam mengkonsumsi buah yang kandungan gulanya tinggi. Tetapi tidak demikian halnya dengan buah naga terutama naga merah. Kandungan gula buah ini relatif rendah, sehingga aman bagi penderita diabetes.

    Selain itu, buah ini juga ternyata mampu mengontrol jumlah atau kadar gula dalam darah. Sedangkan vitamin B3 yang banyak terdapat dalam buah naga juga mampu mencegah bahkan membantu para penderita diabetes, baik itu tipe 1 maupun tipe 2.

  7. Untuk Kesehatan Tulang
  8. Ternyata, tidak hanya susu yang baik untuk kesehatan tulang. Buah naga juga. Dalam buah ini terkandung beberapa mineral yang sangat dibutuhkan tulang. Yaitu kalsium dan juga zat besi.

    Tiap 400 gram atau 1 buah naga, bisa mencukupi 4% kebutuhan harian kalsium kita. Kalau zat besinya, bahkan lebih banyak yaitu 32%. Zat besi tersebut tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tulang, tetapi juga untuk berbagai proses metabolisme tubuh dan pembentukan sel darah merah.

  9. Memelihara Kesehatan Mata
  10. Selama ini, kita hanya tahu kalau beta-karoten yang sangat baik untuk kesehatan mata berasal dari wortel. Padahal, buah naga merah juga kaya akan senyawa ini. Jadi, jika kita bosan makan wortel, maka buah naga merah menjadi alternatif makanan yang sangat baik untuk kesehatan mata.

    Apalagi untuk anak dan balita. Biasanya, mereka sangat sulit kalau disuruh makan sayur. Padahal, kebutuhan mereka akan beta-karoten cukup tinggi. Jika demikian, beri saja buah naga yang rasanya lezat. Pasti mereka akan suka memakannya.

  11. Membantu Program Diet
  12. Benarkah buah naga bisa digunakan dalam program diet? Tentu saja. Hal ini karena buah naga rendah kalori, kaya serat dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan selama program diet. Karbohidrat dalam buah ini juga sangat rendah, hanya 3% dari kebutuhan harian kita.

    Serat yang terkandung dapat memperlancar pencernaan, membuat perut lebih cepat kenyang, sekaligus membantu proses penyerapan nutrisi dari makanan. Jadi saat diet, walaupun kita mengurangi porsi makan dan asupan kalori, tetapi kebutuhan nutrisi tubuh tetap terpenuhi.

Selain buahnya, biji buah naga merah juga sangat bermanfaat. Biji-biji ini mengandung banyak asam lemak yang essensial yang biasanya ditemukan dalam minyak ikan serta biji-bijian. Anak-anak dan orang tua akan sangat membutuhkan minyak essensial ini.

Untuk dapat mengkonsumsinya, jangan langsung memakan biji buah naga, ya. Tapi blender dulu hingga hancur. Dengan begitu, tubuh akan lebih mudah menyerap minyak essensial yang sangat bermanfaat tersebut.

Syarat Tumbuh Dari Tanaman Buah Naga

syarat tumbuh dari tanaman buah naga

via backyardfruit.com

Dari mana asalnya buah naga? Kalau Anda menjawab Meksiko, maka Anda benar. Ya, buah naga memang berasal dari Meksiko di Benua Amerika. Tanaman ini merupakan jenis kaktus. Karenanya, buah naga lebih cocok di tanam di dataran rendah.

Ketinggian daratan serta kondisi lingkungan yang sesuai akan membuat buah naga tumbuh dengan lebih baik dan sehat. Buahnya pun akan lebih lebat serta lebih lezat. Kondisi-kondisi tersebut merupakan syarat tumbuh dari tanaman buah naga.

Apa saja syarat tumbuh tersebut? Ini dia infonya:

  1. Curah Hujan
  2. Syarat tumbuh yang pertama adalah curah hujan. Buah naga akan tumbuh dan berbuah dengan baik pada daerah yang memiliki curah hujan 60 mm perbulan atau 720 mm pertahun.

    Untuk curah hujan yang lebih tinggi hingga 1.300 mm pertahun, masih bisa ditolerir. Tetapi hujan yang deras serta berkepanjangan bisa jadi menggenangi tanaman ini. Akibatnya, pembusukan akar pun menyerang. Jika pembusukan tersebut merambat hingga ke pangkal batang, maka tanaman bisa mati.

  3. Sinar Matahari
  4. Bagaimana dengan sinar matahari? Seperti tanaman kaktus lainnya, buah naga membutuhkan intensitas dari sinar matahari yang cukup besar. Intensitas tersebut berkisar antara 70 hingga 80 %. Cahaya matahari ini sangat diperlukan untuk pertumbuhan maupun pembuahannya.

    Karena itu, penanaman buah naga sebaiknya dilakukan di lahan tanpa adanya naungan, agar cahaya matahari bisa langsung menyinari. Selain itu, diperlukan juga sirkulasi udara yang baik. Sehingga ruang terbuka menjadi pilihan paling ideal untuk budidaya buah naga.

  5. Ketinggian dan Suhu Udara
  6. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, buah naga dapat tumbuh dengan lebih optimal jika ditanam di daerah dataran rendah, tepatnya yang memiliki ketinggian 0-350 mdpl.

    Lalu, kalau ingin menanam buah naga di dataran tinggi bagaimana? Tidak usah khawatir, karena ada jenis buah naga, yaitu Selenicereus megalanthus yang bisa ditanam di daerah dengan ketinggian lebih dari 800 mdpl.

    Untuk suhu, tanaman ini idealnya ditanam di daerah yang memiliki suhu 26 hingga 360C. Kelembaban terbaik adalah 70 hingga 90 %.

  7. Media Tanam
  8. Berikutnya kita akan membahas media tanam atau kondisi tanah yang paling ideal bagi pertumbuhan buah naga. Seperti yang kita tahu, buah naga tidak suka jika tergenang air. Karena itu, lahan kebun harus memiliki drainase dan aerasi yang baik.

    Bagaimana dengan derajat keasamannya? PH 6,5 hingga 7 adalah derajat keasaman tanah yang dibutuhkan untuk pertumbuhan buah naga. Cukup netral, sih. Selain itu, perhatikan juga kondisi dari nutrisi tanah. Kalsium merupakan nutrisi yang wajib ada dalam jumlah yang cukup.

Kondisi Indonesia yang disinari matahari sepanjang tahun tentu sangat sesuai untuk pertumbuhan buah naga. Karena itu, budidaya tanaman ini semakin banyak terutama untuk jenis Hylocereus undatus yang memiliki kulit berwarna merah dengan daging buah yang putih.

Yang perlu menjadi perhatian adalah curah hujan di beberapa daerah yang bisa jadi terlalu tinggi saat musim penghujan. Tapi Anda jangan khawatir, dengan drainase yang baik, tanaman buah naga tetap bisa tumbuh dengan optimal.

Cara Menanam Buah Naga Dalam Pot

cara menanam buah naga dalam pot

via pinterest.com

Budidaya buah naga bisa dilakukan di lahan kebun ataupun dalam pot. Jika kita memilih menanamnya di pot, maka ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh. Pertama, penanaman buah naga dalam pot akan memungkinkan drainase menjadi lebih baik.

Masih ingat kan, bagaimana tanaman buah naga sangat tidak suka terendam air? Keuntungan lainnya adalah kebutuhan akan unsur hara dan mineral dapat dicukupi dengan optimal serta efisien. Tanaman buah dalam pot akan mengurangi pemborosan pupuk dibandingkan dengan yang ditanam di kebun.

Apa hanya itu saja keuntungan budidaya buah naga dalam pot? Tidak juga. Ada beberapa keuntungan lainnya, yaitu penanggulangan hama serta penyakit tanaman yang menjadi lebih mudah. Pembungaan dan pembuahan pun akan dapat diatur sesuai dengan keinginan.

Yang terakhir, menanam buah naga dalam pot akan sangat menghemat lahan. Sistem budidaya seperti ini dapat dilakukan di halaman rumah yang tidak terlalu luas.

Lalu, bagaimana cara menanam buah naga dalam pot? Begini caranya:

  1. Persiapan Pot dan Media Tanam
  2. Baiklah, kita akan mulai menanam buah naga dengan mempersiapkan pot dan media tanamnya terlebih dahulu. Pot yang akan digunakan untuk menanam bisa dari bahan tanah liat, plastik, semen, bahkan drum bekas.

    Banyak petani yang menggunakan drum bekas karena harganya yang lebih murah. Tetapi pot terbaik yang bisa Anda pilih adalah pot dari tanah liat. Bahan ini akan membantu memberikan suhu yang ideal untuk proses pembungaan. Untuk ukurannya, diameter pot-pot tersebut minimal adalah 40 cm.

    Media tanam yang akan dimasukkan ke dalam pot merupakan campuran dari tanah, pasir, kompos dan pupuk kandang. Perbandingan bahan-bahan ini adalah 1 : 2 : 1 : 3.

    Jika kondisi tanah terlalu asam, untuk menetralkannya gunakan kapur pertanian atau dolomit yang dicampurkan ke dalam media tanam. Setelah semuanya tercampur rata, siram dengan air hingga benar-benar jenuh. Lalu, biarkan dulu media ini selama 24 jam sebelum mulai ditanami.

  3. Tiang Panjatan
  4. Ada hal penting yang tidak boleh dilewatkan jika hendak menanam buah naga. Yaitu tiang panjatan. Jika tiang ini tidak disiapkan, maka buah naga yang mulai tumbuh besar bisa roboh. Dengan adanya tiang ini, maka akar-akar udara tanaman buah naga akan melilit tiang dan cabang-cabang produksi yang mulai berat juga akan tertopang.

    Dengan begitu, tanaman menjadi tidak mudah goyah apalagi rubuh. Karena fungsinya sangat penting, maka tiang ini harus terbuat dari bahan yang kokoh, seperti besi atau balok kayu.

    Sekarang, kita akan memasang tiang panjatan tersebut. Tiang dengan diameter 8-10 cm dan tinggi 150-200 cm akan kita pasang dengan diberi kaki-kaki penguat. Ingat, umur buah naga bisa mencapai beberapa puluh tahun, sehingga tiang ini harus benar-benar kuat.

    Jika terbuat dari besi, kita bisa mengecor bagian yang dipendam. Dengan demikian resiko berkarat menjadi berkurang. Satu lagi yang harus ada pada bagian atas tiang adalah piringan berbentuk stir mobil. Fungsinya adalah sebagai penyangga dari cabang-cabang produksi.

  5. Penanaman Bibit
  6. Kalau media tanam dan tiang panjatan sudah siap, maka waktunya bibit untuk ditanam. Pilih bibit terbaik, yaitu berukuran minimal 8 cm, keras dan berasal dari batang yang tua. Batang ini harus berwarna hijau tua agak abu-abu.

    Pilihlah yang bebas penyakit dengan panjang 30 cm. Bibit pilihan ini kemudian kita tanam di dekat tiang panjatan sedalam 10 cm saja. Penanaman yang terlalu dalam dapat membuat pertumbuhannya kurang bagus. Jangan lupa untuk menekan-nekan media tanam. Lalu, sirami bibit dengan air.

  7. Pemeliharaan Tanaman
  8. Tugas kita selanjutnya adalah merawat tanaman. Apa saja yang harus dilakukan? Yang pasti adalah penyiraman. Lakukan dengan rutin terutama saat musim kemarau. Selanjutnya adalah pemangkasan. Buang tangkai-tangkai yang tidak perlu dan sisakan tangkai yang produktif.

    Jangan lupa mengikat batang ke tiang panjat menggunakan tali. Tetapi jangan terlalu kuat, agar tidak melukai batang. Untuk pupuk, Anda bisa memberikan pupuk lanjutan berupa pupuk kandang dan kompos. Pupuk kimia juga bisa digunakan, tetapi jangan pupuk urea yang bisa membuat batang menjadi busuk.

Dengan perawatan yang baik, kita bisa memanen buah naga pada bulan ke-10. Buah yang matang memiliki warna merah mengkilap tanpa warna hijau lagi. Jumbai buah pun telah kemerahan dengan mahkota buah yang mengecil serta pangkal buah yang menguncup atau keriput.

Dari satu tanaman bisa diperoleh 1 kg buah. Sedangkan dari 1 hektar lahan dengan jumlah tanaman 1600 buah bisa diperoleh 6 hingga 7 ton buah. Tetapi ada juga budidaya buah naga yang bisa menghasilkan 50 ton buah untuk tiap hektarnya. Wow…

Cara Menyambung Buah Naga Kuning

cara menyambung buah naga kuning

via daleysfruit.com.au

Jika buah naga putih atau merah sudah banyak dibudidayakan, ada baiknya Anda melirik buah naga kuning. Buah naga yang satu ini bisa dibilang masih langka. Kita tidak akan mudah menemukannya apalagi di pasar-pasar tradisional. Jika menemukannya di pasar modern, harganya pun masih selangit.

Di Jakarta harga buah naga kuning bisa mencapai Rp. 100.000. Walaupun begitu, konsumen buah naga kuning juga banyak. Menurut mereka, buah ini lebih manis dari buah naga jenis lain. Kandungan nutrisinya pun dipercaya lebih tinggi.

Cara budidaya buah naga kuning sebenarnya tidak jauh beda dengan buah naga lainnya. Tetapi bibitnya masih jarang sehingga sulit ditemukan.

Kendala lainnya adalah pertumbuhan tanaman ini dinilai lebih lambat. Paling cepat 2 tahun baru berbuah. Perakarannya juga sedikit dan batangnya yang kecil. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut bisa dilakukan teknik penyambungan dengan menggunakan jenis buah naga lainnya seperti naga merah.

Adapun teknik menyambung tersebut adalah:

  1. Persiapan Tanaman
  2. Jadi, yang harus dipersiapkan di sini adalah batang buah naga kuning dan tanaman buah naga lainnya yang mempunyai ukuran batang lebih besar.

    Jenis yang disarankan adalah buah naga merah. Batang pohon naga merah ini diambil yang sudah cukup umur dan banyak akarnya. Dengan begitu, kemungkinan hidupnya akan lebih besar. Batang naga merah ini nantinya akan berada di bagian bawah, sedangkan batang pohon naga kuningnya berada di bagian atas.

  3. Proses Penyambungan
  4. Proses penyambungan bisa dilakukan dengan dua macam potongan. Pilihan yang pertama adalah potongan dengan bentuk huruf L.

    Caranya dengan memotong batang yang akan diletakkan di atas maupun bawah dengan bentuk seperti huruf L, lalu sambungkan. Bentuk huruf V juga bisa digunakan, dengan cara membuat potongan V pada batang yang diletakkan dibagian atas. Sedangkan batang yang berada dibagian bawah cukup dibelah saja, lalu sambungkan.

    Kemudian ikat kedua batang yang sudah menempel tersebut dengan tali raffia. Tujuannya agar sambungan menempel lebih sempurna.

  5. Penanaman
  6. Mudah bukan, cara penyambungan tersebut? Nah, jika sudah disambungkan, maka Anda bisa menanamnya dalam sebuah polybag yang memiliki ukuran diameter 15 cm. Selama 2 minggu hingga 1 bulan, tanaman tersebut sebaiknya diletakkan di tempat teduh atau di bawah naungan. Jangan langsung meletakkannya di kebun yang panas.

    Jangan lupa juga untuk membersihkan duri yang terdapat pada batang bawah. Semua duri tersebut harus dibersihkan agar pertumbuhan bagian tunas terfokus pada tunas dibagian batang atas atau pada buah naga kuning.

Dengan penyambungan ini, maka buah naga akan berbuah dengan lebih cepat. Jika biasanya naga ini berbuah pada umur 2 tahun, maka dengan teknik ini bisa berbuah pada umur 9 bulan saja. Untuk menyiasati buah naga kuning yang ukurannya kecil, dilakukan teknik pembibitan yang menghasilkan buah naga kuning berukuran jumbo.

Frankfurt, Jerman menjadi tempat ditemukannya buah yang banyak diminati orang ini. Sedangkan di Indonesia, bibit buah naga kuning jumbo masih sangat sulit peroleh.

Analisa Bisnis Usaha Budidaya Buah Naga

analisa bisnis usaha budidaya buah naga

via produceclerks.com

Apakah informasi mengenai budidaya buah naga di atas sudah cukup lengkap? Sebelum kita tutup artikel ini, ada satu pembahasan lagi yang tidak kalah pentingnya yaitu mengenai analisa usaha.

Ada 2 poin yang menjadi catatan dalam perhitungan analisa ini.

Yang pertama, buah naga merupakan tanaman yang bisa berbuah selama bertahun-tahun, jadi modal awal yang dikeluarkan di tahun pertama juga akan digunakan pada tahun-tahun berikutnya. Yang kedua, kita akan melakukan perhitungan untuk budidaya buah naga merah di kebun.

Pada tahun pertama, kita akan mengeluarkan modal untuk pembelian bibit, kapur pertanian dan pembuatan tiang panjatan yang tidak dikeluarkan lagi pada tahun-tahun berikutnya. Biayanya adalah Rp. 12.060.000. Untuk biaya lain seperti sewa lahan, pupuk, pestisida dan tenaga kerja diperkirakan sebesar Rp. 11.254.000.

Biaya ini akan sama dengan biaya pada tahun kedua dan ketiga. Sehingga selama tiga tahun pertama kita membutuhkan biaya sebesar Rp. 47.822.000.

Berikutnya, kita hitung pendapatan selama 3 tahun dengan asumsi harga jual di tingkat petani Rp. 14.000. Jika di tahun pertama panen menghasilkan 1.800 kg, tahun kedua 2.500 kg dan tahun ketiga 3.700 kg, maka total penghasilan kita Rp. 112.000.000. Jadi, selama 3 tahun keuntungan bersihnya Rp. 64.178.000.

Ini baru tahun ketiga, tahun-tahun berikutnya keuntungan tentu akan semakin besar karena biaya produksinya semakin kecil. Dengan semakin besarnya pendapatan, maka keberuntungan dari budidaya buah naga juga akan semakin besar.

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 BudidayaKitaContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service