BudidayaKita

Budidaya Hewan dan Tanaman

memetik rupiah dengan budidaya timun

via pinterest.com

Memetik Rupiah Dengan Budidaya Timun

October 27, 2016

Kita pasti sering menjumpai beberapa jenis timun yang digunakan sebagai pelengkap sayuran ketika kita berbelanja, yakni timun lokal, timun hijau (timun jepang), dan timun mini (timun lokal yang berukuran kecil).

Dari ketiga timun yang banyak beredar dipasaran, yang paling laku dan yang paling sering dibudidayakan adalah timun lokal, yakni buah timun yang kulitnya berwarna garis-garis hijau dan putih.

Indonesia memiliki berbagai macam varietas timun yang dapat dengan mudah kita jumpai, baik di pasar maupun di warung-warung sayuran.

Dari berbagai macam varietas tersebut, diantaranya adalah timun lokal, timun watang (timun yang memiliki kulit tebal dan cenderung keras), timun wuku (timun yang kulitnya sedikit tebal dan agak keras). timun suri (disebut juga sebagai krai, yakni timun yang berwarna kuning dan berukuran lima kali lebih besar dari timun lokal), dan terakhir adalah timun emas (sebuah dongeng masal lalu yang saat ini sudah jarang diperdengarkan).

Mengenal Timun

mengenal timun

via pinterest.com

Dari beragam varietas timun yang telah disebutkan diatas, dalam artikel ini aku akan membahas satu jenis timun yang paling populer, yakni timun lokal. Buah ini berasal dari tanaman timun yang tumbuh merambat seperti halnya tanaman semangka, melon, dan labu dan tanaman ini sangat mudah untuk dibudidayakan.

Bukan hanya karakter tanaman timun saja ternyata yang mirip dengan tanaman labu, semangka, dan melon, akan tetapi karakteristik buah tersebut juga bisa dikatakan sama, yakni memiliki kandungan air sangat banyak (90%) sehingga buah tersebut pas untuk melawan dehidrasi.

Secara umum budidaya timun dilakukan pada tanah yang tidak kering alias sedikit basah dan gembur meski tanaman ini sebenarnya tidak butuh terlalu banyak pupuk.

Para petani biasanya menanam ketimun ketika musim hujan sudah berakhir. Namun bukan berarti tanaman ini membenci air, bukan. Alasannya adalah, penanaman yang dilakukan setelah musim hujan akan meningkatkan jumlah dan mutu buah. Hanya saja tanaman ini harus sering disiram.

Pada masyarakat kita, timun seringkali dipergunakan sebagai campuran rujak buah, lalapan, dan acar. Timun juga dipercaya sebagai obat beberapa macam penyakit sekaligus juga dipergunakan dalam industri kecantikan.

Manfaat Timun

manfaat timun

via suchandsuchfarm.com

Selain kesegaran dan kerenyahan pada tiap-tiap gigitan daging buah timun, ternyata buah ini juga menawarkan banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan.

Menurut para ahli, buah mentimun mengandung air, kalori, karbohidrat, protein, lemak, vitamin K, vitamin C, vitamin A, magnesium, kalium, mangan, thiamin, folat, asam pantetonat, seng, tembaga, fosfor, kalsium dan zat besi. Selain itu timun juga kaya akan berbagai macam zat anti oksidan yang baik untuk menawarkan racun dalam tubuh.

Biasanya untuk para manula atau orang-orang yang berumur lebih dari 40 tahun disarankan untuk banyak mengkonsumsi buah ketimun. Dalam hal kesehatan, buah timun memiliki beberapa khasiat sebagai berikut:

  1. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (hipertensi)
  2. Banyak orang mempercayai hal ini dan banyak pula yang membuktikannya. Timun juga menjadi makanan yang direkomendasikan para ahli gizi untuk dikonsumsi penderita hipertensi.

    Namun untuk para remaja yang memiliki masalah darah rendah, timun bisa menjadi malapetaka meskipun seringkali buah ini sangat menggoda.

  3. Meningkatkan Jumlah Antioksidan Dalam Tubuh
  4. Kandungan air dalam mentimun memiliki efek menawar racun yang diperoleh tubuh ketika banyak beraktivitas di lingkungan yang padat polusi. Untuk kamu yang memang harus beraktivitas di jalanan, daripada kamu minum minuman antioksidan yang entahlah dan mahal harganya, sebaiknya kamu mulai berfikir ulang untuk membawa timun sebagai bekal.

    Timun mampu melepas dahaga dan antioksidan yang alami sekaligus bisa dipergunakan untuk mengganjal perut kamu yang lapar sebelum waktunya.

  5. Mencegah Sembelit
  6. Kandungan air dan biji mentimun yang ikut termakan merupakan salah satu cara ampuh untuk kamu yang sering mengalami sembelit.

    Jadi, jangan lupa mengkonsumsi timun setelah kamu makan makanan berat yang kurang serat, disamping merupakan pencuci mulut penghilang rasa amis atau asin yang tertinggal di lidah dan kerongkongan, tentu saja mentimun membantu mendinginkan lambung kamu dan melancarkan sistem pencernaan dalam tubuh.

  7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
  8. Jika kamu adalah seseorang yang hobi minum rendaman air buah untuk menjaga kekebalan tubuh, untuk yang satu ini kamu tidak perlu merendam mentimun karena air dalam mentimun itu sendiri sudah cukup ampuh untuk menjaga tubuhmu dari beberapa penyakit seperti misalnya flu dan batuk.

  9. Mengobati Diabetes
  10. Mengkonsumsi timun disinyalir mampu untuk memperbaiki produksi insulin pada pankreas sehingga kadar gula darah dalam tubuh tidak tertimbun lama dan menimbulkan penyakit.

  11. Menurunkan Kolesterol
  12. Nah, kalau yang satu ini bisa dipastikan kebenarannya. Jika kamu bermasalah dengan kolesterol, timun solusinya.

    Maka dari beberapa hal inilah buah timun sangat direkomendasikan untuk para orang tua yang telah menurun daya tahan tubuhnya sekaligus telah banyak makan asam garam sehingga diam-diam tubuh telah banyak menimbun berbagai macam zat yang berpotensi menggerogoti daya tahan tubuh.

Sementara itu, dalam hal kecantikan, timun juga berperan untuk mengatasi kadar estetika pada wajah seperti berikut ini:

Caranya bagaimana? Haluskan buah timun untuk dijadikan masker pada kulit (untuk poin no 1,2,3) dan rambut (poin 4). Atau potong timun menjadi lingkaran-lingkaran kecil untuk dijadikan masker wajah. Selain dijadikan masker, konsumsi juga buah ketimun sebagai antioksidan yang baik juga untuk kesehatan kulit.

Cara Menanam Timun

cara menanam timun

via kalusam.wordpress.com

Bagian ini aku hendak berbagi cerita tentang garis besar budidaya timun yang sering dilakukan oleh petani timun di indonesia baik dalam pertanian organik dan non-organik.

  1. Menanam Timun Pada Umumnya
  2. Timun merupakan tanaman yang gampang tumbuh. Akan tetapi, agar tanaman bisa menghasilkan buah yang bagus dan banyak itu lain persoalan. Untuk itu, ada tahap-tahap yang telah terbukti menjadi patokan ideal dalam budidaya timun mulai dari persiapan benih hingga pemanenan.

    Hingga saat ini, ada dua macam budidaya timun yang sedang dikembangkan oleh para petani, yaitu timun organik dan timun non-organik. Pada umumnya, budidaya timun dilakukan secara non-organik yang berarti penanaman dilakukan dengan menggunakan tambahan pupuk kimia atau pestisida kimia.

    Namun demikian, bisa dibilang bahwa tahap-tahap yang harus dilakukan dalam membudidayakan timun secara organik ataupun non-organik tidaklah jauh berbeda.

    Syarat utama dalam membudidayakan timuan adalah benih yang bagus, persiapan lahan yang matang, dan perawatan. Tanaman timun akan menghasilkan buah setelah berumur antara 50-70 hari. Sebaiknya, buah timun dipanen sebelum matang tetapi juga tidak terlalu muda supaya rasa yang didapat dari buah timun segar dan tidak pahit.

    Tahap-Tahap Penanaman:

    1. Pemilihan Benih
    2. Benih timun tidaklah sulit di dapat. Benih tersebut banyak tersedia di toko pertanian ataupun di jual secara online. Pastikan kamu memilih benih yang benar-benar bagus dengan mengkonsultasikan dahulu dengan penjualnya. Umumnya, benih yang bagus lebih mahal harganya.

      Namun jika kamu ingin memakai benih dari buahnya langsung, kamu tidak bisa menggunakan mentimun yang di jual di pasar karena bijinya belumlah layak untuk dijadikan benih.

      Timun yang ideal untuk dijadikan benih adalah timun yang sudah tua. Ambil biji dari mentimun tersebut, bersihkan lendirnya dengan menggunakan abu bakar, lalu keringkan selama kurang lebih dua jam. Setelah itu simpanlah dulu benih itu dalam kemasan tertutup selama beberapa hari sebelum benih ditanam.

    3. Persiapan Lahan
    4. Timun mudah tumbuh di segala medan asal mengandung cukup air. Namun demi hasil panen yang maksimal, sebaiknya lahan dipersiapkan dengan matang. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah cangkul tanah terlebih dahulu agar gembur dan berongga sehingga sirkulasi udara dalam tanah bagus.

      Setelah tanah cukup gembur lalu buatlah bedengan memanjang. Panjang bedengan ini bebas, tetapi lebarnya sebaiknya sekitar 1 meter dengan tinggi kurang lebih 50-70 cm. Lalu jarak antar bedengan atau paritnya adalah 70 cm. Parit ini berfungsi untuk pengairan sekaligus sebagai drainase ketika turun hujan.

      Setelah bedengan jadi, selanjutnya taburkan pupuk kandang merata diatas permukaan bedengan dengan jumlah 2 kg per meter. Tambahkan pupuk kimia secukupnya (sedikit dan merata) seperti NPK, PHONSKA, ZA, SP, atau KCL.

      Selanjutnya dan sebaiknya, tutup bedengan dengan plastik mulsa. Plastik ini berguna agar tanah disekitar tanaman tidak ditumbuhi gulma dan melindungi akar tanaman dari serangan virus.

      Di sisi lain, plastik ini bisa menjaga kelembaban tanah ketika musim kemarau. Setelah ini, diamlan tanah selama beberapa hari sebelum diisi dengan benih.

      Buat lubang penyemaian dengan diameter 10 cm dengan jarak antar lubang 50 cm. Satu bedengan bisa dibuat dua baris tanaman kiri dan kanan dengan pengaturan jarak tanaman yang diseragamkan.

      Agar memperoleh hasil maksimal, kocorkan pupuk kocor pada tiap-tiap lubang tanam agar tanah menjadi lebih gembur dan pupuk kandang yang telah ditabur di awal benar-benar terurai. Diamkan beberapa hari sebelum lubang-lubang tersebut diisi dengan biji.

    5. Penyemaian Benih
    6. Menyemai biji timun sangat mudah. Biji tinggal di taruh di lubang-lubang bedengan. Pastikan tanah dalam kondisi basah atau tidak kering. Empat hari kemudian biji itu mulai tumbuh.

    7. Pemasangan Ajir
    8. Ajir adalah bilah bambu yang dipasang pada tiap-tiap lubang tanaman. Ajir berfungsi sebagai rambatan tanaman agar tanaman nanti tidak menjulur kebawah. Jika tanaman menjulur di rambatan, maka buah yang dihasilkan akan lebih bagus dan mudah dipantau,dirawat dan dipanen.

      Ajir sebaiknya dipasang jika tanaman sudah memiliki dua helai daun. Hal ini dilakukan agar pemasangan ajir tidak merusak akar tanaman.

    9. Perawatan
    10. Perawatan utama yang dilakukan ketika tanaman ini tumbuh adalah pengairan. Karena tanaman ini sangat membutuhkan banyak air, maka lahan yang dipergunakan untuk menanam tidak boleh dibiarkan mengering.

      Namun demikian, tanaman ini juga tidak suka jika tanah banyak menyimpan air alias sirkulasi airnya tidak bagus. Salah satu fungsi parit di sela-sela bedengan adalah sebagai resapan jika tanaman mendapatkan air yang berlebih dari hujan. Parit ini sekaligus menjadi area peyiraman sehingga air tidak langsung disiramkan ke bedengan.

      Selain penyiraman, tanaman ini masih perlu untuk dipupuk lagi dengan cara menambahkan sedikit pupuk NPK di sekitar pinggir lubang tanaman (asal tidak kena batang tanaman secara langsung).

      Hama pada tanaman ini adalah gulma, ulat, serangga, dan wereng. Jika terpaksanya tanaman ini harus membasmi hama dengan pestisida, sebaiknya hal ini dilakukan sebelum tanaman mulai berbuah.

      Selebihnya, hama-hama tersebut baiknya disingkirkan secara manual. Untuk itulah sebaiknya tanaman diperiksa setiap hari. Untuk mengetahui keberadaan hama seperti ulat sangatlah mudah, tentunya daun akan berlubang jika si ulat telah menginvasi daun tersebut.

    11. Pemanenan
    12. Tanaman akan berbunga ketika berumur dua puluh hari dan mulai berbuah di usia ke 40 hari. Setelah buah cukup siap dipetik, yakni buah yang tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua (hal ini bisa dilihat dari bentuknya), buah bisa dipanen. Konon waktu panen yang baik adalah pagi hari dengan memotong tangkai buah dengan menggunakan pisau tajam.

      Buah timun bisa dipanen setiap hari hingga tanaman berumur 70 hari. Setiap buah memiliki besar dan panjang yang berbeda-beda.

      Namun panjang ideal yang dijadikan standar agar bisa masuk di supermarket adalah 15-20 cm dengan bentuk buah mulus dan tidak bengkok. Timun dengan kriteria diluar itu bisa langsung di pasarkan di pasar tradisional.

      Timun sebaiknya disimpan di tempat yang teduh. Sengatan matahari dalam waktu yang lama pada timun yang telah dipetik mengakibatkan turunnya kualitas timun tersebut dengan tanda timun kehilangan kekencangan teksturnya atau sampai terlihat kusut dan keriput.

  3. Menanam Timun Organik
  4. Menanam timun secara organik dan non organik hanya beda tipis. Perbedaannya terdapat pada metode pemupukannya saja. Selebihnya, tahap-tahap yang dilakukan sama saja.

    Jika kamu tertarik menanam timun secara organik, kamu bisa memulai tahap-tahapnya seperti yang telah dijelaskan di poin pertama.

    Hanya saja ketika di poin pertama disebutkan tentang penggunaan pupuk kimia, pupuk ini diganti dengan booster pupuk kandang seperti misalnya pupuk kocor, atau bakteri pengurai tambahan yang bisa didapatkan di toko pertanian ataupun online.

    Bakteri pengurai tambahan tersebut, sebagaimana pupuk kimia, berfungsi untuk mempercepat pematangan tanah sehingga mudah diserap oleh tanaman. Tanpa adanya bantuan pupuk tersebut, tanaman akan tumbuh sedikit lebih lambat.

  5. Menanam Timun Di Pot/Polybag
  6. Tanaman timun ternyata juga bisa dibudidayakan di pot/polybag lho. Hanya saja kamu membutuhkan pot atau polybag dengan ukuran besar dengan diameter sekitar 50 cm.

    Pot yang besar ini selain berfungsi sebagai tempat menampung suplay makanan yang berlimpah juga menahan tanaman dan ajir agar tidak ambruk ketika tanaman sudah mulai berbuah. Pot dengan ukuran besar juga membuat hasil produksi ketika panen tidak kalah dengan penanaman yang dilakukan di lahan/ kebun.

    Tahap-tahap yang harus dipersiapkan untuk menanam timun dalam pot/polybag adalah sebagai berikut:

    1. Siapkan Benih yang Baik
    2. Tahap ini bisa menggunakan metode yang telah ditulis dibagian sebelumnya.

    3. Siapkan Wadah Pot/Polybag
    4. Pot atau polybag ini nantinya akan diisi dengan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Sebelum pot diisi campuran tanah dan pupuk kandang, taruhlah kerikil dipermukaan dasar pot.

      Baiknya media tanam tersebut diberi booster pupuk NPK (non-organik) atau pupuk kocor dan bakteri pengurai (organik) dan didiamkan beberapa hari sebelum benih ditaruh pada meida tersebut.

    5. Penyemaian
    6. Timun tidak membutuhkan media penyemaian. Taruhlah 1-3 biji dalam pot dan siram setiap hari dengan air yang cukup. Setelah tanaman mulai tumbuh dan agak tinggi, pilihlah satu tanaman yang paling bagus dari ketiga benih yang telah tumbuh tersebut dengan mencabut tanaman yang tidak dikehendaki.

    7. Pemasangan Ajir
    8. Ajir bisa dipasang setelah poin nomer tiga tersebut sudah tercapai.

    9. Perawatan
    10. Seperti halnya telah dibahas pada bagian sebelumnya, budidaya timun didalam pot/polybag juga harus diperhatikan kelembaban media tanamnya. Usahakan jangan terlalu kering dan jangan terlalu basah (seperti lumpur).

      Selain pengairan yang harus diperhatikan baik-baik, setelah tanaman besar, sebaiknya media tanam diberi pupuk tambahan seperti NPK (untuk budidaya timun non-organik) ataupun pupuk kocor (budidaya timun organik).

      Sebaiknya daun-daun yang sudah menguning dihilangkan dan cabang-cabang yang tidak bagus mulai dipangkas untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman ini.

      Ketika tanaman mulai berbuah, pengurangan buah juga bisa dilakukan agar jumlah buah pada satu tanaman tidak terlalu banyak dan buah akan cepat besar. Pilih buah-buah yang kira-kira tidak tumbuh sempurna dengan memperhatikan teksturnya.

    11. Pemanenan
    12. Seperti halnya di poin sebelumnya, pemanenan bisa dilakukan di pagi hari dengan memotong tangkai buah menggunakan pisau tajam. Ambil buah yang besar terlebih dahulu dan sisa buah lainnya bisa dipanen di hari berikutnya sampaia tanaman berusia 70 hari.

Peluang Bisnis Usaha Budidaya Timun

peluang usaha budidaya timun

via pinterest.com

Hampir setiap petani timun mengakui bahwa bertani timun selalu menguntungkan karena biaya yang dikeluarkan sebagai modal tidak terlalu banyak dan harga buah timun relatif stabil. Di sisi lain, buah timun sangat mudah dipasarkan dan buah tersebut termasuk bisa disimpan dalam waktu yang lama alias tidak mudah busuk.

Harga jual timun lokal berkisar antara 3000-5000 rupiah per kilonya. Sementara satu pohon timun bisa menghasilkan buah hingga 6-8 kilo selama masa produktif.

Jika satu bedengan yang panjangnya 15 meter bisa diisi kira-kira 60 batang tanaman timun, maka perkiraan total produksi yang bisa dicapai adalah (dengan mengambil angka rendah 6 kilo per pohon) 60x6=360 kilo.

Jika perkilonya dihargai dengan harga 3.000 rupiah, maka pendapatan petani dalam tiap bedengan adalah 360x3000= 1.080.000 rupiah.

Berapa biaya membuat satu bedengan yang panjangnya 10 meter dengan metode penanaman seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya? Untuk itu kita akan melihat kembali modal yang dikeluarkan dalam membuat satu bedengan.

Modalnya adalah:

  1. Benih Timun
  2. Benih ini bisa dibeli secara online ataupun di toko pertanian dengan harga 22.000-25.000 rupiah per kemasan. 1 kemasan ini bisa digunakan untuk menanam timun dengan luas lahan 1 hektar. Jadi kalau hanya untuk 1 bedengan saja barangkali harganya hanya 1000 rupiah.

  3. Pupuk Organik
  4. Pupuk ini berharga 500 per kilonya. Tapi dalam pertanian, biasanya petani membeli borongan dengan harga yang murah. Justru kalau di pedesaan, pastinya banyak yang memelihara sapi.

    Peternak sapi sangat senang jika kotoran sapi mereka cepat laku agar tidak membuat polusi disekitar kandang. Oleh karena itulah harga pupuk kandang sangatlah murah.

    Untuk satu bedengan, anggaplah kita membutuhkan 200 kg pupuk kandang. Maka biaya untuk pupuk ini adalah 200x500=100.000 rupiah.

  5. Pupuk Kimia
  6. Anggaplah kita hanya memakai pupuk NPK yang harganya berkisar 4000 rupiah/kg. Karena kita hanya membutuhkan sedikit pupuk kimia, anggaplah dalam 1 bedengan kita membutuhkan 3 kg pupuk kimia untuk persiapan lahan dan masa perawatan. Dengan begitu jumlah anggaran untuk pupuk ini adalah 12.000 rupiah.

  7. Pupuk Kocor
  8. Pupuk kocor harganya sangat bervariasi, kita pilih yang harganya 50.000 rupiah saja per kemasan yang bisa digunakan untuk 1 bedengan.

  9. Plastik Mulsa
  10. Biasanya petani beli per roll dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang 500 meter. Harga plastik ini berkisar antara 800.000-850.000 rupiah. Jadi berapa harga untuk 10 meter plastik? Anggap saja 20 ribu ya biar gampang.

  11. Batang Bambu
  12. Jika satu bedengan berisi 40 tanaman, maka kita butuh 40 buah bedengan dengan jumlah bambu yang dibutuhkan tak lebih dari 10 batang. Jika bambu ini kita beli, maka pengeluaran kita sekitar 50.000 rupiah.

  13. Air
  14. Ini agak susah diukur, tetapi kita anggarkan saja 200.000 rupiah.

Jadi berapa modal kita untuk satu bedengan:

Jadi, dengan analisis bodoh seperti ini, kita masih bisa melihat keuntungan satu bedengan tanaman ketimun. Tadi kita memiliki angka 1.080.000 rupiah untuk harga jual dengan modal 500.000 rupiah per bedengan.

Nah, keuntungan ini tentunya kita dapat selama masa penanaman timun, yakni 2,5 bulan (70 hari). Itupun kita menghitung dengan melebihkan biaya produksi lho.

Padahal semestinya, biaya produksi untuk lahan 15x20 meter atau kurang lebih menjadi 15 bedengan itu sangat jauh lebih murah. Kisaran untung rata-rata untuk 15 bedengan budidaya timun adalah 9 jutaan rupiah.

Jadi, jika kita punya 15 bedengan saja, teman, kita bisa meraup untung 9 juta rupiah hanya dalam tiga bulan saja. Kita hanya perlu repot di awal dan selanjutnya tinggal monitoring saja kok, dan itu tidak repot.

Nah, bagaimana menurutmu? Apakah budidaya timun itu merupakan bisnis yang menarik? Menurutku iya. Maka kenapa tidak?! Ayo kita kembali ke ladang!!!

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 BudidayaKitaContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service