BudidayaKita

Budidaya Hewan dan Tanaman

cara ternak kambing yang benar dan peluangnya yang menjanjikan

via animalstown.com

Cara Ternak Kambing yang Benar dan Peluangnya yang Menjanjikan

September 7, 2016

Ternak kambing merupakan usaha yang sangat biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia, terutama untuk masyarakat di daerah pedesaan. Di daerah pedesaan, sebagian besar masyarakatnya adalah petani yang memiliki sawah atau ladang.

Usaha ternak kambing menjadi salah satu usaha sampingan yang banyak dilakukan oleh para petani. Selain menggarap sawah, para petani juga melakukan ternak kambing karena mudah untuk dilakukan.

Namun selain kambing, ayam dan sapi juga menjadi hewan ternak. Akan tetapi kambing cukup banyak diminati karena keuntungannya lebih besar dibandingkan ternak ayam dan perawatannya lebih mudah dibanding sapi.

Sayangnya para petani di pedesaan hanya melakukan ternak kambing sebagai usaha sampingan saja. Kambing-kambing yang dimiliki biasanya berjumlah terbatas dan para petani tidak memiliki target tertentu yang ingin dicapai.

Memelihara kambing hanya merupakan tradisi karena para petani menjadikan kambing sebagai harta simpanan. Yang mana jika ada kebutuhan mendadak, kambing dapat dijual demi memenuhi kebutuhan tersebut.

Seperti yang Anda ketahui, kambing memiliki nilai jual yang cukup tinggi sehingga dapat menjadi simpanan yang memang tidak sedikit bagi para petani.

Namun, ada juga orang yang memiliki ketekunan lebih dalam beternak kambing sehingga mampu memperoleh keuntungan yang lebih. Bagaimanapun, beternak kambing dapat menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan.

Bagaimana tidak? permintaan daging kambing setiap harinya cukup tinggi dan semakin hari semakin meningkat. Di Indonesia jumlah penduduknya semakin tahun semakin bertambah dan begitu pula dengan permintaan daging.

Semakin hari permintaan daging kambing semakin meningkat, namun tidak diimbangi dengan produksi yang memadai. Akibatnya negara kita masih mengandalkan impor daging.

Ternak Kambing Etawa

ternak kambing etawa untuk pemula

via betaiagrofarm.blogspot.com

Kambing Etawa merupakan salah satu jenis kambing yang banyak diternakkan untuk diambil susunya. Kambing yang satu ini memang penghasil susu, harga jualnya cukup tinggi. Dengan kata lain, ternak kambing tidak hanya untuk menghasilkan daging saja tetapi juga untuk menghasilkan susu.

Walaupun begitu, kambing Etawa juga dapat diambil dan digunakan dagingnya untuk dijual. Terutama untuk kambing yang sudah melewati masa subur atau sudah tidak dapat menghasilkan susu yang berkualitas. Untuk susu kambing Etawa sendiri dijual dengan harga tinggi karena banyak peminatnya.

Ternak kambing Etawa hanya dilakukan oleh beberapa orang saja, lebih banyak yang melakukan ternak kambing yang menghasilkan daging.

Kambing etawa sendiri memiliki ciri-ciri berupa telinga yang menggantung dan sedikit kaku dengan panjang 15 hingga 30 cm. Kambing Etawa memiliki bulu yang warnanya cukup bervariasi yaitu cokelat dan hitam.

Bulu kambing yang satu ini tebal dan sedikit lebih panjang di bagian pundak dan bawah leher untuk yang jantan. Kambing Etawa betina memiliki bulu bagian bawah yang sedikit lebih panjang.

Ternak Kambing Kacang

foto ternak kambing kacang untuk pemula

via hkti.org

Seperti yang sudah disebutkan, kambing Etawa merupakan kambing penghasil susu. Sementara kambing yang diambil dagingnya yaitu kambing kacang, salah satu jenis kambing yang ada di seluruh dunia.

Kambing Kacang merupakan kambing unggulan, dagingnya merupakan kualitas unggulan. Ciri dari kambing yang satu ini yaitu memiliki badan yang relatif pendek dan juga kecil.

Telinga kambing ini tampak tegak walaupun hanya pendek, baik yang jantan atau betina memiliki tanduk. Leher kambing ini pendek serta pada bagian punggungnya meninggi, untuk warna bulunya sendiri cukup bervariasi.

Bagi Anda yang ingin memelihara kambing, jenis kambing ini sangat cocok untuk Anda. Jika tidak untuk dijual, Anda dapat menggunakan dagingnya sendiri untuk dimasak atau untuk kebutuhan Anda sendiri.

Anda dapat menjualnya, baik dalam keadaan masih utuh atau kambing masih hidup atau dijual dagingnya saja setelah disembelih. Jenis kambing yang satu ini memang cocok untuk Anda yang ingin memanfaatkan dagingnya, bukan mencari susunya. Jika mencari daging penghasil susu maka ternaklah kambing Etawa saja.

Cara Ternak Kambing yang Benar untuk Pemula

gambar cara ternak kambing yang benar untuk pemula

via pemberdayaanmasyarakat.com

Seperti yang sudah disampaikan bahwa ada 2 jenis kambing yaitu kambing penghasil susu dan kambing pedaging. Jika Anda ingin melakukan ternak kambing, maka tentukan jenis kambing yang ingin Anda ternak.

Jika Anda ingin menjalankan usaha jual susu kambing, maka kambing yang tepat untuk Anda ternak adalah kambing Etawa dan begitu juga sebaliknya.

Penting untuk Anda ketahui bahwa beternak kambing sebenarnya sangat menguntungkan. Kotorannya saja dapat Anda manfaatkan untuk dijadikan pupuk, dapat digunakan sendiri ataupun dijual. Yang paling penting, pemeliharaan hewan ternak ini sangatlah mudah dan sederhana.

Jika ternak kambing hanya dijadikan sebagai usaha sampingan, tidak heran jika ternak kambing kurang menguntungkan. Atau ternak kambing hanya memberikan keuntungan yang tidak terlalu besar karena bukan menjadi usaha utama.

Namun jika usaha ini dikerjakan secara fokus, maka keuntungan yang diperoleh sangatlah besar. Terbukti dari banyaknya orang sukses dari usaha yang satu ini, tentunya berkat ketekunannya dalam menjalankan usaha ternak kambing.

Penghasilan dari usaha ternak kambing bisa mencapai jutaan rupiah per bulan. Untuk itu, jangan pandang remeh usaha yang satu ini walaupun tampak seperti usaha sederhana.

Petani umumnya menjadikan ternak kambing sebagai usaha sampingan karena hanya fokus pada bertaninya saja. Namun sebenarnya jika usaha ternak kambing dilakukan lebih fokus lagi maka akan menjadi usaha sampingan yang menguntungkan.

Untuk Anda yang tertarik dengan usaha ini, tidak ada salahnya bagi Anda untuk memulainya. Ternak kambing dapat dilakukan dengan sederhana, pemeliharaan kambing cukup mudah dilakukan.

Disamping itu, kambing termasuk hewan ternak yang mudah dan cepat berkembang biak. Anda dapat memulai usaha ternak kambing dengan minimal 2 ekor kambing, 1 ekor betina dan 1 ekor jantan.

Namun tidak jarang pula yang memulai usaha ternak kambing dengan hanya menggunakan 1 ekor kambing saja yaitu kambing betina. Yang mana pada waktu tertentu, peternak meminjam kambing jantan dari peternak lain untuk dikawinkan. Hal ini biasa dilakukan oleh petani yang menjadikan ternak kambing sebagai usaha sampingan.

Karena memiliki modal terbatas, beberapa petani hanya mampu membeli 1 ekor kambing saja. Namun untuk jangka panjangnya, kambing yang dibeli adalah kambing betina agar dapat menghasilkan kambing-kambing lainnya. Jika Anda memiliki modal yang terbatas, Anda dapat mencoba cara yang satu ini.

Modal untuk ternak kambing tidak terlalu besar dibandingkan dengan ternak sapi. Namun Anda dapat membeli kambing yang masih kecil atau masih muda karena harganya lebih murah. Kemudian Anda dapat memeliharanya sampai dewasa dan menunggu untuk dikembangbiakkan.

Usaha ternak kambing akan semakin mudah jika Anda tinggal di daerah yang subur tanahnya. Berkat tanah yang subur, banyak tanaman yang dapat Anda jadikan sebagai pakan kambing. Tentunya Anda sudah tahu bahwa kambing sangat menyukai daun-daunan yang segar. Di antaranya yaitu daun singkong, daun nangka, daun kacang dan masih banyak lagi lainnya.

Jika Anda tinggal di daerah yang sulit ditanami tanam-tanaman, maka Anda akan mengalami kesulitan mencari pakan kambing. Sebenarnya rumput-rumputan juga dapat dijadikan pakan kambing, namun tidak semua rumput.

Anda dapat mencoba memberikan beberapa jenis rumput yang masih segar. Jika kambing peliharaan Anda memakannya, maka Anda dapat memberikan rumput tersebut untuk dijadikan pakan. Akan tetapi berhati-hatilah pada beberapa rumput atau tanaman, terutama yang mengandung racun. Kambing sangat mudah teracuni dan risiko mati karena keracunan cukup tinggi.

Untungnya, kambing yang sakit karena keracunan tidak langsung mati dan dapat ditandai dengan beberapa hal. Kambing yang sakit dapat segera disembelih dan dijual dagingnya namun dengan harga yang lebih murah. Hal tersebut membuat Anda sebagai peternak kambing mengalami kerugian.

Untuk itu berhati-hatilah dalam memilih pakan yang akan Anda berikan pada kambing peliharaan Anda. Terutama di musim kemarau karena pada musim ini sangat sulit untuk menemukan pakan yang banyak. Namun rumput atau daun-daunan segar dapat digantikan dengan pelapah pisang atau daun jati kering.

Jika diperhatikan dari uraian tersebut, cara ternak kambing sangatlah sederhana dan cukup mudah untuk dilakukan. Untuk Anda yang belum tahu bagaimana cara beternak kambing, simak uraian berikut:

  1. Siapkan Indukan
  2. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, usaha ternak kambing dapat dimulai walau hanya dengan 1 ekor kambing saja. Jika Anda memiliki dana yang cukup, Anda dapat membeli 2 ekor kambing. Namun jika tidak, cukup beli kambing betina saja dan kawinkan kambing tersebut dengan kambing milik tetangga atau kenalan Anda.

    Jika beruntung, Anda tidak harus membayar untuk peminjaman kambing tersebut. Jangan hanya sekali meminjam kambing karena perkawinan sebaiknya dilakukan beberapa kali agar kambing betina cepat hamil.

    Jika ingin menghasilkan kambing yang gemuk dan berbobot maka gunakan indukan yang berkualitas. Gunakan kambing yang sudah berumur 8 sampai 12 bulan untuk dijadikan indukan. Selain itu perhatikan pula bentuk badannya, sebaiknya ukurannya normal dan memiliki bulu bersih.

    Kambing indukan juga sebaiknya memiliki garis pinggang dan garis punggung yang lurus. Disamping itu, pastikan kambing yang Anda jadikan indukan sehat atau tidak cacat. Pemilihan bibit yang berkualitas tentunya akan menghasilkan kambing-kambing berkualitas. Semakin bagus tubuhnya maka harga jualnya juga akan semakin tinggi.

  3. Siapkan Kandang
  4. Jika Anda berniat untuk ternak kambing, siapkan kandang yang tepat untuk kambing peliharaan Anda. Jangan hanya diikatkan pada kayu atau pohon, buatkanlah kandang dari kayu atau bambu. Tidak harus bagus, yang terpenting keamanannya dan pengeluarannya sesuai dengan dana yang Anda miliki.

    Kandang sebaiknya dibuat dengan sistem panggung, tujuannya yaitu agar Anda lebih mudah ketika melakukan pengambilan kotoran. Selain itu, kandang menjadi tidak lembab dan baik untuk kesehatan kambing. Namun jika tidak dibuat panggung juga tidak apa-apa asalkan Anda rutin mengambil kotorannya.

    Jika kotoran kambing tidak diambil secara rutin maka kotorannya akan semakin menumpuk. Dalam hal ini, Anda membutuhkan karung sak yang besar dan juga banyak. Anda dapat memasukkan dan menyimpan kotoran kambing di dalam karung sak.

    Kotoran tersebut dapat Anda jual atau digunakan sendiri jika Anda memiliki lahan yang sedang digarap. Untuk kandang sebaiknya berlokasi tidak terlalu dekat ataupun terlalu jauh dari rumah. Selain itu perhatikan juga kecukupan cahaya yang masuk ke dalam kandang. Usahakan untuk tetap menjaga kebersihan kandang agar kambing Anda tidak mudah sakit.

    Untuk ukuran kandang sebenarnya tidak ada ukuran baku, hanya saja sebaiknya bangunlah kandang yang cukup besar. Ukuran kandang kambing yang paling kecil yaitu sekitar 1 meter persegi, yaitu untuk kambing anakan.

    Untuk kambing dewasa sebaiknya lebih besar lagi agar kambing lebih leluasa untuk bergerak. Jangan lupa untuk membuat tempat pakan, letakkan lebih tinggi dibanding lantai kandang.

  5. Pemberian Pakan
  6. Banyak peternak kambing yang membeli pakan karena mencari pakan untuk kambing di beberapa daerah memang semakin sulit. Namun jika membeli, Anda harus mengeluarkan biaya yang lebih untuk perawatannya. Untuk itu, sebaiknya Anda mencari pakannya sendiri agar Anda dapat menghemat biaya.

    Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa pakan kambing sangat bervariasi sehingga Anda dapat mencari sesuai kondisi tempat tinggal Anda. Beberapa daun-daunan perlu dijemur 2 sampai 3 jam untuk menghilangkan racunnya. Jika tidak dijemur terlebih dahulu, maka kambing Anda dapat keracunan dan mati.

Itulah bagaimana cara beternak kambing secara garis besarnya, sangat mudah bukan untuk dilakukan? Hal yang paling sering dikeluhkan oleh para peternak kambing adalah sulitnya mencari pakan.

Namun jika Anda melakukan usaha ini dengan ulet, Anda dapat mengatasi masalah tersebut dengan baik. Untuk ternak kambing Etawa, pakan yang diberikan tidak seperti pakan kambing Kacang. Yang mana pakan harus kaya akan vitamin, protein dan karbohidrat, yang paling penting pakan harus mudah untuk didapat. Untuk pakan kambing Etawa sendiri saat ini sudah ada pakan buatan yang mengandung gizi lebih.

Fermentasi Pakan Kambing untuk Penggemukan Kambing

membuat fermentasi pakan kambing untuk penggemukan kambing

via hcslamongan.blogspot.com

Pakan kambing memang tidak harus daun-daunnya segar atau kering, pakan buatan juga dapat diberikan kepada kambing. Di era yang serba modern seperti sekarang ini, peternak kambing memang dituntut untuk lebih pandai dalam beternak kambing. Tentunya agar hasil atau keuntungan yang diperoleh lebih maksimal.

Dengan teknik pemeliharaan yang tepat, produksi kambing berkualitas akan semakin mudah. Salah satu teknik terpopuler untuk ternak kambing saat ini adalah pemberian pakan fermentasi. Pakan ini dipercaya mampu menaikkan berat badan kambing sebanyak 2 sampai 4 kg dalam waktu 10 hari.

Pakan fermentasi sebenarnya banyak diberikan ketika musim kemarau karena sulitnya mencari daun-daunan segar. Namun karena manfaatnya sangat luar biasa untuk kambing, maka pakan fermentasi banyak diberikan di luar musim kemarau.

Disebut sebagai pakan fermentasi karena pakan kambing ini di fermentasi terlebih dahulu sebelum dijadikan pakan kambing. Pengadaan pakan fermentasi ini yaitu dengan memanfaatkan jerami atau gedebog.

Proses pembuatan pakan ini sangat sederhana sehingga Anda juga dapat membuatnya sendiri secara mudah. Limbah seperti jerami dan gedebog sendiri dapat diperoleh secara mudah.

Cara fermentasi pakan kambing yaitu dengan menyiapkan jerami dan batang pohon pisang atau gedebog. Anda juga dapat menambahkan rumput-rumput kering dan ampas kacang untuk diolah.

Setelah itu campur semua bahan dan berikan suplemen probiotik, diamkan dan biarkan proses fermentasi berjalan sempurna. Namun sebelum dicampur, cacah atau hancurkan terlebih dahulu bahan-bahan yang ada.

Pakan hasil fermentasi bakteri pada jerami dan gedebog tersebut dapat Anda berikan pada kambing ternak Anda secara rutin. Selain menjadi pakan alternatif, pakan fermentasi kambing ini mampu memberikan gizi yang lebih untuk kambing Anda.

Untuk cara pembuatan pakan fermentasi secara lengkap, simak uraian berikut. Namun sebelumnya, siapkan alat dan bahan-bahannya berikut ini:

Cara pembuatan pakan fermentasi:

Walaupun sudah jadi, sebaiknya angin-anginkan terlebih dahulu pakan fermentasi yang Anda buat tersebut. Angin-anginkan kurang lebih 15 menit dan barulah berikan pakan buatan tersebut untuk kambing Anda.

Pemberian pakan fermentasi lebih baik diberikan di siang ataupun sore hari, pagi harinya sebaiknya usahakan untuk memberikan pakan hijau-hijauan segar.

Jika kambing Anda belum pernah memakan pakan buatan ini, tidak menutup kemungkinan kambing tidak memakannya. Hal tersebut dapat diatasi dengan cukup mudah, puasakan kambing Anda sampai benar-benar lapar. Dalam kondisi yang sangat lapar, kambing Anda akan memakan pakan buatan tersebut.

Peluang Usaha Ternak Kambing

peluang usaha ternak kambing

via alhabibfarm.com

Peluang usaha atau bisnis ternak kambing sampai saat ini masih terbuka lebar. Bagaimana tidak, sampai saat ini negara kita yang tercinta masih mengandalkan impor daging.

Yang tidak kalah penting, usaha yang satu ini tidak membutuhkan modal yang besar. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, modal awal untuk usaha ini yaitu dapat berupa 1 ekor kambing betina. Jika Anda masih membelinya di usia yang masih muda, harganya masih sangat terjangkau. Modal awal untuk usaha ini yaitu sekitar 500 ribu rupiah hingga 1 juta rupiah.

Setelah dikembangkan, Anda tentunya dapat memperoleh keuntungan berkali-kali lipat. Anda dapat menjadi pemasok tetap untuk penjual kambing atau penjual daging kambing di pasaran atau di tempat lain. Atau Anda juga dapat meraup keuntungan besar-besaran di hari tertentu seperti hari raya kurban.

Pada saat itu, harga kambing dapat melonjak tinggi sehingga keuntungan yang dapat Anda peroleh tidak main-main. Tidak harus menunggu untuk dikembangbiakkan, jika untuk hari raya kurban maka Anda hanya perlu memeliharanya saja.

Belilah kambing yang masih muda lalu jual 1 tahun kemudian, harganya bisa mencapai 3 atau 4 kali lipat. Misal Anda membelinya dengan harga 800 ribu rupiah, maka 1 tahun kemudian harga jualnya mencapai 2,5 juta rupiah.

Harga kambing yang termahal yaitu menjelang hari raya kurban karena kambing menjadi hewan yang paling banyak dikurbankan selain sapi. Bayangkan saja berapa keuntungan yang dapat Anda raup per bulannya jika Anda telaten dengan usaha ternak kambing. Terlebih lagi jika Anda memelihara kambing dalam jumlah yang tidak sedikit.

Anda tidak perlu khawatir lagi mengenai pakan kambing karena sudah ada pakan fermentasi. Di mana pakan ini lebih irit dan juga lebih awet dibandingkan pakan yang masih segar. Yang tidak kalah penting, pakan fermentasi juga terbukti ampuh untuk menambah berat badan kambing.

Bagi Anda yang tertarik dengan bisnis yang satu ini, Anda dapat memulainya sekarang juga. Mulailah dengan persiapan sebaik mungkin, jangan terlalu terburu-buru untuk segala sesuatunya. Buat kandang yang sederhana saja lalu pilih bibit yang berkualitas.

Selain itu beri pakan secara rutin agar kambing Anda cepat gemuk dan tumbuh sehat. Sebagai tips tambahan, usahakan untuk mencari pakan sendiri untuk menekan biaya pemeliharaan. Selain itu usahakan pula untuk mencari pakan yang masih segar, terutama di musim kemarau.

Walau pakan fermentasi sudah ada, akan lebih baik jika Anda tetap memberikan pakan segar kepada kambing-kambing Anda. Jika ingin memberikan pakan buatan sebaiknya buat sendiri seperti yang sudah dibagikan sebelumnya. Namun jika memang terpaksa maka Anda dapat memberikan pakan pabrikan untuk ternak kambing Anda.

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 BudidayaKitaContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service