BudidayaKita

Budidaya Hewan dan Tanaman

yuk bercocok tanam dengan hidroponik sederhana di rumah

via gardenculturemagazine.com

Yuk, Bercocok Tanam Dengan Hidroponik Sederhana di Rumah

October 24, 2016

Ingin bertani tapi tidak punya lahan? Hidroponik sederhana bisa menjadi solusinya. Anda bisa bertani dan menanam berbagai sayuran di rumah anda menggunakan metode hidroponik. Selain tidak butuh lahan, hidroponik sama sekali tidak perlu tanah.

Dalam model pertanian hidroponik, media utama yang digunakan adalah air. Tanaman bisa tumbuh hanya dengan air? Tentu tidak, karena melalui air, nutrisi atau larutan pupuk cair yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh bisa diberikan.

Prinsip dasar hidroponik adalah bercocok tanam menggunakan media air. Dengan metode ini anda tidak perlu melakukan penyiraman dan tidak perlu berkotor-kotor karena tidak menggunakan tanah.

Namun anda tetap harus memastikan bahwa tanaman mendapatkan cukup nutrisi untuk tumbuh kembang yang lengkap, seperti halnya metode penanaman konvensional lainnya. Jika tidak, maka tanaman akan kesulitan berkembang, dan anda bisa gagal panen.

Aneka Media Tanam Hidroponik dan Keunggulannya

aneka media tanam hidroponik dan keunggulannya

via pinterest.com

Pada perkembangannya, orang meningkatkan kreativitas baru di dunia hidroponik. Media tanam hidroponik berkembang terus dengan penggunaan aneka bahan seperti sekam, pasir, kerikil, cocopeat atau sabut kelapa dan sebagainya.

Intinya tetap sama, yaitu tidak menggunakan tanah. Tetapi walaupun tidak menggunakan tanah, nutrisi tanaman tetap harus diberikan diberbagai media tanam hidroponik yang digunakan.

Berikut ini adalah berbagai jenis media tanam hidroponik yang telah banyak digunakan dalam model penanaman berkebun hidroponik:

  1. Arang Sekam
  2. Sisa pembakaran sekam padi ini dikenal dengan arang sekam. Arang sekam telah popular digunakan sebagai pengganti tanah dan media tanam hidroponik yang cukup murah dan gampang.

    Anda bisa mendapatkan arang sekam sebagai sisa limbah di industry pembuatan batu bata. Keunggulan arang sekam sebagai pengganti tanah adalah daya ikat air yang tinggi dan aerasi yang baik.

  3. Spons
  4. Media tanam dari spon ini juga bisa digunakan sebagai media tanam hidroponik. Spon cepat menyerap air dan mampu menyangga akar tanaman. Namun harga spons cukup mahal, dan dinilai kurang ramah lingkungan karena terbuat dari terumbu karang.

  5. Rockwoll
  6. Roskwoll sangat popular di kalangan para pelaku hidroponik. Rockwoll terbuat dari batuan basalt yang telah dipanaskan dalam suhu tinggi. Bentuknya mirip dengan spons dengan serabut-serabut halus.

    Rockwoll bisa dipotong sesuai dengan kebutuhan, sifatnya menyerap air dan baik untuk mendukung pertumbuhan akar. Harga rockwoll juga lumayan, apalagi jika anda membutuhkannya dalam jumlah banyak.

  7. Cocopeat
  8. Media tanam hidroponik yang satu ini adalah media tanam organic yang cukup murah meriah. Cocopeat merupakan serbuk dari sabut kelapa karenanya merupakan bahan yang sederhana dan sangat ramah lingkungan.

    Daya serap cocopeat tinggi sehingga cocok digunakan sebagai media tanam. Biasanya cocopeat dikombinasikan dengan arang sekam untuk menaikkan kemampuan aerasi.

  9. Perlite
  10. Salah satu media tanam hidroponik lainnya adalah perlite. Perlite merupakan batuan silica yang telah dipanaskan dalam suhu tinggi. Selain PHnya netral, pelite memiliki kemampuan aerasi yang baik, ringan dan memiliki daya serap tinggi. Perlite juga bisa dikombinasikan dengan cocopeat atau vermiculite.

  11. Pumice
  12. Media tanam pengganti tanah lainnya adalah pumice. Pumice terbuat dari batuan basalt, dan bisa dikombinasikan dengan arang sekam atau vermiuculite. Aerasi yang dihasilkan pumice cukup baik, apalagi jika dikombinasikan dengan teknik dan perbandingan yang pas.

  13. Vermiculite
  14. Vermiculite juga terbuat dari berbagai jenis bebatuan yang telah dipanaskan dalam suhu tinggi. Memiliki daya serap yang baik serta kemampuan aerasi yang memadai untuk tumbuh kembang akar yang optimal. Vermiculite lebih baik jika dikombinasikan dengan media tanam lainnya.

  15. Pasir
  16. Pasir pantai atau pasir pegunungan juga baik untuk digunakan sebagai media tanam hidroponik. Pasir dapat diletakkan dalam pot untuk tanaman indoor. Selain nampak bersih dan cantik, penggunaan pasir sebagai pengganti tanah juga baik untuk tanaman.

  17. Serbuk Kayu
  18. Serbu gergajian kayu adalah limbah yang biasa digunakan sebagai bahan bakar untuk pabrik pembuatan tahu. Serbuk kayu cocok digunakan sebagai pengganti tanah untuk tanaman tertentu, namun sebaiknya ia dikombinasikan dengan media tanam lainnya. Hal ini penting untuk menjaga kelembaban udara dan sirkulasi air.

  19. Hydrogel
  20. Salah satu media tanam hidroponik yang bentuknya menarik dan cocok untuk hiasan dalam ruangan adalah hydrogel. Gel yang berbentuk bulat menyerupai kelereng ini cantik karena berwarna-warni. Hydogel mampu menyerap air dengan baik. Tanaman-tanaman hias di atas meja dalam ruangan cocok menggunakan hydrogel.

Selain benda-benda diatas, pecahan batu bata, kerikil, kapas dan hydroton juga bisa dijadikan media tanam hidroponik. Hidroton memiliki PH netral, mampu menyerap air serta tidak merusak akar. Sementara kapas sangat cocok digunakan sebagai media tumbuhnya bibit menggantikan tanah.

Nah, mana yang akan anda pilih? anda bisa mencoba semuanya jika anda mau. Masing-masing media tanam memiliki keunggulan. Anda bisa menggunakan sesuai kebutuhan dan model instalasi hidroponik anda.

Contoh Instalasi Hidroponik Menggunakan Barang-Barang Bekas Sederhana dan Murah

contoh instalasi hidroponik menggunakan barang barang bekas sederhana dan murah

via pinterest.com

Hidroponik tidak selalu membutuhkan modal banyak dan biaya yang besar. Banyak barang-barang bekas disekitar kita yang bisa dijadikan media tanam hidroponik. Jadi anda tidak perlu membeli banyak barang untuk membuat instalasi hidroponik sederhana.

Apa yang anda butuhkan untuk membuat instalasi hidroponik adalah ember plastic bekas, sterofoam bekas, rockwool sebagai media tanam bibit, net pot atau gelas plastic bekas air mineral, kapas, kain flanel atau sumbu kompor untuk media tanam.

Tidak lupa, bibit atau benih tanaman dan larutan nutrisi juga harus anda siapkan untuk membuat instalasi hidroponik sederhana. Bibit tanaman bisa apa saja seperti benih sawi, pokcoy, cabe, tomat, seledri dan lain sebagainya. Sementara larutan nutrisi atau pupuk cair juga bisa anda buat sendiri.

Berikut ini adalah langkah-langkah media tanam hidroponik sederhana dari barang-barang bekas yang telah disebutkan diatas, yuk disimak:

  1. Pertama
  2. Bersihkan semua perlengkapan yang digunakan, seperti ember, gelas plastic mineral, sterofoam bekas dan sebagainya. Untuk sumbu kompor, sebaiknya gunakan sumbu kompor baru yang belum terkena minyak tanah.

  3. Ke-dua
  4. Berikutnya, lubangi sterofoam sebanyak 8 sampai 10 lubang atau sesuai dengan kebutuhan. Diameter lubang seukuran dengan gelas plastic. Demikian juga dasar gelas plastic air mineral, lubangi dengan diameter yang cukup untuk masuknya sumbu kompor.

  5. Ke-tiga
  6. Masukan sumbu kompor, tarik hingga menjuntai cukup panjang.

  7. Ke-empat
  8. Lubangi rockwool untuk menanam bibit sayuran, masukan 1-2 butir bibit ke dalam lubang tersebut. Letakkan rockwool di dalam gelas plastic.

  9. Ke-lima
  10. Masukan gelas-gelas plastic pada lubang sterofoam. Letakkan sterofoam diatas ember plastic yang telah berisi air. Pastikan sumbu kompor mencapai air di dalam ember.

  11. Ke-enam
  12. Tunggu beberapa hari, jika bibit tanaman sudah bertunas dan tumbuh daun 3-4 helai, anda bisa mulai memasukan larutan nutrisi tanaman sebagai pupuk bagi tanaman hidroponik anda.

Sederhana bukan? Instalasi hidroponik menggunakan barang-barang bekas tidak ribet dan mahal. Anda bisa menggunakan barang-barang yang sudah tak terpakai di rumah. Dengan memanfaatkan barang bekas untuk praktek hidroponik sederhana ini anda sudah menjadi seorang petani.

Anda bisa mengkreasikan kebutuhan peralatan untuk instalasi hidroponik sederhana diatas sesuai dengan selera dan kreativitas anda.

Panduan Membuat Nutrisi Hidroponik Sendiri

panduan membuat nutrisi hidroponik sendiri

via gardenculturemagazine.com

Secara umum tanaman dapat tumbuh dengan baik apabila terpenuhi unsur-unsur hara, baik mikro maupun makro. Apalagi pada tanaman yang ditanam dengan metode hidroponik, tanaman sangat bergantung pada nutrisi hidroponik yang terdapat pada air.

Berbeda dengan tanaman yang ditanam di tanah, tanah biasanya telah memiliki unsur dasar untuk tumbuh kembang tanaman, walaupun tetap membutuhkan tambahan nutrisi.

Unsur makro yang dibutuhkan tanaman adalah unsur nitrogen, (N), Pospor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) dan Sulfur (S). Sementara unsur mikro adalah nutrisi yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil. Unsur mikro terdiri atas tembaga, boron, besi, seng, mangan, natrium, cobalt, khlor, nikel dan sebagainya.

Unsur-unsur baik makro maupun mikro ini terdapat pada alam bebas. Namun ada juga yang buatan, seperti pupuk yang telah kita kenal.

Nutrisi hidroponik khusus biasanya bisa dibeli langsung dari toko-toko pertanian dan siap digunakan. Namun, anda juga bisa meraciknya sendiri supaya lebih menghemat pengeluaran untuk kebun hidroponik anda.

Alat yang harus anda siapkan adalah ember, timbangan, wadah plastic, pengaduk. Cara membuat nutrisi hidroponik dari racikan pupuk-pupuk pabrikan adalah sebagai berikut;

Bahan:

Cara membuat nutrisi hidroponik cukup mudah. Pertama, isi 3 buah wadah plastic (bisa menggunakan gelas minuman kemasan bekas yang telah dicuci bersih) dengan air bersih 100 ml.

Larutkan NPK, KCL dan Gandasil ke dalam masing-masing wadah. Gunakan pengaduk agar pupuk benar-benar larut semuanya. Lalu tuang ketiga wadah tersebut ke dalam ember atau bak plastic yang berisi air 10 Lt tersebut. Aduk kembali dengan pengaduk hingga tercampur merata.

Larutan nutrisi hidroponik diatas bisa digunakan untuk berbagai tanaman seperti kangkung, sawi atau cabai. Jika anda menanam tanaman yang memiliki buah seperti terung, mentimun, tomat atau melon, anda bisa menambahkan pupuk larutan urea ke dalam campuran nutrisi tersebut. Gandasil yang bisa digunakan adalah gandasil untuk buah.

Selain nutrisi hidroponik sederhana diatas, ada juga formula lainnya yang bisa anda buat sendiri. Formula yang dimaksud adalah formula dari bahan alami organik.

Panduan Membuat Nutrisi Hidroponik Alami Lebih Sehat dan Hemat

panduan membuat nutrisi hidroponik alami lebih sehat dan hemat

via backyard-urban-gardening.blogspot.com

Nutrisi hidroponik alami adalah nutrisi pupuk alami yang mengandung unsur makro dan unsur mikro yang berasal dari alam. Seperti halnya pupuk kandang atau kompos dari dedaunan, nutrisi hidroponik alami merupakan fermentasi pupuk cair.

Fermentasi pupuk cair alami ini terbuat dari berbagai macam bahan alami dengan kandungan yang sangat penting bagi tanaman. Cara membuatnya sangat sederhana dan gampang. Anda bisa menggunakan bahan-bahan dapur atau bahan lainnya di sekitar anda.

Kelebihan nutrisi hidroponik alami adalah biaya yang dikeluarkan lebih murah, bahkan cenderung gratis ketika bahan-bahan pembuatnya tak perlu beli.

Kedua, pupuk ini aman dan sama manfaatnya dengan nutrisi yang terbuat dari pupuk konvensional pabrikan.

Ketiga, nutrisi alami ini tidak memiliki efek samping apabila tertelan oleh binatang peliharaan maupun manusia. Karena zat pembuatnya bukanlah zat yang berbahaya, hanya berupa bahan-bahan alami seperti dedaunan, bekatul dan sebagainya.

Berikut ini adalah bahan-bahan yang anda butuhkan untuk membuat nutrisi hidroponik alami;

Bahan:

Cara membuat:

  1. Daun sirsak dan daun lamtoro ditumbuk atau diblender hingga halus
  2. Masukan dalam wadah yang cukup besar, kemudian aduk rata kotoran kambing, arang sekam, jerami, belerang, bekatul, dan gula pasir serta daun yang telah ditumbuk. Beri EM4 sebagai bioactivator
  3. Tuang air pada campuran bahan tersebut hingga cukup terendam
  4. Pasang aerator
  5. Diamkan selama sekitar 1 bulan agar terjadi fermentasi

Nutrisi hidroponik alami diatas dapat digunakan setelah nutrisi terfermentasi. Bagian yang digunakan adalah air yang berada diatas endapan pupuk alami.

Namun, sebelum mulai diberikan kepada tanaman hidroponik Anda, encerkan dahulu air nutrisi alami tersebut dengan air bersih biasa. Perbandingannya adalah 1 : 10. Jadi, setiap 100 mili air nutrisi dicampurkan kepada 1000 mili air bersih.

Jika sudah habis, sisa endapan pada pupuk alami ini dapat digunakan sebagai campuran tanah atau pupuk tanaman biasa.

Nutrisi hidroponik alami ini sangat aman digunakan dan kaya akan kandungan mikroba. Anda juga bisa menggunakannya untuk menyemprot tanaman non hidroponik sebagai pupuk cair organic biasa.

Caranya tetap sama, yaitu encerkan dengan perbandingan 1 : 10 dengan air biasa agar kepekatannya berkurang. Penggunaan pupuk cair alami ini sangat hemat dan mudah. Anda bisa membuat sekali untuk digunakan selama beberapa waktu.

Untuk lebih memudahkan dalam pengambilan air nutrisi hidroponik alami ini, anda bisa menggunakan bekas ember yang telah diberi keran dibagian bawahnya. Tutup rapat ember selama masa fermentasi.

Jika sudah melewati masa fermentasi, anda tinggal membuka keran untuk mengambil airnya sebanyak yang anda butuhkan untuk dicampurkan dengan air biasa. Jika sudah terjadi fermentasi, nutrisi hidroponik alami tersebut tidak berbau, walaupun di dalamnya terdapat kotoran kambing.

Metode Pertanian Hidroponik Gampang dan Menguntungkan

metode pertanian hidroponik gampang dan menguntungkan

via pinterest.com

Metode pertanian hidroponik sesungguhnya gampang dan menguntungkan. Anda bisa mendapatkan berbagai jenis sayuran yang anda butuhkan dengan metode pertanian yang modern ini.

Secara umum metode pertanian hidroponik terbagi atas tiga jenis, yaitu metode hidroponik dengan kultur air, hidroponik dengan kultur agregat serta hidroponik nutrient film technique. Ketiganya memiliki keunggulan dan tingkat kesulitan sendiri-sendiri.

Metode hidroponik kultur air adalah metode dimana tanaman yang ditumbuhkan pada media tanam hidroponik, pada bagian dasarnya akar tanaman mampu menyerap atau menyentuh larutan air dengan unsur makro dan mikro yang dibutuhkan.

Sementara, metode pertanian hidroponik teknik agregat, media tanam seperti sekam padi, pasir, spons, kerikil disterilkan. Unsur mikro dan makro diberikan melalui selang plastik yang di instalasi sedemikian rupa.

Pada teknik hidroponik nutrient film caranya adalah tanaman dipelihara dalam parit yang dialiri larutan nutrisi. Kemudian pada bagian akar akan terbentuk film atau lapisan yang akan menjadi bahan makanan bagi tanaman.

Jadi, intinya dari ketiga metode pertanian hidroponik diatas, yang membedakan satu dengan lainnya adalah proses atau system pengairannya. Masing-masing metode ini tentu memiliki model instalasi yang berbeda.

Sekalipun berbeda proses pengairan, hal yang haus diperhatikan dalam metode pertanian hidroponik sama, yaitu keberadaan unsur hara, oksigen, media tanam dan air.

Instalasi hidroponik yang dipilih memungkinkan air dan unsur hara serta oksigen dapat diserap dengan baik oleh media tanam hidroponik. Dengan demikian, unsur nutrisi tersebut dapat digunakan dengan baik oleh tanaman untuk tumbuh kembang.

Pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi oleh pemilihan media tanaman yang digunakan. Media tanam tidak boleh mengandung zat yang bisa meracuni tanaman. Selain itu juga mampu menjaga kelembaban, menyediakan oksigen, air dan unsur hara dengan maksimal. Jika unsur hara tidak mampu diserap tanaman, tanaman akan kerdil bahkan mati.

Sementara, oksigen yang terlalu rendah menyebabkan permeabilitas membrane sel menurun. Sehingga tanaman akan layu karena tak mampu menyerap air dan nutrisi.

Karena itu, memilih metode pertanian hidroponik harus diikuti dengan perhatian dan intensitas yang cukup untuk belajar. Anda harus jeli dalam memilih model instalasi, media tanam yang akan digunakan, hingga jenis nutrisi dan bagaimana membuat atau mendapatkannya.

Setiap pilihan anda akan mempengaruhi biaya dan hasil yang akan anda dapatkan. Tidak hanya itu, sekalipun metode pertanian hidroponik jarang gagal dan minim gangguan hama namun bukan berarti tidak beresiko.

Biaya produksi untuk metode pertanian hidroponik cenderung murah, walaupun tampak besar di awal. Investasi awal untuk model pertanian ini memang cukup banyak jika anda memilih instalasi hidroponik modern dan cukup besar.

Misalnya, untuk membeli paralon, media tanam dan nutrisi. Instalasi dengan system tertentu juga membutuhkan tambahan energy listrik untuk mengalirkan nutrisi dan air pada waktu tertentu secara berkala.

Namun demikian, metode ini memiliki banyak sekali keunggulan yang akan menguntungkan anda. Pertama, tanaman yang ditanam melalui metode hidroponik lebih cepat tumbuh dan hasilnya bagus (dengan catatan bibit yang digunakan juga baik).

Hal ini karena kontrol terhadap ketersediaan air, nutrisi makro dan mikro bagi tumbuh kembang tanaman, pH air, hama dan penyakit tanaman, semua akan sangat terlihat dan diperhatikan.

Keuntungan berikutnya adalah, metode pertanian hidroponik tidak membutuhkan banyak tenaga. Anda tidak perlu membayar tenaga kerja karena tidak ada kegiatan menyiangi, memupuk dan sebagainya seperti pada pertanian konvensional.

Anda bisa melakukan semuanya sendiri, begitu instalasi hidroponik terpasang di pekarangan atau di dalam rumah anda. Tidak hanya itu, metode pertanian ini juga sangat bersih, tidak kotor dan berbau.

Apabila anda sungguh-sungguh ingin mencoba hidroponik, anda bisa memulai dari metode pertanian hidroponik sederhana. Yaitu dengan membuat instalasi sederhana dari bahan-bahan dan peralatan yang ada di rumah anda.

Jika anda sudah bisa memahami dan mempraktekkan prinsip-prinsip pada pertanian hidroponik dan berhasil, anda bisa meningkatkan level investasi anda. Misalnya dengan menambah model instalasi baru menggunakan bahan yang lebih baik dan tahan lama.

Investasi pada pertanian hidroponik sederhana juga bisa dikembangkan secara bertahap, sesuai dengan kemampuan anda dalam mempraktekkan setiap hal. Misalnya, untuk tahap pendahuluan anda bisa membeli nutrisi, pada tahap lanjut anda bisa membuat nutrisi alami sendiri dari bahan-bahan sederhana disekitar anda.

Terpenting adalah, semangat hidroponik sederhana adalah semangat bertani walaupun dalam keterbatasan lahan. Serta semangat untuk memproduksi pangan sendiri yang sehat dan aman dengan memberdayakan potensi yang dimiliki. Berani mencoba?

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 BudidayaKitaContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service