BudidayaKita

Budidaya Hewan dan Tanaman

budidaya lada

via peppercambodai.wordpress.com

Budidaya Lada, Usaha yang Menguntungkan dengan Pangsa Pasar yang Luas

September 27, 2016

Budidaya lada adalah salah satu usaha atau bisnis pertanian yang cukup banyak dilakukan di Indonesia. Bisnis yang satu ini memang sangat menguntungkan mengingat merica atau lada dapat tumbuh subur di Indonesia. Lada sendiri merupakan salah satu rempah-rempah yang sangat populer bahkan sampai ke penjuru dunia.

Lada merupakan rempah-rempah yang sangat dibutuhkan untuk aneka masakan. Lada memiliki rasa pedas yang berbeda dari rasa pedas yang dihasilkan oleh cabai. Hampir semua masakan dapat dibumbui dengan lada agar rasanya lebih sedap dan nikmat.

Lada atau merica tersedia dalam beberapa jenis, yang paling populer yaitu lada hitam dan lada putih. Namun selain kedua jenis tersebut masih ada lagi jenis lada lain yaitu lada hijau. Pohon lada dapat tumbuh dengan ketinggian lebih dari 2 meter.

Komoditas tanaman lada saat ini terbilang cukup bagus dan ada banyak orang yang tertarik mengerjakan usaha budidaya tanaman yang satu ini. Bagaimana tidak, usaha ini dapat memberikan keuntungan yang tidak sedikit. Sementara untuk memulai budidaya tanaman lada, Anda harus memulainya dengan langkah yang tepat.

Mulai dari penanaman sampai perawatan, Anda harus melakukan yang terbaik. Jika Anda melakukan perawatan yang baik maka hasil panen budidaya lada yang Anda lakukan juga akan baik.

Di Indonesia sendiri kesuburan tanaman lada sangat dipengaruhi oleh harga lada di pasaran. Yang mana para petani banyak yang malas merawat lada-ladanya karena tidak memiliki nilai jual tinggi. Akibatnya tidak hanya panen yang sedikit tetapi banyak pohon lada yang mati karena tidak dirawat. Sebaliknya, jika harga lada melambung tinggi maka para petani lada akan melakukan perawatan dengan baik.

Hal ini seharusnya tidak terjadi lagi karena setiap bahan-bahan masak dapat naik ataupun turun harganya kapan saja. Tidak hanya merica atau lada saja yang harganya dapat berubah-ubah, harga bahan pangan lain juga dapat berubah kapan saja. Namun sampai saat ini permintaan pasar akan lada masih cukup tinggi.

Hal ini merupakan salah satu alasan kenapa Anda harus memilih untuk menjalankan usaha budidaya tanaman lada. Usaha yang satu ini mungkin dapat menjadi usaha yang membuat keuangan Anda jauh lebih baik. Tentunya jika Anda mampu memproduksi lada dalam jumlah besar dan berkualitas.

Cara Budidaya Merica atau Lada Dengan Tiang Panjat

foto cara budidaya merica atau lada

via youtube.com

Tertarik dengan usaha budidaya tanaman lada atau merica? Simak uraian berikut yang akan membahas mengenai bagaimana cara menanam lada. Jika Anda sudah mengetahui bagaimana cara menanamnya mungkin Anda akan semakin yakin untuk melakukannya. Langsung saja, berikut adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan dalam membudidayakan tanaman lada:

  1. Pembibitan
  2. Dalam menyiapkan bibit, Anda dapat menggunakan bibit berupa stek ataupun biji. Untuk stek lebih banyak digunakan karena lebih murah dan juga lebih mudah. Untuk syarat-syarat stek di antaranya yaitu:

    • Berasal dari sulut yang panjang dan tumbuhnya ke atas serta melekat pada pohon yang disandar.
    • Panjang stek minimal 7 ruas, stek ini dapat diambil dari satu tanaman yang sama secara terus-menerus.
    • Stek dapat diambil dari batang yang sedikit mengayu dan hanya dari tanaman yang telah berumur kurang lebih 2 tahun.
    • Pohon induknya haruslah kuat dengan pertumbuhan yang bagus serta memiliki daun berwarna hijau tua.

    Sementara untuk bibit biji biasanya hanya digunakan jika tidak ada lagi bahan stek. Sementara bahan bibit sangat jarang digunakan karena harganya yang mahal. Untuk membuat sendiri, Anda hanya dapat melakukannya dari biji yang benar-benar sudah tua. Sementara biji tersebut telah terisolasi bahkan sejak masih berupa bunga.

    Cukup rumit memang cara pembuatannya sehingga jika Anda membeli bibit biji harganya cukup mahal.

  3. Persiapan untuk penanaman di kebun
  4. Untuk membudidayakan lada, Anda harus menyiapkan tiang-tiang pemanjang untuk mendukung pertumbuhan lada. Tiang-tiang tersebut terdapat 2 macam yaitu tiang kayu atau tiang beton, dapat juga pohon hidup. Jika menggunakan tiang kayu sebaiknya ditanam dengan jarak 2,5x2,5 meter.

    Selanjutnya buatlah lubang tanaman di sekeliling tiang yang ukurannya yaitu 50x50x50 cm. Jika tanah miring, maka buatlah teras-teras atau Anda juga dapat menanam tanaman penutup tanah. Sementara jika tanahnya datar maka buatlah selokan untuk membuang air.

    Untuk penanaman di kebun, Anda dapat menanam langsung batang stek di lubang tanam yang telah Anda persiapkan. Untuk itu, sebelum melakukan penanaman sebaiknya sebar batang stek di sekitar tiang pemanjat. Untuk menanamnya, masukkan 3 sampai 4 ruas dari batang stek lalu diletakkan miring.

    Demi mendapatkan hasil yang maksimal, sebelum melakukan penanaman sebaiknya pupuk lahan yang Anda gunakan menggunakan pupuk kandang atau pupuk kompos. Dengan begitu tanah akan menjadi lebih gembur dan subur untuk ditanami tanaman lada. Jangan lupa untuk memberikan pelindung pada stek yang baru saja Anda tanam.

  5. Pemeliharaan
  6. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa melakukan pemeliharaan atau perawatan sangatlah penting dalam budidaya merica. Hasil panen sangat bergantung dari baik tidaknya Anda melakukan pemeliharaan.

    Untuk pemeliharaan yang tepat yaitu dimulai dengan menjaga lahan dari rerumputan yang mengganggu. Anda harus membersihkan kebun secara rutin dari rerumputan jika ingin tanaman lada Anda tumbuh subur.

    Jika rerumputan tersebut tidak dibersihkan maka nutrisi yang seharusnya digunakan tanaman lada akan digunakan oleh rerumputan. Sudah pasti kebun lada yang bersih menjamin hasil panen yang lebih baik.

    Selain menjaga kebun dari rerumputan, Anda juga harus memangkas berat pohon pemanjat di musim penghujan. Sementara di musim kemarau, Anda dapat memangkas tanaman lada secara ringan saja.

    Kemudian ikatlah tanaman lada, Anda pada tiang pemanjat agar tanaman dapat melekat secara sempurna di tiang pemanjat. Untuk mengikatnya cukup pada cabang yang tumbuh ke atas saja, yang tumbuh ke samping tidak perlu. Tidak hanya itu, Anda juga harus membuang cabang-cabang yang ada pada pangkal pohon yang menutupi tanah.

    Pemangkasan penting untuk dilakukan agar cabang samping menjadi lebih banyak. Cabang samping tersebutlah yang akan menghasilkan buah lada. Semakin banyak cabang samping maka akan semakin banyak buah lada yang akan dihasilkan.

    Tidak hanya itu, pemangkasan juga dapat membuat pohon tumbuh subur dan rimbun. Untuk melakukan pemangkasan dalam budidaya lada ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, antara lain yaitu:

    • Pemangkasan dilakukan hanya untuk ruas yang tidak memiliki cabang samping.
    • Pemangkasan dilakukan untuk tanaman yang memiliki 8 sampai 9 ruas dengan ketinggian 25 sampai 30 cm dari permukaan tanah.
    • Pemangkasan dilakukan untuk tunas yang tumbuh dari batang stek utama. Tunas tersebut juga dapat digunakan untuk bibit tanaman lada.
    • Pemangkasan dilakukan untuk sulur yang tumbuh lebih dari 10 ruas pada tiang pemanjang. Lakukan pemangkasan sampai hanya tertinggal 3 atau 4 ruas saja dari pangkasan yang pertama.
    • Pemangkasan dilakukan terus-menerus sampai sulur berada di ujung tiang pemanjat.
  7. Pemupukan
  8. Hal berikutnya yang juga harus Anda lakukan yaitu memupuk tanaman lada yang Anda budidayakan. Hal ini penting dilakukan demi kesuburan pertumbuhan dan perkembangan tanaman lada Anda. Jika tanaman Anda subur, maka hasil panen tanaman lada Anda akan semakin tinggi.

    Pupuk yang dapat Anda gunakan yaitu pupuk kandang ataupun pupuk kompos. Selain murah, pupuk-pupuk tersebut memiliki khasiat ampuh untuk menyuburkan tanah. Pupuk-pupuk tersebut dapat diberikan sebanyak 5 sampai 10 kg per lubang tanaman. Sementara untuk pemberian pupuk buatan dapat Anda lakukan jika dirasa lahan kurang subur.

Cara Budidaya Lada Perdu

foto cara budidaya lada perdu

via pinterest.com

Lada perdu berbeda dengan lada panjat, cara penanamannya yaitu tidak menggunakan tiang pemanjat. Cara budidaya tanaman lada yang satu ini membutuhkan dana yang lebih sedikit dibandingkan cara budidaya tanaman lada panjat.

Pasalnya, tiang panjat tiap tahunnya semakin mahal dan menjadi salah satu kendala bagi para petani lada. Dengan melakukan budidaya lada perdu, Anda tidak perlu menggunakan tiang pemanjat lagi. Lada perdu mirip dengan semak karena tumbuh dekat dengan tanah. Untuk pengambilan atau perawatan tanaman lada perdu sangat mudah.

Cita rasa lada perdu tidak kalah dengan cita rasa lada panjat, bahkan ada yang mengatakan lebih kuat. Oleh sebab itu, permintaan pasar akan lada perdu terus meningkat, banyak orang yang ingin membelinya.

Bagaimana, sangat potensial bukan budidaya lada perdu saat ini? Jika Anda sudah tidak sabar ingin tahu bagaimana cara budidaya lada perdu, silakan simak uraian berikut:

  1. Persiapan Lahan
  2. Lada perdu dapat tumbuh di hampir semua jenis tanah atau lahan, tidak ada kriteria khusus. Namun tanaman ini mampu tumbuh subur di lahan yang memiliki kandungan humus sedalam 1 sampai 2,5 m pada lahan dengan ketinggian 300 sampai 1.100 mdpl. Anda dapat mengolah tanah dengan cara dicangkul ataupun dibajak sampai tanah menjadi gembur.

    Setelah itu, taburkan pupuk organik yaitu campuran pupuk kompos dan pupuk kandang. Diamkan tanah selama kurang lebih 3 minggu, lanjutkan dengan membuat gundukan.

    Buatlah gundukan tanah dengan tinggi sekitar 0,5 m memanjang sepanjang lahan yang ada. Kemudian beri jarak antara 1 gundukan tanah dengan gundukan yang lain sekitar 1,5 atau 2 m sebagai parit pengairan. Anda juga dapat menanam lada perdu di media tanam berupa polybag.

  3. Penanaman Lada Perdu
  4. Pilihlah bibit lada perdu yang unggul sehingga hasil panennya juga unggul. Untuk pembelian bibit, perhatikan beberapa kriteria berikut ini:

    • Bibit sebaiknya berasal dari pohon induk yang sehat dan terbebas dari hama dan penyakit
    • Bibit sebaiknya berasal dari pohon induk yang umurnya sekitar 10 bulan sampai 3 tahun
    • Bibit sebaiknya merupakan bibit murni atau bukan dari hasil persilangan
    • Jika membeli bibit maka belilah dari kebun bibit yang berkualitas dan terpercaya

    Setelah itu lanjutkan untuk melakukan penanaman, buat lubang pada gundukan sedalam 50 cm. Untuk lebarnya yaitu sekitar 40 cm, beri jarak antara lubang 1 dan yang lainnya sekitar 2 m. Masukkan pupuk organik ke dalam lubang dan biarkan selama 15 hari.

    Kemudian masukkan sedikit tanah ke dalam lubang dan aduk sampai tercampur merata. Setelah itu, barulah Anda dapat memasukkan bibit ke dalam lubang dan tutup dengan tanah. Padatkan tanah tersebut dengan memberi tekanan yang tidak terlalu kuat di sekitar batang bagian bawah.

    Sirami tanaman lada yang baru saja Anda tanam tersebut sampai basah. Baik penanaman ataupun penyiraman sebaiknya dilakukan di sore hari agar tanaman lada tidak mudah layu. Untuk mendapatkan bibit yang tumbuh subur dan menghasilkan banyak lada maka tanamlah tanaman lada di musim penghujan.

    Ketika musim kemarau, tanah sangat kering dan tentunya sulit bagi tanaman lada untuk bertahap hidup dalam kondisi cuaca yang sangat panas.

  5. Perawatan dan Pemeliharaan
  6. Sama halnya dengan budidaya tanaman lada panjat, tanaman lada perdu ini juga memerlukan pemeliharaan yang tepat. Anda harus melakukan penyiangan secara berkala dan begitu juga untuk pemangkasan batang. Tidak hanya batang, ranting yang tua dan tidak produktif lagi sebaiknya dipangkas beserta dengan dahan-dahannya.

    Anda juga harus melakukan pemupukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman lada. Lakukan pengairan secara ekstra ketika musim kemarau telah tiba. Selain itu, Anda juga harus menjaga tanaman lada Anda agar tidak diserang oleh hama dan penyakit.

    Jika Anda jarang melakukan penyiangan maka sebaiknya setiap hari Anda mengontrol tanaman lada perdu Anda. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengindikasi tanaman perdu Anda lebih cepat ketika terserang hama atau penyakit. Semakin cepat Anda mengetahuinya maka akan semakin cepat pula Anda dapat mengatasi atau bahkan menghalanginya.

    Jika tidak segera ditanggulangi maka tanaman lada perdu Anda akan mati atau mengalami gagal panen. Hama biasanya menyerang batang, buah lada yang masih muda dan juga bunga. Untuk itu lakukan pemupukan dan berikan pestisida untuk menjaga kesuburan tanaman lada Anda.

  7. Panen Lada Perdu
  8. Ada trik khusus yang dapat Anda lakukan agar hasil panen maksimal. Di mana bunga di tahun pertama sebaiknya dibuang atau tidak dibuahkan. Tujuannya agar tanaman lada perdu dapat tumbuh subur dan juga rimbun. Barulah di tahun kedua Anda dapat membiarkan bunga yang ada.

    9 bulan kemudian tepatnya di tahun ketiga Anda dapat memanen lada perdu yang sudah tua. Ciri lada perdu yang sudah tua yaitu tangkainya menguning dan buahnya juga berwarna kuning atau merah. Lakukan pemanenan dengan cara memetik pangkal tangkai buah yang ada di tepi batang.

    Jika memungkinkan, panenlah di musim kemarau untuk membantu proses pengeringan. Bayangkan saja jika Anda memanen di musim penghujan, berapa lama Anda harus menunggu lada sampai mengering.

Lada Hitam dan Lada Putih

foto lada hitam dan lada putih

via thespicejournal.com

Seperti yang Anda ketahui, terdapat lada hitam dan lada putih yang beredar di pasaran. Lalu, bagaimana cara pembuatannya? Simak uraian berikut ini:

  1. Lada Putih
  2. Untuk membuat lada putih, hasil panen tanaman lada yang Anda lakukan jangan langsung dijemur. Anda dapat memasukkan buah lada yang baru saja Anda petik ke dalam karung. Karung tersebut diikat rapat lalu dimasukkan dan direndam di dalam air yang mengalir.

    Jika perendamannya sudah cukup lama, bersihkan buah lada dan pisahkan bijinya dari kulit dan juga tangkainya. Caranya yaitu dengan menginjak-injak buah lada putih di dalam karung. Lanjutkan dengan mengayak hasil lada yang sudah Anda injak-injak.

    Setelah bersih, rendam kembali biji buah lada menggunakan air yang mengalir selama kurang lebih 2 hari atau sampai bijinya berwarna putih bersih. Jika sudah, barulah Anda dapat menjemur lada yang sudah berwarna putih tersebut sampai benar-benar kering.

    Proses penjemuran dapat dilakukan secara maksimal kurang lebih 3 hari jika terik matahari sangat panas. Namun jika terik matahari tidak terlalu mendukung maka penjemuran lada putih dapat berlangsung lebih lama.

  3. Lada Hitam
  4. Untuk membuat lada hitam jauh lebih sederhana dibandingkan dengan pembuatan lada putih. Caranya yaitu dengan menjemur langsung buah lada yang baru saja Anda petik di bawah terik matahari yang sangat panas. Proses penjemuran juga dapat berlangsung 3 hari jika musim kemarau sampai lada menghitam.

    Sambil menunggu buah lada mengering, ketika menjemur sebaiknya Anda juga memisahkan bijinya dari kulit dan tangkainya. Jika lada sudah kering dan dilepas dari kulitnya, ayak lada hitam sampai bersih.

Manfaat Lada Bagi Kesehatan

manfaat lada bagi kesehatan

via magenis.es

Lada atau merica mengandung vitamin A, vitamin K, vitamin C dan vitamin E. Selain itu lada juga mengandung zat berkhasiat lain yang bagus untuk kesehatan. Berikut ini adalah manfaat lada bagi kesehatan, antara lain yaitu:

  1. Membantu menurunkan berat badan
  2. Untuk Anda yang memiliki berat badan berlebih, Anda dapat menurunkan berat badan dengan mengonsumsi lada. Sama halnya seperti cabai, lada juga mengandung capcaisin yang mampu membakar kalori di dalam tubuh.

  3. Mengatasi radang sendi
  4. Kandungan capcaisin juga bermanfaat untuk membantu mengurangi atau meringankan peradangan seperti pembengkakan ataupun rasa sakit untuk Anda yang menderita arthritis.

  5. Mencegah kanker
  6. Dari hasil sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kandungan capcaisin di dalam buah lada dapat membantu mencegah ataupun mengobati kanker. Capcaisin yang ada di dalam lada putih mampu membunuh sel kanker.

Selain itu, lada juga bermanfaat untuk menyembuhkan sakit kepala, mengobati batuk, mengatasi hidung tersumbat, mencegah luka lambung dan mengontrol tekanan darah. Mengonsumsi lada putih juga baik untuk kesehatan jantung jika dikonsumsi dalam jumlah terbatas.

Lada yang kaya akan antioksidan tidak hanya baik untuk kesehatan tetapi juga untuk kecantikan. Anda dapat menggunakan lada untuk kesehatan gigi, mempercantik kulit dan mengobati ketombe. Dilihat dari manfaatnya, pangsa pasar untuk usaha budidaya lada memang luas.

Peluang Usaha Budidaya Lada

peluang usaha budidaya lada atau merica

via lenteraswaralampung.com

Budidaya lada merupakan salah satu usaha dengan peluang yang masih terbuka lebar. Walaupun sudah ada banyak orang yang menjadi petani lada, namun permintaan pasar akan bumbu masak ini masih sangat tinggi.

Baik lada putih ataupun lada hitam, keduanya banyak dicari untuk berbagai kebutuhan dapur. Tidak hanya digunakan untuk bumbu masak saja, lada atau merica juga banyak digunakan untuk obat herbal. Sebagai gambaran bagi Anda yang ingin mengerjakan usaha budidaya tanaman lada, simak uraian berikut:

Modal awal untuk budidaya lada umumnya untuk 1 hektar lahan yang digunakan yaitu sekitar 20 juta rupiah. Itu sudah termasuk biaya pengolahan lahan, pembelian bibit stek, penanaman, perawatan dan berbagai kebutuhan lain. Sementara hasil panen pertama diperkirakan sekitar 2,5 ton dengan harga jual 12.500 rupiah.

Total hasil panen yaitu sekitar 31 juta 250 ribu rupiah, dalam sekali panen Anda sudah memiliki keuntungan lebih dari 10 juta rupiah. Pada masa panen berikutnya Anda akan memiliki keuntungan yang lebih karena pengeluaran Anda tidak sebanyak modal awal.

Ketika panen berikutnya, Anda hanya perlu menghitung total panen dikurangi biaya perawatan saja. Biaya perawatan atau pemeliharaan yaitu biaya untuk pembelian pupuk dan vitamin. Untuk bibit atau tiang panjat tidak perlu dibeli lagi sampai tanaman lada sudah tidak mampu berproduksi lagi.

Perhitungan diatas hanya contoh saja, harga lada di setiap daerah dapat berbeda-beda. Untuk mendapatkan keuntungan maksimal, maka Anda harus pandai dalam menghemat berbagai kebutuhan Anda dalam menanam ataupun merawat tanaman lada.

Bagaimana, sudah terbayang bukan berapa uang yang dapat Anda hasilkan per tahunnya untuk budidaya tanaman lada ini. Baik untuk lada putih atau lada hitam, keduanya akan memberikan keuntungan yang besar bagi Anda sebagai petani lada.

Terlebih lagi jika Anda mampu membudidayakannya dengan baik dan memeliharanya secara telaten. Anda akan menjadi petani lada yang sukses, tentunya dengan usaha dan tekad yang kuat.

Demikian yang dapat disampaikan dan semoga ulasan mengenai peluang usaha budidaya lada ini dapat menginspirasi Anda semua.

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 BudidayaKitaContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service