BudidayaKita

Budidaya Hewan dan Tanaman

foto teknik budidaya jagung

via pinterest.com

Teknik Budidaya Jagung Untuk Meningkatkan Kualitas, Kuantitas dan Keuntungan Maksimal

September 28, 2016

Jagung atau Zea mays ssp. mays adalah salah satu makanan pokok yang penting bagi sebagian penduduk bumi disamping nasi dan gandum. Sebagian besar orang di Afrika, Amerika termasuk juga Indonesia mengkonsumsi jagung sebagai makanan pokok.

Karena itu, jagung banyak dibudidayakan dan mendapat banyak perhatian karena kebutuhan yang tinggi terhadap bahan pangan tersebut. Budidaya jagung telah berkembang sebagian rupa, baik dalam bibit, teknik penanaman hingga pengolahan hasil akhir dan pemasaran.

Kebutuhan dunia terhadap jagung sangat tinggi. Tidak hanya sebagai bahan makanan dan campuran berbagai produk makanan seperti biscuit, susu, kue dan minyak. Jagung juga digunakan sebagai sumber pakan ternak dan menjadi bahan baku yang penting dari berbagai industri.

Tanaman yang telah ditanam dan dibudidayakan oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu ini pertama kali ditemukan di Meksiko. Di Indonesia, Jagung diperkirakan masuk pada masa penjelajahan Portugis abad 16.

Jika Anda ingin mencoba budidaya jagung, jagung termasuk jenis tanaman yang mudah dibudidayakan. Dibandingkan padi, secara umum budidaya jagung lebih mudah dan murah. Selain itu jagung memiliki harga jual yang relatif stabil.

Di beberapa tempat seperti Gunungkidul dan Kulonprogo, batang dan daun jagung bahkan dibeli dengan harga yang cukup tinggi sebagai pakan ternak sapi, terutama di musim kemarau ketika rumput sulit dicari.

Di Indonesia pada saat ini, kebutuhan jagung nasional masih sangat tinggi, sehingga prospek budidaya jagung masih sangat berpeluang mendapatkan keuntungan yang tinggi. Berbagai jenis jagung terdapat dipasaran untuk memenuhi kebutuhan dari konsumen yang berbeda-beda.

Jagung secara sederhana bisa digolongkan ke dalam dua jenis. Yaitu jagung local yang telah ditanam petani turun temurun, dan jagung hibrida yang merupakan pengembangan teknologi bibit saat ini.

Budidaya Jagung Hibrida Untuk Mendapatkan Hasil Panen Yang Berlimpah

foto budidaya jagung hibrida

via midwestbiosystems.com

Teknologi pertanian telah berkembang hingga dapat menghasilkan produk pertanian yang saat ini dianggap dapat menjawab kebutuhan. Salah satu hasil teknologi yang telah luas berkembang adalah benih hibrida yang salah satunya adalah benih jagung hibrida.

Benih hibrida diperoleh dengan teknologi GMO (Genetic Modification Organism) yaitu pembuatan benih unggul dari hasil rekayasa dalam tahap genetis yang bertujuan untuk meningkatkan hasil dari budidaya jagung hibrida itu sendiri.

Budidaya jagung hibrida akan memiliki peluang keberhasilan yang tinggi apabila dilakukan dengan metode dan teknik yang tepat. Untuk mendapatkan hasil maksimal berikut ini ada beberapa hal yang perlu untuk Anda perhatikan.

  1. Pemilihan bibit atau benih jagung hibrida yang baik
  2. Dalam budidaya jagung hibrida, pemilihan benih adalah hal pertama yang paling penting untuk dilakukan. Benih jagung hibrida biasanya memiliki kemasan yang tertutup rapat untuk menjaga kualitas benih agar tetap terjaga. Maka dari itu, Anda harus memilih bibit jagung yang memiliki kemasan yang baik.

    Selain itu, Anda juga harus memeriksa tanggal kadaluwarsa bibit. Bibit yang telah kadaluwarsa meskipun masih bisa tumbuh namun belum tentu bisa panen.

    Secara khusus perlu Anda perhatikan bahwa benih hibrida tidak dapat dibenihkan lagi. Benih ini di desain khusus untuk sekali pakai, karena itu, untuk musim tanam berikutnya Anda harus membeli benih lagi. Hasil panen jagung hibrida tidak boleh Anda jadikan benih, karena kemungkinan besar akan menghasilkan bibit yang buruk.

    Selain itu, membenihkan bibit hibrida di beberapa negara merupakan tindakan illegal yang melanggar hukum.

  3. Pola tanam jagung hibrida
  4. Biasanya dalam kemasan benih jagung hibrida telah tertulis pola tanam yang dianjurkan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Bila Anda telah terbiasa menanam jagung, sebaiknya, sesekali Anda membaca label yang ada pada kemasan.

    Sebaiknya Anda mencoba dua teknik dalam satu lahan untuk menguji pola tanam yang sesuai dengan lahan Anda. Dalam budidaya jagung hibrida mungkin pola tanam yang Anda lakukan selama ini bisa lebih efektif.

    Selain riset dilakukan pada benih, riset juga dilakukan pada teknik pola tanam yang biasanya dilakukan di banyak tempat untuk menguji hasil.

    Meskipun bibit yang kita beli adalah produk impor, biasanya tertulis wilayah yang diedarkan, misalkan terdapat tulisan “untuk dijual dan diedarkan di Indonesia. Hingga Anda harus waspada karena karakteristik tanah setiap Negara berbeda, maka kita harus membeli dengan teliti.

  5. Perhatikan penggunaan pupuk dan pestisida
  6. Budidaya jagung hibrida memerlukan penanganan yang serius agar menghasilkan panen yang baik. Untuk pemupukan pada produk bibit hibrida, Anda harus memperhatikan kandungan pupuk dan waktu pemberian pupuk yang ada pada label yang biasanya ada pada kemasan.

    Untuk produk dengan merek tertentu, mengharuskan petani untuk menggunakan pupuk dengan merek yang sesuai dengan produk yang ada.

    Pestisida atau obat yang Anda gunakan juga harus sesuai dengan petunjuk, hal itu karena biasanya produk hibrida di desain khusus tahan terhadap penyakit tertentu.

    Karena itu, penggunaan bahan kimia pestisida dan obat yang tidak sesuai tidak akan mengatasi masalah yang timbul. Bisa jadi hama dan penyakit akan bertambah kebal pada obat dan pestisida yang Anda gunakan.

Produk hibrida untuk budidaya jagung hibrida memang berbeda dengan bibit local yang digunakan. Meskipun dikembangkan dengan mengunakan riset yang mahal dan memakan waktu, namun belum tentu cocok ditanam di areal pertanian Anda.

Sebelum menggunakan benih hibrida secara menyeluruh, sebaiknya tanamlah sebagian dengan bibit yang biasa Anda tanam, sebagian lagi bibit hibrida. Kemudian Anda bisa memilih bibit mana yang lebih cocok untuk lahan pertanian Anda.

Budidaya Jagung Manis Untuk Mendapatkan Keuntungan Lebih

foto budidaya jagung manis

via minnesotafarm.wordpress.com

Jagung manis adalah salah satu jenis dari produk GMO (Genetic Modification Organism) yang juga merupakan jenis jagung hibrida dengan keunggulan tertentu. Keunggulan jagung manis adalah teksturnya yang lembut, bijinya yang seragam, dan rasanya yang lebih manis dari jagung biasanya.

Sebagai produk hibrida, tentu saja akan memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku agar memperoleh hasil yang sesuai dengan harapan Anda bila melakukan budidaya jagung manis.

Sebelum Anda melakukan budidaya jagung manis, sangat disarankan Anda mencari pasar utama yang akan menampung produk Anda. Karena pasar atau pembeli akan menentukan cara tanam yang dilakukan hingga memperoleh hasil yang baik. Hasil yang baik bukan hanya dinilai dari kualitas hasil panen, namun juga dari kuantitas yang ada.

Berikut ini beberapa pembeli potensial yang bisa Anda jaring sesuai dengan hasil panen Anda.

  1. Jagung untuk konsumsi pasar lokal dan regional
  2. Kebutuhan pasar local, biasanya terbatas pada jagung konsumsi dimana dibutuhkan jagung yang memiliki bentuk yang seragam, serta rendemen atau bulir muda yang penuh. Kebutuhan ini biasanya digunakan untuk konsumsi langsung, seperti pedagang sayur, jagung rebus, jagung bakar dan lainnya.

    Selain itu, juga dibutuhkan jagung muda (baby corn) untuk masak tumis, dan keperluan masak lainnya.

    Untuk pasar ini, Anda bisa menggunakan pola tanam standar yang biasa Anda lakukan, namun melakukan panen secara bertahap.

    Dalam budidaya jagung manis, pada label bibit biasanya akan tertulis jenis jagung yang memiliki dua tongkol. Namun pada kenyataannya seringkali terjadi di lapangan adalah munculnya tongkol ketiga dalam satu batang. Anda bisa memanen tongkol ketiga untuk memenuhi pasar babycorn di wilayah Anda.

    Panen tongkol yang ketiga dalam budidaya jagung manis akan memberikan keuntungan dengan adanya pemasukan sebelum panen utama.

    Selain itu, panen tongkol ketiga juga akan membuat tongkol jagung pertama dan kedua tumbuh lebih baik dengan bulir penuh karena asupan nutrisi untuk tanaman akan hanya digunakan oleh dua tongkol saja. Jagung yang memiliki postur dan tekstur yang seragam dan penuh tentu akan memiliki harga jual yang baik.

  3. Jagung untuk memenuhi permintaan pabrik
  4. Pabrik yang membutuhkan pasokan jagung biasanya adalah pabrik mie, pabrik maizena, dan pabrik gula jagung. Apabila ada permintaan dari pabrik, sebaiknya perhatikan keinginan pabrik secara spesifik, apakah pabrik menginginkan jagung local atau jagung manis hibrida.

    Bila jagung manis yang diinginkan, biasanya pihak pembeli akan meminta jagung dengan kuantitas tertentu tanpa harus memiliki bentuk yang seragam dan menarik karena akan digiling.

    Untuk keperluan tersebut, dalam budidaya jagung manis, Anda tidak perlu memanen tongkol jagung ketiga yang tumbuh. Meskipun biasanya jagung akan tumbuh tidak sempurna, seperti ompong dan dengan ukuran yang tidak maksimal, namun akan memiliki kuota berat yang lebih baik.

    Anda juga harus meminta spesifikasi yang diinginkan oleh pabrik agar Anda bisa melakukan panen tepat waktu dan memperoleh hasil yang optimal.

Untuk menjadi perhatian Anda, pada budidaya jagung manis, tidak hanya diperlukan bentuk dan ukuran yang baik. Rasa manis dari jagung itu sendiri juga akan menentukan kualitas dan harga jagung yang Anda produksi di areal pertanian Anda. Rasa manis yang timbul biasanya dipengaruhi oleh pupuk yang digunakan.

Oleh karena itu, Anda harus waspada dan mengikuti petunjuk penggunaan pupuk seperti yang tertera pada label yang ada pada kemasan benih jagung manis hibrida.

Cara Menanam Jagung Agar Mendapatkan Hasil Panen Yang Berlimpah

foto cara menanam jagung

via cornbeanspigskids.com

Jagung adalah tanaman lahan kering yang mudah ditanam diberbagai musim. Namun demikian, biasanya masyarakat menanam jagung di bekas lahan padi pada saat musim kemarau sebagai tanaman pengganti karena tidak membutuhkan air sebanyak air yang dibutuhkan oleh padi. Dalam prosesnya hingga panen, perlu dilakukan berapa hal agar panen bisa berlimpah.

Berikut ini cara menanam jagung yang baik agar memperoleh hasil yang maksimal.

  1. Persiapan dan pengolahan lahan
  2. Bila Anda melakukan persiapan pada lahan tanam bukan milik Anda, misalkan sewa, maka Anda harus mengetahui riwayat tanam yang dimiliki oleh lahan tersebut dengan mengetahui riwayat penggunaan lahan sehingga akan memudahkan untuk melakukan persiapan dan pengolahan lahan yang dilakukan.

    Misalkan sewa lahan bekas menanam pohon sengon atau albasia tentu akan berbeda dengan lahan persawahan yang juga akan mempengaruhi cara menanam jagung.

    Hal pertama yang dilakukan sebagai cara menanam jagung adalah membalik lahan yang akan ditanami jagung. Hal ini harus dilakukan untuk menggemburkan tanah dan juga untuk mengangkat unsure hara yang penting agar berada di permukaan.

    Pembalikan tanah bisa dilakukan dengan cara mencangkul ataupun menggunakan bajak bila memungkinkan. Bajak yang digunakan bisa menggunakan kerbau atau juga bisa menggunakan traktor.

    Langkah berikutnya adalah membuat saluran air sedalam mata kaki atau sekitar 15 cm setiap 2 meter. Hal ini digunakan agar bila terjadi hujan, lahan Anda tidak terendam oleh air dan membuat kemungkinan terjadinya kematian pada tanaman anda.

    Anda bisa memberikan pupuk dasar setelah lahan dibalik dan pembuatan parit saluran air telah selesai. Kemudian biarkan atau diamkan lahan selama lebih kurang 3 hari hingga 1 minggu.

  3. Membuat lubang tanam sesuai dengan kebutuhan
  4. Cara menanam jagung bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan cara menebar benih jagung dan menanam jagung dengan lubang tanam.

    Dalam budidaya jagung, cara yang pertama, yaitu menebar benih sebaiknya tidak dilakukan. Karena cara tersebut akan membuat Anda kesulitan dalam melakukan perawatan jagung pada masa pertumbuhan. Batang jagung yang tumbuh tidak teratur juga akan mengganggu pertumbuhan jagung itu sendiri.

    Membuat lubang tanam dengan panja (tongkat kayu yang diruncingkan) adalah yang paling sering digunakan sekitar 10 tahun yang lalu. Biasanya cara ini dilakukan oleh dua orang, orang yang pertama membuat lubang di tanah, orang yang kedua memasukan biji atau benih jagung ke dalam lubang.

    Cara menanam jagung model ini akan memakan waktu dan tenaga namun menghemat jumlah benih yang ditanam, yaitu sekitar 3-5 biji perlubang tanam.

    Cara membuat lubang tanam yang saat ini digunakan adalah dengan membuat garis lurus pada lahan. Garis lurus bisa dibuat dengan menggunakan linggis atau kayu sedalam 2-4 cm kemudian masukan biji atau benih dengan jarak sekitar 5 cm atau 20 biji per meternya.

    Cara ini sangat cepat dilakukan namun akan memakan benih yang cukup banyak dengan kerapatan yang cukup tinggi. Adapun cara menanam jagung ini biasanya dilakukan untuk menanam benih local yang murah.

  5. Melakukan pada lahan irigasi dengan baik
  6. Meskipun jagung adalah tanaman yang tidak memerlukan banyak air, namun masih memerlukan suplay air yang cukup terutama pada masa awal penanaman. Dalam budidaya jagung, untuk mendapatkan hasil yang optimal perawatan pada bulan pertama sangatlah penting.

    Sehari sebelum pembuatan lubang tanam, sebaiknya lahan digenangi air semalam agar tidak keras. Namun pada daerah yang sulit air, pemberian air bisa dilakukan dengan alat siram shower.

    Usahakan menggunakan alat shower yang memiliki lubang kecil hingga menghasilkan tetesan air yang lembut. Tetesan air yang besar, misal menggunakan gayung akan membuat tanah memadat sehingga benih susah untuk menembus permukaan tanah.

    Untuk hasil maksimal, siramlah tanaman jagung Anda secara rutin pagi dan sore hari. Jangan menyiram tanaman terlalu tinggi dari tanah agar tanah tetap gembur.

Perawatan tanaman jagung dalam hal ini adalah penyiangan atau membuang gulma sebaiknya dilakukan hingga bulan pertama atau saat tinggi tanaman kurang dari 75 cm. Setelah umur atau panjang 75 cm Anda tidak perlu melakukan penyiangan.

Cara menanam jagung dengan pemeliharaan semacam ini dilakukan, karena setelah tinggi 75 cm kemampuan tanaman untuk menyerap unsure hara akan meningkat drastic, bila dalam perawatan terjadi kerusakan akar maka akan mengganggu tanaman.

Pemupukan Jagung Yang Hemat Namun Memberikan Dampak Optimal

pemupukan jagung yang hemat

via smithmeadows.com

Salah satu hal yang paling penting dalam budidaya jagung adalah pemupukan jagung yang tepat waktu dengan jumlah yang sesuai kebutuhan.

Pupuk yang digunakan dalam tanaman jagung biasanya terbagi menjadi 2 jenis, yaitu pupuk kimia dan pupuk organic. Keduanya bisa digunakan sesuai kebutuhan dan konsep pertanian yang ada. Namun pada umumnya penggunaan pupuk adalah pupuk kombinasi antara organic dan kimia.

Berikut ini adalah pemupukan pada budidaya jagung yang bisa dilakukan.

  1. Pupuk dasar tanaman jagung
  2. Pupuk dasar pada pemupukan jagung dilakukan pada saat dilakukan pengolahan tanah sebelum dilakukan pembuatan lubang tanam. Pemupukan biasanya dilakukan dengan pupuk kandang sebanyak 5-10kg per 10 m2.

    Pemupukan bisa dilakukan dengan cara ditabur merata ke areal pertanian atau diletakkan diantara lubang tanam. Gunakanlah pupuk yang telah jadi atau matang agar hasil lebih maksimal.

    Pupuk dasar sangat penting dilakukan agar memberikan nutrisi kepada tanaman yang masih kecil agar dapat tumbuh dengan baik.

    Usahakan pemupukan jagung yang diberikan adalah campuran antara pupuk kandang dengan dedaunan yang memiliki tekstur yang lembut dan cukup kering agar pada saat ditaburkan bisa lebih merata. Jangan campurkan antara pupuk kimia dan organic agar tanaman bisa tumbuh dengan baik.

  3. Pemupukan susulan
  4. Pupuk susulan pertama pada tanaman jagung di berikan sekitar 2 hingga 3 minggu setelah tuna’s muncul di permukaan tanah. Pemupukan jagung pada tahap ini bila menggunakan pupuk kimia, Anda bisa memakai pupuk yang mengandung Phospat tinggi dan memiliki kadar Nitrogen.

    Karena pada fase ini pertumbuhan batang dan daun sangat memerlukan kedua bahan tersebut. Di pasaran, Anda bisa menggunakan NPK yang bisa dibeli di toko pertanian.

    Setelah tanaman berusia 8 minggu, Anda bisa melakukan pemupukan susulan kedua pemupukan ini mengunakan NPK yang dikombinasikan dengan urea untuk meningkatkan kadar N dalam pupuk.

    Kadar nitrogen yang tinggi akan membuat daun tumbuh dengan lebih baik hingga proses fotosintesis bisa berjalan dengan optimal dan baik. Pemupukan jagung bisa ditambahkan pada minggu ke 12 menggunakan KCL agar jagung bisa lebih manis.

Budidaya jagung saat ini masih dilakukan untuk menggantikan tanaman lain seperti padi karena pergantian musim. Hal tersebut terkadang membuat penanganan tanaman ini tidak sebagus tanaman padi, terutama pada pemupukan.

Pemupukan biasanya hanya dilakukan seadanya tanpa jadwal dan kuantitas yang cukup. Hingga rata-rata tanaman jagung rakyat tidak panen secara optimal, bahkan terkadang hanya dipanen batangnya untuk pakan ternak.

Analisa Usaha Budidaya Jagung

analisa usaha budidaya jagung

via thevollmerfamily.com

Tanaman jagung memang saat ini belum menjadi primadona seperti tanaman padi, hal itu mungkin terjadi karena harga beras yang selalu terpaut jauh dengan harga jagung dipasaran.

Namun demikian, daripada dibiarkan atau ditanami padi namun tidak panen, memang akan lebih baik dan menguntungkan bila Anda menanami lahan anda dengan melakukan penanaman jagung. Selain cara menanam yang mudah, perawatan tanaman jagung pun tidak merepotkan.

Untuk meningkatkan pendapatan dari tanaman jagung, Anda bisa mengatasinya dengan strategi pemasaran yang lebih baik.

Sementara ini, bila Anda masing mengandalkan tengkulak untuk memasarkan hasil bumi Anda, maka keuntungan tidak akan pernah sebanding dengan kerja keras Anda dalam menanam. Anda bisa memasarkan jagung langsung kepada konsumen dengan membuka lapak di pasar atau langsung mengirimkannya pada penjual sayur dan buah.

Dengan melakukan penjualan langsung, Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih dari marketing yang dilakukan. Anda juga bisa menawarkan jagung hasil pertanian Anda ke hotel dan rumah makan yang ada di wilayah Anda selain mendapatkan jaringan usaha baru.

Selain itu, Anda juga akan bisa mendapatkan permintaan rutin dari produk pertanian yang Anda hasilkan. Budidaya jagung yang disertai dengan pemasaran yang baik anak mengahasilkan usaha yang prospektif untuk Anda.

Sementara itu, untuk memulai budidaya jagung, modal yang dibutuhkan tentu sejumlah luasan lahan yang akan Anda gunakan.

Semakin luas, tentu anda membutuhkan lebih banyak bibit, pupuk dan biaya tenaga kerja. Berikut ini adalah salah satu contoh analisis usaha budidaya jagung untuk luasan 1 ha:

Sarana produksi:

Tenaga Kerja:

Total = 2.475.000 + 1.100.000 = 3.575.000

Perkiraan hasil panen perhektar = 13 ton atau 13.000 kg/ hektar. Dengan harga jagung 2.000/kg x 13.000 kg = 26.000.000 juta.

Hasil bersih setelah dikurangi sarana produksi dan tenaga kerja adalah 26.000.000 – 3.575.000 = 22.425.000.
Namun, estimasi analisis usaha budidaya jagung diatas adalah penanaman di lahan miliki sendiri, sehingga bebas dari biaya sewa lahan.

Jika Anda akan menggunakan lahan yang disewa, maka anda harus mengeluarkan biaya sewa sesuai kebiasaan di wilayah anda. Demikian juga dengan biaya transportasi dan biaya selip untuk menghasilkan jagung pipil.

Namun, secara keseluruhan, budidaya jagung cukup menguntungkan.

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 BudidayaKitaContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service