BudidayaKita

Budidaya Hewan dan Tanaman

foto budidaya ikan nila

via pinterest.com

Panduan Budidaya Ikan Nila Secara Lengkap untuk Pemula

September 17, 2016

Budidaya ikan nila sangat mudah untuk dilakukan, bahkan untuk Anda yang pemula. Ikan nila terkenal sebagai ikan yang sangat mudah berkembangbiak dan juga mudah beradaptasi. Tidak hanya itu, ikan nila juga merupakan ikan pemakan segalanya. Oleh sebab itu, ikan nila dapat dibudidayakan dengan mudah oleh siapa saja.

Ikan nila memiliki sifat yang mirip dengan ikan mujair, keduanya termasuk ikan yang mudah dibudidayakan. Jika di alam bebas, ikan nila dapat ditemukan di perairan air tawar seperti waduk, danau dan juga rawa.

Walaupun ikan nila termasuk ikan omnivora atau pemakan segalanya, pakan yang disukainya yaitu plankton. Selain itu, ikan nila juga menyukai tumbuhan air dan juga berbagai hewan air yang lainnya. Sementara jika pakan buatan, maka sebaiknya beri pakan yang mengandung protein sekitar 25 persen saja.

Untuk Anda yang tertarik dengan budidaya ikan nila, Anda dapat mencobanya sekarang juga. Biaya pakan untuk usaha ini relatif terjangkau dan murah, tidak seperti ikan lele apalagi ikan mas. Kedua ikan tersebut membutuhkan pakan dengan kandungan protein yang tinggi mencapai 45 persen.

Budidaya Ikan Nila Merah

foto budidaya ikan nila merah

via phys.org

Ikan nila merah merupakan salah satu jenis ikan nila, budidaya ikan ini juga merupakan bisnis yang menjanjikan. Anda dapat mencoba memulai bisnis ikan nila ini dengan modal yang tidak terlalu besar. Mulailah dari lingkungan tempat Anda tinggal, buat kolam yang tepat dan lakukan perawatan yang tepat.

Jika kolam dan pakannya diurus dengan baik, ikan nila yang Anda budidaya tentunya dapat tumbuh subur. Anda dapat menjual ikan nila yang sudah Anda budidayakan tersebut dan meraup keuntungan yang tidak sedikit.

Ikan nila banyak disukai karena rasa dagingnya yang enak serta mengandung gizi yang bermanfaat. Bahkan ikan nila dipercaya mampu meningkatkan kecerdasan jika dikonsumsi secara teratur. Untuk budidaya ikan nila merah sendiri tidak sulit, namun tidak jarang yang gagal karena beberapa faktor.

Faktor yang paling berpengaruh adalah pembuatan kolam yang kurang tepat. Umumnya para pemula yang sering mengalami kegagalan karena kurang maksimal dalam menyiapkan usaha yang satu ini. Sebenarnya jika persiapan kolam dan pemilihan bibitnya tepat, risiko kegagalan dapat Anda minimalisir.

Pakan Alternatif Ikan Nila Sebagai Tambahan Dari Bahan Alami

foto pakan alternatif alami ikan nila agar cepat besar

via blogs.biomedcentral.com

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ikan nila merupakan ikan omnivora. Ketika masih benih, ikan nila sangat suka memakan plankton ataupun jasad mikro yang ada di dasar kolam. Akan tetapi makanan tersebut tentu tidak cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan ikan nila.

Untuk itu, diperlukannya pakan tambahan, tentu saja pakan yang kaya akan protein. Para peternak ikan nila saat ini sudah banyak memberikan kuning telur sebagai pakan tambahan untuk pembenihan ikan nila. Pemberian kuning telur tidak hanya demi memberi pakan yang bergizi tetapi juga untuk menekan biaya pembelian pakan.

Pasalnya, beberapa jenis pakan ikan saat ini memang dijual dengan harga yang tinggi, terutama pakan yang berkualitas. Pakan utama untuk ikan nila yang sudah berumur 4 bulan lebih biasanya yaitu pelet. Pemberian pelet ini memang sulit untuk dilepaskan karena memang merupakan pakan utamanya.

Namun sebaiknya Anda juga memberikan pakan tambahan agar ikan nila yang Anda budidayakan dapat berkembang baik dan tumbuh subur. Pemberian pelet sendiri biasanya dilakukan 3 kali sehari untuk budidaya ikan nila.

Berikut ini ada beberapa pakan alternatif atau pakan tambahan yang dapat Anda berikan untuk ikan nila yang Anda budidayakan:

  1. Ampas Kelapa
  2. Pakan ikan nila yang satu ini merupakan limbah rumah tangga yang mengandung gizi dan juga protein yang cukup tinggi. Untuk pemberiannya, Anda dapat langsung memberikan ampas kelapa secara langsung. Atau Anda juga dapat melakukan fermentasi terlebih dahulu sebelum dijadikan sebagai pakan ikan nila.

  3. Limbah Sayuran
  4. Selain ampas kelapa, limbah sayuran juga dapat Anda jadikan sebagai pakan tambahan atau pakan alternatif untuk ikan nila. Pemberian limbah sayuran merupakan cara yang paling efektif bagi Anda yang ingin menekan biaya perawatan ikan nila.

    Bagaimana tidak? setiap rumah tangga pastinya memiliki limbah sayuran. Daripada dibuang, limbah sayuran tersebut dapat diberikan kepada ikan nila hingga 20 persen sebagai pakan yang bergizi.

  5. Limbah Roti
  6. Limbah rumah tangga selain limbah sayuran yaitu limbah roti. Namun limbah roti tidak sebanyak limbah sayuran, lebih sulit untuk menemukannya. Roti yang sudah basi dapat menjadi pakan alternatif untuk ikan nila.

  7. Azzola
  8. Pakan ikan nila yang satu ini merupakan tumbuhan paku air yang berasal dari suku Azzollaceae. Tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan yang mengapung, kaya akan nutrisi sehingga baik untuk pertumbuhan ikan nila. Yang tidak kalah penting, pemberian pakan yang satu ini untuk ikan nila dapat menekan biaya pembelian pakan.

    Kandungan gizi yang ada pada pakan ini yaitu lemak, protein dan juga karbohidrat. Protein yang ada pada pakan ini mencapai 33 persen, merupakan kandungan yang paling banyak.

Pemberian pakan-pakan alternatif tersebut sangat penting untuk dilakukan demi menunjang keberhasilan bisnis budidaya ikan nila. Tujuan utama Anda adalah untuk menekan biaya pembelian pakan agar modal yang dikeluarkan dapat diminimalisir.

Namun yang tidak kalah penting, pakan tersebut merupakan pakan yang mengandung nutrisi. Dengan kata lain, pemberian pakan tersebut dapat membantu meningkatkan produksi hasil budidaya ikan nila. Sehingga Anda sebagai peternak ikan nila dapat mengantongi keuntungan yang lebih besar atau lebih banyak. Dengan biaya produksi yang rendah, Anda tetap dapat menghasilkan ikan nila super yang berkualitas.

Pemberian pakan untuk ikan nila tidak dapat disamakan begitu saja, harus dilihat dari kebutuhannya. Ketika masih benih dan ketika sudah dewasa, kebutuhan pakannya tentu berbeda-beda. Untuk itu, berilah pakan sesuai dengan kebutuhannya, semakin besar ikannya maka semakin banyak pakan yang harus diberikan.

Pemberian pakan untuk ikan nila dapat dilakukan 3 sampai 4 kali dalam sehari. Jika diberikan 3 kali sehari maka pemberian pakan yang pertama dapat dilakukan mulai dari jam 12 malam sampai jam 9 pagi. Sementara pemberian pakan berikutnya yaitu berkisar antara jam 4 sampai jam 5 sore.

Kemudian untuk pemberian pakan yang terakhir yaitu di malam hari, yaitu antara jam 8 malam sampai jam 10 malam. Untuk jumlah pakan yang harus diberikan sendiri sebenarnya tidak ada ukuran bakunya. Akan tetapi untuk perkiraan saja, ikan nila dapat diberi pakan setidaknya 5 persen dari berat tubuhnya.

Ikan nila dapat tumbuh subur dan dapat berkembangbiak dengan baik dengan perawatan yang tepat. Salah satu faktor pendukungnya yaitu pemberian pakan yang tepat dan banyak. Semakin banyak pakan yang diberikan, ikan nila dapat tumbuh semakin cepat.

Namun bukan berarti Anda dapat memberikan pakan untuk ikan nila secara berlebihan. Jika Anda memberinya pakan yang berlebihan, bukan keuntungan yang akan Anda peroleh tetapi kerugian.

Jika Anda memberikan pakan secara berlebihan pada ikan nila yang Anda budidayakan maka air kolamnya akan mudah keruh. Akibatnya Anda harus menguras kolam berulang kali agar ikan nila yang Anda budidayakan tidak mudah mati. Memelihara ikan memang tidak hanya berhubungan dengan pakannya saja tetapi perhatikan kondisi kolamnya juga.

Pengontrolan Budidaya Ikan Nila

foto budidaya ikan nila di kolam beton

via fao.org

Untuk usaha budidaya ikan nila baik untuk pembenihan atau pembesaran, keduanya memerlukan rencana yang matang. Kedua usaha tersebut perlu dilakukannya pengontrolan apakah usaha tersebut sesuai dengan rencana yang ditentukan.

Bagaimana dengan perkembangannya, apakah ada masalah dan kendala atau tidak? Semua tersebut perlu dikontrol agar Anda sebagai peternak ikan nila tidak mengalami kerugian.

Jika terdapat masalah atau kendala tentunya Anda harus mengatasi masalah tersebut dengan tepat. Baik menyangkut ikan, air, pakan ataupun kolamnya, semua harus diatasi dengan tepat.

Kesuksesan tidak hanya diperoleh bagi mereka yang sudah lama berkecimpung dalam usaha ini. Anda sebagai pemula juga dapat meraup keuntungan besar jika Anda mengerjakan usaha ini dengan sungguh-sungguh dan ulet. Jangan pernah mengharapkan keuntungan besar jika Anda tidak melakukan pengontrolan terhadap usaha Anda yang satu ini.

Jika pemberian pakan kurang, airnya kotor dan kolamnya bocor maka tidak ada alasan bagi Anda untuk mendapatkan keuntungan dari bisnis yang satu ini. Bisnis budidaya ikan nila sebenarnya mudah, namun jangan terlalu menyepelekannya jika Anda ingin mendapatkan keuntungan yang besar.

Pembuatan dan Perawatan Kolam Ikan Nila

foto pembuatan dan perawatan kolam ikan nila

via fishconsult.org

Pembuatan kolam untuk ikan nila dapat dilakukan dengan berbagai macam ukuran. Begitu juga modelnya, Anda dapat memilih model kolam yang Anda sukai. Sementara untuk lokasinya, pastikan Anda menggunakan lokasi yang tepat. Untuk model yang disukai biasanya berbentuk bulat, segi empat, persegi panjang dan ada yang segi tiga.

Sementara untuk lokasi sebaiknya pilih lokasi yang dekat dengan sumber air agar lebih mudah untuk pengontrolan persediaan air. Atau jika tidak maka Anda membutuhkan peralatan yang memadai untuk persediaan air.

Jika Anda ingin memulai usaha ternak ikan nila dengan skala yang kecil, Anda dapat membuat kolam berukuran 100 meter persegi dengan kedalaman 70 cm. Kolam tersebut sudah cukup untuk menampung benih ikan nila sebanyak kurang lebih 50 ribu ekor yang memiliki panjang tubuh sekitar 5 cm.

Untuk materialnya sendiri, Anda dapat membuat kolam ikan dari beton jika memiliki dana yang cukup. Namun jika tidak memiliki dana yang cukup maka Anda dapat membuat kolam dari terpal saja sudah cukup.

Ketika ikan sudah mulai tumbuh dan panjang tubuhnya sudah bertambah, Anda harus membaginya menjadi 2. Selain itu Anda juga harus menambah volume air sebanyak 1 atau 1,5 meter. Jika Anda membuat kolam ikan nila hanya berupa lubang pada tanah saja maka perhatikan airnya.

Jangan samakan dengan kolam yang terbuat dari beton ataupun terpal, kebutuhan airnya berbeda. Jika di tanah, airnya sangat mudah mengeruh dan tidak baik bagi pertumbuhan ikan nila. Untuk itu volume air harus ditambah atau jumlah benih ikan nila harus dikurangi.

Untuk kolam tanah dengan ukuran panjang 1 meter dan lebar 1 meter sebaiknya hanya diisi ikan nila sebanyak 150 sampai 250 ekor saja. Yaitu untuk ikan nila yang memiliki tubuh dengan panjang 3 sampai 5 cm. Jika berat tubuhnya mencapai 100 gram per ekornya, maka Anda harus mengurangi jumlah ikan nila yang ada di dalam kolam tersebut.

Dengan kata lain, Anda harus menyiapkan kolam lain untuk menampung ikan nila yang sudah mulai tumbuh besar. Ukuran kolam sebaiknya sama dan jumlah ikan sebaiknya dibagi menjadi 2.

Ikan akan lebih baik hidup di dalam kolam dengan volume air yang lebih. Semakin dalam airnya maka tingkat kekeruhannya semakin mengecil. Namun semakin banyak air di dalam kolam, Anda harus menguras kolam dengan ekstra ketika airnya sudah keruh.

Bagaimanapun, usahakan untuk tetap mengganti air kolam pada waktu tertentu. Tujuannya adalah agar ikan nila dapat hidup dengan baik di dalam kolam. Untuk Anda yang ingin membuat kolam, sesuaikan bentuk, model dan ukurannya sesuai dengan budget yang Anda miliki.

Kolam ikan yang paling banyak digunakan oleh peternak ikan nila yaitu kolam tanah. Walaupun kolam ini membutuhkan air yang cukup, namun kolam tanah memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya yaitu mudahnya tanaman ataupun hewan yang tumbuh di dalamnya. Tanaman dan hewan tersebut dapat menjadi pakan alami bagi ikan nila.

Oleh sebab itu, jika Anda memiliki stok air yang cukup, tidak ada salahnya jika Anda menggunakan kolam tanah saja. Untuk cara pembuatannya, simak langkah-langkah berikut ini:

  1. Keringkan Dasar Kolam
  2. Keringkan tanah yang akan Anda gunakan sebagai kolam ikan selama kurang lebih 3 sampai 7 hari. Caranya cukup dengan menjemurnya saja, jika cuacanya panas, maka 3 hari saja sudah cukup. Patokannya yaitu ketika tanah sudah mulai terlihat retak namun tidak membatu. Ketika tanah diinjak akan meninggalkan jejak kaki kurang lebih sedalam 1 sampai 2 cm.

  3. Cangkul Sedalam 10 cm
  4. Setelah itu, cangkullah tanah sedalam kurang lebih 10 cm, atau Anda juga dapat membajaknya. Lanjutkan dengan membersihkan kotoran yang ada, termasuk kerikil dan kotoran-kotoran lainnya.

    Bersihkan dasar kolam sampai benar-benar bersih, terutama ketika ada lumpur hitam. Lumpur tersebut tidak hanya berwarna keruh tetapi juga berbau busuk, pastikan untuk membersihkannya.

  5. Lakukan Pengapuran
  6. Tanah yang dijadikan sebagai kolam ikan haruslah memilih pH yang cukup yaitu mencapai 7 atau 8. Namun tanah yang belum pernah digunakan sebagai kolam biasanya hanya memiliki pH sekitar 6 saja. Untuk itu, lakukan penetralan dengan melakukan pengapuran menggunakan kapur pertanian, dosisnya harus disesuaikan.

    Jika pH tanah adalah 6 maka berikan 500 kg untuk setiap hektarnya. Kapur tersebut harus diaduk secara merata dan usahakan agar dapat meresap ke dalam permukaan tanah. Oleh sebab itu, biarkan atau diamkan selama kurang lebih 2 sampai 3 hari.

  7. Lakukan pemupukan
  8. Untuk pemupukan, Anda dapat menggunakan pupuk organik sebagai pupuk dasarnya. Pupuk yang dapat Anda gunakan yaitu pupuk kompos ataupun pupuk kandang. Pemberian pupuk ini dilakukan agar tanah menjadi subur kembali. Dosis pemberian pupuk yaitu sekitar 1 sampai 2 ton untuk setiap hektar tanah.

    Cara pemupukan yaitu dengan menebar pupuk di dasar kolam secara merata, biarkan selama kurang lebih 2 minggu. Setelah itu, Anda juga dapat melakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kimia. Pupuk yang dapat digunakan yaitu pupuk urea sebanyak 50 kg per hektar dan diamkan selama 2 hari.

  9. Genangi air

    Tanah yang sudah Anda buat tersebut dapat digenangi dengan menggunakan air, namun lakukan secara bertahap. Caranya yaitu dengan mengalirkan air ke dalam kolam sampai 10 hingga 20 cm. Setelah itu, diamkan selama kurang lebih 5 hari, lanjutkan di hari berikutnya dengan mengalirinya kembali menggunakan air.

    Genangi kolam dengan air sampai memiliki ketinggian mencapai 75 cm. Kemudian kolam siap digunakan untuk budidaya ikan nila.

Pembuatan kolam di atas biasanya dilakukan di persawahan atau di ladang. Kemudian sebelum dilakukan langkah-langkah tersebut sudah dilakukan penggalian tanah mencapai 1 meter.

Anda juga dapat melakukan pembuatan kolam tersebut di rumah, tentunya harus didukung dengan lahan yang memadai. Yang terpenting kolam ikan tersebut memiliki kedalaman yang cukup agar dapat terisi air dengan ketinggian mencapai 75 cm.

Dengan pemberian pupuk, hewan dan tumbuhan di dalam atau di sekitar kolam akan tumbuh dengan subur. Kemudian tumbuhan dan hewan tersebut dapat menjadi pakan alami bagi ikan nila yang Anda ternak.

Karena memiliki manfaat yang penting, pastikan Anda tidak melewatkan untuk melakukan pemupukan tanah. Dengan menggunakan kolam tanah, ikan akan memperoleh pasokan pakan secara alami. Atau dengan kata lain, ikan nila di dalam kolam tanah dapat tumbuh subur karena pasokan pakan yang cukup.

Jika Anda menggunakan kolam terpal atau kolam beton, Anda harus memberikan pakan yang cukup. Pasalnya, tumbuhan dan hewan di dasar kolam tidak sebanyak di dalam kolam tanah, atau bahkan tidak ada. Untuk itu, pasokan pakan ikan nila hanya berasal dari Anda sebagai peternak ikan nila tersebut.

Setelah menyiapkan kolam, Anda dapat melakukan penebaran benih ikan nila. Untuk meminimalisir risiko kematian, Anda dapat melakukan tahap adaptasi terlebih dahulu.

Caranya yaitu dengan memasukkan wadah yang berisi ikan nila ke dalam kolam. Wadah yang digunakan sebaiknya wadah kaca, setelah beberapa waktu Anda dapat memiringkan wadah tersebut. Biarkan ikan nila keluar dengan sendirinya jika ikan tersebut sudah mulai beradaptasi.

Namun sebenarnya ikan nila sangat baik dalam beradaptasi sehingga tidak mudah mati.

Peluang Usaha Budidaya Ikan Nila

peluang usaha budidaya ikan nila

via tilapiadepot.com

Setelah Anda membaca semua ulasan tersebut, tentunya Anda sudah memiliki pandangan mengenai budidaya ikan nila. Usaha yang satu ini sangat mudah untuk dilakukan, tidak perlu keahlian khusus untuk melakukannya. Yang penting untuk Anda ingat adalah untuk telaten dalam merawat dan memelihara ikan nila yang Anda budidayakan.

Jika Anda tidak terlalu telaten, bisa jadi banyak ikan nila yang mati karena beberapa faktor. Untuk peluangnya sendiri, budidaya ikan nila masih sangat diminati. Bagaimana tidak, dengan modal yang tidak terlalu besar Anda dapat meraup keuntungan yang sangat besar.

Anda dapat memulai dari skala kecil yaitu dengan membuat 2 buah kolam tanah. Setiap kolamnya berukuran 1x1 meter dan memiliki kedalaman 1 meter juga. Kemudian isi salah satu kolam dengan benih sebanyak 200 ekor ikan nila. Jika sudah mulai besar, Anda dapat membagi 2 ke kolam satunya lagi.

Modal yang dibutuhkan yaitu untuk pembelian pupuk, kapur organik dan juga pembelian pakan. Jika diperhitungkan, maka modal yang Anda butuhkan hanya kurang dari 1 juta rupiah. Sementara keuntungannya dapat mencapai 2 juta rupiah atau bahkan lebih.

Misal modal yang Anda keluarkan untuk benih yaitu 50 rupiah dikali 200 ekor yaitu 10 ribu rupiah. Sementara untuk pupuk dan kapur kurang lebih membutuhkan dana sebesar 400 ribu rupiah. Ditambah lagi dengan biaya pakan kurang lebih 400 sampai 500 ribu rupiah.

Total keseluruhan untuk modal awal yaitu 800 ribu rupiah sampai 1 juta rupiah. Sementara harga jual ikan nila per ekor yaitu sekitar 8 ribu rupiah. 200 dikali 8 ribu rupiah yaitu 1 juta 600 ribu rupiah, keuntungan yang dapat Anda peroleh yaitu 600 ribu rupiah.

Keuntungan tersebut dapat Anda peroleh dalam sekali panen, masa panen setelah penyebaran benih yaitu sekitar 4 sampai bulan. Keuntungan 600 ribu rupiah tersebut hanya jika Anda menggunakan lahan yang kecil. Semakin besar skala usaha Anda maka sudah dapat dibayangkan berapa keuntungan dari usaha budidaya ikan nila ini.

Jika hanya skala kecil maka Anda dapat menjadikannya sebagai usaha sampingan saja. Namun jika ingin menjadikan usaha ini sebagai sumber rezeki Anda maka usahakan untuk membuat skala yang lebih besar. Demikian yang dapat diuraikan mengenai usaha budidaya ikan nila secara lengkap.

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 BudidayaKitaContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service