BudidayaKita

Budidaya Hewan dan Tanaman

panduan lengkap cara mudah mencangkok berbagai macam tanaman buah

via youtube.com

Panduan Lengkap Cara Mudah Mencangkok Berbagai Macam Tanaman Buah

December 14, 2016

Ada berbagai macam cara untuk memperbanyak tanaman. Berbagai macam cara tersebut dikategorikan menjadi dua, yakni memperbanyak tanaman dengan cara generatif (dengan menanam bijinya) dan memperbanyak tanaman dengan cara vegetatif (cangkok, stek, okulasi, kultur jaringan, dsb).

Artikel ini akan membahas salah satu cara mengembangbiakkan tanaman secara vegetatif, yakni mencangkok. Teknik ini merupakan salah satu teknik yang mudah dilakukan diantara teknik vegetatif lainnya.

Hasil yang diperoleh dari memperbanyak tanaman dengan cara mencangkok, kita akan mendapatkan bibit tanaman yang kualitasnya boleh dibilang sama atau mirip sekali dengan kualitas induknya.

Teknik mencangkok ini biasanya memang menjadi salah satu cara yang efisien untuk memperbanyak tanaman, khususnya adalah tanaman buah. Selain karena kita akan mendapatkan mutu bibit yang sama dengan induknya, bibit hasil cangkokan nantinya juga akan lebih cepat berbuah jika dibandingkan dengan perbanyakan tanaman melalui biji.

Hanya saja, teknik mencangkok ini ada satu kelemahannya, yakni kita mendapatkan bibit tanaman yang kurang sempurna perakarannya jika dibandingkan dengan memperbanyak tanaman dengan cara generatif.

Dampaknya, pada awal penanaman, bibit ini akan memakan waktu sedikit lama untuk tumbuh lebat. Selain itu, tanaman ini sebaiknya ditanam dengan bantuan penyanga selama kurun waktu tertentu agar tidak ambruk.

Apa Syarat Tanaman yang Bisa Dicangkok?

syarat tanaman yang bisa dicangkok

via glimpse.clemson.edu

Ada banyak jenis tanaman yang bisa dicangkok. Umumnya, tanaman ini merupakan tanaman yang berkambium baik tanaman penghasil buah ataupun bukan. Ciri-ciri tanaman berkambium adalah tanaman tersebut biasanya merupakan tanaman berbatang keras (kayu) yang bisa dikupas kulitnya. Kambium terletak diantara kulit dan batang kerasnya.

Contoh tanaman yang tidak bisa dicangkok diantaranya adalah pohon kelapa, tebu, mentimun, semangka, dan lain sebagainya. Sementara contoh pohon yang bisa dicangkok adalah jambu, mangga, rambutan, durian, dan lain sebagainya.

Untuk tanaman buah, syarat yang harus dipenuhi agar tanaman ini bisa dicangkok adalah ketika pohon telah berusia setidaknya dua tahun dan memiliki banyak percabangan. Akan tetapi, mencangkok tanaman buah sebaiknya menunggu dahulu agar pohon induk berbuah terlebih dahulu. Semakin tua semakin baik (asal masih dalam masa produktif).

Hal ini dilakukan agar kita bisa tahu kualitas dari buah yang dihasilkan oleh pohon tersebut.

Untuk mencangkok tanaman buah, pilihlah tanaman yang selalu menghasilkan buah banyak dan berkualitas bagus (misalnya buah tersebut berukuran besar, jarang busuk, rasa buahnya enak, jarang diserang hama, dsb). Jika kita menggunakan pohon indukan seperti itu, maka bibit hasil cangkokan kita tentunya merupakan bibit yang berkualitas bagus.

Teknik Mencangkok

teknik mencangkok

via sipananda.wordpress.com

Saat ini setidaknya ada dua jenis teknik mencangkok, yakni teknik tradisional dan teknik kontemporer (hidroponik). Teknik mencangkok secara tradisional adalah teknik mencangkok dengan menggunakan media cangkok berupa tanah yang dibungkus kain, sabut kelapa, atau plastik dengan banyak ventilasi untuk pengairan.

Sementara, teknik kontemporer merupakan teknik mencangkok dengan media cangkok berupa air yang dicampur dengan nutrisi hidroponik.

Teknik ini sebenarnya lebih sederhana, hanya saja memerlukan kondisi dahan yang khusus agar media bisa ditempatkan dengan baik. Yang dibutuhkan dari teknik ini adalah gelas/botol plastik yang telah dipotong, tali, air dan nutrisi hidroponik.

Sementara dahan yang dipilih merupakan dahan yang cenderung miring ke atas, bukan kesamping (karena tidak memungkinkan untuk menahan air).

Jika dalam teknik tradisional kita perlu mengupas seluruh bagian kulit yang telah dikerat dan menghilangkan kambiumnya dari batang keras pohon untuk kemudian diberi media tanah, dalam teknik hidruponik kita hanya perlu membuat sayatan atau mengupas sebagian kulit tanpa harus melepaskan dari dahannya.

Setelah itu salah satu sudut bibir gelas atau botol plastik yang telah berisi air dan nutrisi hidroponik bisa kita selipkan diantara kulit kayu yang kita sayat dan batang keras. Masukkan kulit kayu tersebut dalam gelas atau botol plastik, setelah itu ikat agar gelas/botol plastik terseut tidak lepas/jatuh.

Biasanya dalam waktu dua bulan atau kurang dari dua bulan, kulit kayu yang kita masukkan dalam larutan air campur nutrisi hidroponik akan mengeluarkan akar. Setelah akar tersebut muncul, barulah kita bisa memotong dahan tersebut untuk di tanam di lahan pembesaran selanjutnya.

Keuntungan dari teknik ini adalah kita tidak perlu menyiram dahan yang dicangkok. Hanya saja kita harus memastikan agar air dalam gelas/botol tersebut tidak habis.

Bagaimana Langkah-langkah Cara Mencangkok?

langkah-langkah cara mencangkok

via sipananda.wordpress.com

Bagaimana langkah-langkah cara mencangkok (dengan cara tradisional) tanaman buah yang baik? Apa saja alat yang dibutuhkan?

Berikut ini merupakan langkah-langkah yang bisa kita persiapkan untuk mencangkok pohon buah:

  1. Pisau
  2. Tanah subur
  3. Sabut kelapa/kain/plastik
  4. Tali
  5. Lap bersih
  6. Dahan pohon yang berukuran panjang minimal 1 meter (baik yang telah memiliki banyak cabag atau yang belum sama sekali)

Pilihlah pohon yang kira-kira memiliki kualitas bagus, berbuah banyak, rasa buah enak, jarang diserang hama, tumbuh subur, dan memiliki dahan yang banyak. Pilihlah dahan yang dikehendaki; bisa dahan dengan ukuran kecil atau dahan yang besar.

Setelah memilih dahan yang akan dicangkok, kupaslah kulit dahan dengan menggunakan pisau kupas kurang lebih sepanjang 20 cm.

Setelah dahan tersebut terkupas kulitnya, bersihkan kambium yang menempel pada dahan keras dengan menggunakan lap bersih. Usahakan agar batang keras tersebut tidak terlalu mendapatkan banyak luka ketika kulitnya dikupas dengan menggunakan pisau.

Setelah kambium dibersihkan, tunggulah dahulu kira-kira 30 menit agar dahan dan kulit pohon tersebut selesai mengeluarkan getahnya. Ketika sudah kering, tutup dahan keras yang telah dikupas kulitnya dengan menggunakan tanah subur.

Jangan menggunakan pupuk atau mencampurkan pupuk pada tanah yang digunakan untuk mencangkok. Setelah dahan pohon yang terkupas kulitnya telah tertutup dengan tanah, bungkus tanah tersebut dengan menggunakan kain/sabut kelapa/ plastik berventilasi (plastik yang diberi banyak lubang kecil-kecil).

Ikat ujung-ujungnya agar media cangkok tidak mudah jatuh. Setelah itu siram secara rutin (pastikan tanah tidak kering).

Dahan yang dicangkok akan mulai mengeluarkan akar setelah kurang lebih 2 bulan atau kurang. Agar lebih aman, sebaiknya proses tersebut dilangsungkan selama tiga bulan, setelah itu pangkas dahan cangkokan yang telah berakar tersebut untuk dipindahkan ke media tanam.

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Mencangkok?

waktu yang tepat untuk mencangkok

via ruslaaan.blogspot.com

Waktu yang tepat untuk mencangkok tanaman, khususnya untuk tanaman buah, sebaiknya adalah ketika tanaman sudah selesai masa panen buah. Pada waktu ini pencangkokan dilakukan selain untuk mendapatkan bibit yang baik juga untuk meremajakan dahan pada pohon indukan.

Selain itu, waktu yang sebaiknya dipilih untuk mencangkok tanaman adalah ketika musim penghujan. Hal ini sangat membantu kita dalam hal penyiraman. Bisa jadi ketika kita mencangkok di musim penghujan kita tidak perlu khawatir soal penyiraman, bahkan kita malah tidak perlu melakukan penyiraman ketika mencangkok di musim hujan.

Terlebih, jika kita mencangkok pada dahan tanaman yang sudah tinggi, tanpa musim hujan barangkali kita akan kerepotan lantaran kita harus menyiram di dahan yang tinggi, sementara titik cangkokan tidak boleh dibiarkan kekeringan agar dahan yang dicangkok tidak mati.

Dimana Lahan Yang Tepat Untuk Awal Penanaman Bibit Cangkokan?

lahan yang tepat untuk awal penanaman bibit cangkokan

via tokopedia.com

Ada dua jenis dahan yang bisa dicangkok sebagaimana telah dijelaskan dibagian sebelumnya, yakni dahan yang kecil dan dahan yang besar. Dua jenis dahan ini harus diperlakukan dengan cara berbeda, khususnya untuk menentukan lahan penanaman selanjutnya setelah dahan tersebut dipotong dari batang induknya.

Cabang tanaman yang besar tentunya akan membutuhkan tempat penanaman yang besar pula; biasanya untuk dahan pohon cangkokan yang berukuran besar dan telah memiliki banyak ranting, maka bibit semacam ini bisa langsung ditanam di lahan pembesaran yang memiliki pohon perindang sebagai pelindung dari sinar matahari yang terlalu terik.

Ketika ditanam, selain dengan kedalaman lubang tanam yang cukup, bibit ini juga butuh diberikan penyangga untuk menjaga dari kemungkinan ambruk (bisa karena angin atau hujan badai).

Sementara untuk dahan yang berukuran kecil memerlukan perawatan yang berbeda dari dahan dengan ukuran besar. Setelah kamu memotong cabang tanaman cangkokan yang sudah mulai berakar, sebaiknya tanaman ini dibesarkan dahulu di dalam pot atau polybag dan disimpan di tempat yang tidak terlalu banyak mendapatkan sinar matahari (tetapi juga harus tetap mendapatkan sinar matahari).

Kenapa demikian? Karena akar tanaman cangkokan merupakan akar tanaman yang lemah dan masih harus beradaptasi dan tumbuh besar untuk mencari nutrisi dari unsur hara tanah. Dalam kondisi tersebut, bisa dibilang bagian tanaman lain seperti batang dan daun juga belum terlalu tangguh untuk diperlakukan sebagaimana tanaman yang tumbuh dari biji.

Agar mendapatkan pertumbuhan bibit cangkokan secara optimal, maka ketika menanam bibit ini kamu harus menggunakan media tanam yang kaya nutrisi serta gembur. Salah satu contoh media tanamn yang baik untuk benih cangkokan adalah campuran dari tanah, pupuk kandang, pasir halus, sekam bakar, dan cocopeat dengan perbandingan 1:1:1:1:1.

Serabut lembut dari cocopeat (sabut kelapa yang telah diolah menjadi kompos) bisa berperan baik untuk persebarab akar sekaligus memiliki banyak rongga yang menyimpan oksigen sehingga akar tanaman cepat besar dan bisa tumbuh dengan leluasa.

Cara Mencangkok Tanaman Buah

cara mencangkok tanaman buah

via puriyanihasana.blogspot.com

Cara memperbanyak bibit tanaman buah yang paling sering dilakukan adalah mencangkok karena dinilai paling mudah, efisien, dan bibit tersebut akan menjadi tanaman yang produktif dalam waktu yang relatif singkat jika dibandingkan dengan memperbanyak bibit tanaman dengan menyemai bijinya.

Rata-rata bibit tanaman buah hasil cangkokan akan mulai berbuah dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun penanaman.

Pada beberapa jenis tanaman, ada kalanya bibit cangkokan tersebut bisa berbuah lebih awal, bahkan sama waktunya dengan masa produktif bibit indukan. Akan tetapi, terkadang ukuran tanaman menjadi hal yang sedikit berpengaruh pada produktivitas tanaman tersebut.

Kamu pasti sering melihat ada beberapa bibit cangkokan yang dijual di penjual tanaman yang sudah berbuah meskipun tanaman tersebut masih kecil. Memang benar demikian. Namun perlu diingat, besar dan jumlah percabangan tanaman sangat mempengaruhi jumlah produksi buah yang dihasilkan oleh tanaman buah tersebut.

Banyak para pembudidaya tanaman buah mencangkok dahan tanaman yang berukuran besar untuk ditanam sendiri di lahan mereka. Sementara, para penjual bibit tanaman buah lebih memilih untuk mencangkok dahan kecil agar bisa memperoleh jumlah bibit yang banyak dari satu induk tanaman.

Hal ini menunjukkan adanya perbedaan tujuan dari pencangkokan itu sendiri; mencangkok untuk mendapatkan bibit yang langsung bisa berproduksi dalam jumlah banyak dan mencangkok untuk mendapatkan jumlah bibit yang banyak.

Rata-rata cara mencangkok tanaman buah bisa disamakan sebagaimana telah disinggung di bagian awal artikel ini. Akan tetapi, lain tanaman bisa jadi lain penanganannya.

Beberapa bagian di bawah ini akan menjelaskan secara rinci beberapa tips dan trik untuk mencangkok tanaman buah seperti rambutan, mangga, dan jambu yang selalu laris manis di pasaran.

Cara Mencangkok Pohon Rambutan

cara mencangkok pohon rambutan

via puriyanihasana.blogspot.com

Rambutan merupakan salah satu buah musiman atau produktif pada musim-musim tertentu. Puncak produksi tanaman rambutan berkisar antara bulan November hingga Januari. Semestinya bulan-bulan tersebut merupakan musim penghujan.

Akan tetapi saat ini sangat sulit menentukan kapan musim hujan mulai datang dan kapan akan berakhir sehingga jika pada bulan-bulan tersebut ternyata jatuhnya adalah musim kemarau, pohon rambutan akan menghasilkan buah dengan rasa yang sangat manis karena kadar air tidak terlalu banyak terserap dalam buah.

Waktu yang tepat untuk mencangkok pohon rambutan adalah bulan Maret hingga Agustus karena di waktu tersebut pohon rambutan sedang tidak dalam persiapan untuk proses pembuahan; pohon rambutan sedang aktif untuk menumbuhkan dahan-dahan baru dan hal ini boleh dibilang sebagai waktu yang produktif bagi batang pohon untuk memperbaharui sel-selnya.

Setelah pohon rambutan berbuah, sebaiknya beberapa ujung tanaman (khususnya yang telah menghasilkan buah) di pangkas agar menghasilkan percabangan baru yang akan menghasilkan buah di musim buah berikutnya.

Dahan lama jika tidak dipangkas biasanya hanya akan memiliki peluang 60% saja untuk menghasilkan buah, sementara dahan baru bisa dibilang 90% bakalan menjadi percabangan yang produktif dan bisa menghasilkan buah dalam jumlah yang banyak.

Namun, memangkas dahan (untuk peremajaan) dan membuangnya begitu saja merupakan hal yang sangat disayangkan. Alangkah baiknya jika cabang-cabang tersebut dicangkok agar menghasilkan bibit baru yang bisa dijual atau ditanam sendiri.

Pencangkokan ini bukanlah hal yang merugikan bagi tanaman induk karena justru tanaman induk akan terstimulasi untuk terus memperbaharui sel-sel pada batang-batangnya. Untuk itulah, mencangkok tanaman buah justru sangat disarankan.

Peralatan yang bisa dipergunakan untuk mencangkok pohon rambutan sama dengan yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya, yakni pisau untuk mengupas kulit dahan, tanah subur tanpa campuran pupuk, kain/sabut kelapa/plastik bening berongga, dan tali.

Sama halnya seperti yang telah dijelaskan di bagian sebelumnya, setelah semua peralatan untuk mencangkok telah tersedia, carilah dahan rambutan yang dikehendaki untuk dicangkok.

Selanjutnya, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Kupas kulit batang dari dahan yang dipilih untuk dicangkok sepanjang 20 cm
  2. Bersihkan kambium yang masih menempel pada batang yang telah dikupas kulitnya dengan menggunakan kain bersih.
  3. Tunggu hingga beberapa saat atau hingga batang yang terkupas kulitnya tersebut tidak lagi basah dan banyak getah.
  4. Oleskan zat perangsang akar (opsional) pada apngkal kulit batang yang baru saja dikupas.
  5. Tutup seluruh permukaan batang yang telah terkupas akarnya (hingga mencapai pangkal kulit batang atasnya) dengan tanah subur, bungkus dengan kain/plastik/sabut kelapa. Ikat ujung-ujungnya agar tidak jatuh.
  6. Pastikan tanah tersebut tidak mudah jatuh. Siram tanah tersebut secara rutin (bila musim kemarau).
  7. Setelah dua bulan atau kurang atau jika telah lebat akarnya, potong dahan tersebut dan pindahkan ke media penanaman; polybag/pot bila dahan berukuran kecil dan kebun jika dahan yang dipilih berukuran besar.

Cara Mencangkok Pohon Mangga

cara mencangkok pohon mangga

via facebook.com

Buah mangga menjadi salah satu buah terpenting dalam masyarakat Indonesia. Selain untuk dinikmati sebagai hidangan penyegar, buah mangga bisa juga diolah menjadi minuman atau makanan olahan seperti rujak dan asinan dengan harga yang cukup terjangkau dan mudah untuk didapatkan.

Buah mangga ini, meskipun banyak jenisnya, merupakan buah musiman. Musim panen puncak buah mangga adalah bulan Agustus hingga bulan November. Sementara buah mangga juga masih bisa didapatkan di bulan April-Juni meskipun jumlahnya terbatas; di bulan ini harga buah mangga relatif mahal.

Karena permintaan buah mangga ini di pasaran dinilai cukup tinggi, maka banyak sekali petani buah yang mencoba untuk membudidayakannya dan bahkan mencoba untuk menciptakan varian-varian baru dari buah mangga dengan cara menyilangkannya.

Bertani mangga bukanlah hal yang sulit karena kita hanya tinggal menanam dan menunggu hasilnya saja dan sesekali melakukan perawatan bilamana diperlukan (untuk mengusir hama dan pemangkasan rutin, misalnya). Oleh karena itu, banyak orang yang ingin menanam mangga barang satu atau dua pohon saja untuk ditanam dipekarangan rumah.

Bibit mangga yang didapat dari cara mencangkok merupakan bibit yang paling digemari lantaran sebagian besar orang maunya memiliki pohon yang cepat berbuah dan buahnya enak rasanya.

Namun kadangkala kita hanya setengah percaya jika membeli bibit cangkokan di penjual bibit; apakah bibit itu merupakan bibit yang bagus? Sehingga, sebaiknya kita mencangkok sendiri bibit mangga dari indukan yang telah kita ketahui memiliki mutu yang bagus.

Waktu yang baik untuk mencangkok dahan pohon mangga adalah bulan Desember-Maret karena pada bulan-bulan ini pohon mangga sedang giat dalam memproduksi sel-sel baru pada batang dan daun.

Sama halnya dengan mencangkok pohon buah pada umumnya, alat yang dibutuhkan untuk mencangkok pohon mangga adalah pisau untuk mengupas kulit dahan, tanah subur tanpa campuran pupuk, kain/sabut kelapa/plastik bening berongga, dan tali.

Selanjutnya, untuk mencangkok pohon mangga, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Kupas kulit batang dari dahan yang dipilih untuk dicangkok sepanjang 20 cm.
  2. Bersihkan kambium yang masih menempel pada batang yang telah dikupas kulitnya dengan menggunakan kain bersih.
  3. Tunggu hingga beberapa saat atau hingga batang yang terkupas kulitnya tersebut tidak lagi basah dan banyak getah.
  4. Oleskan zat perangsang akar (opsional) pada apngkal kulit batang yang baru saja dikupas.
  5. Tutup seluruh permukaan batang yang telah terkupas akarnya (hingga mencapai pangkal kulit batang atasnya) dengan tanah subur, bungkus dengan kain/plastik/sabut kelapa. Ikat ujung-ujungnya agar tidak jatuh.
  6. Pastikan tanah tersebut tidak mudah jatuh. Siram tanah tersebut secara rutin (bila musim kemarau).
  7. Setelah dua bulan atau kurang atau jika telah lebat akarnya, potong dahan tersebut dan pindahkan ke media penanaman; polybag/pot bila dahan berukuran kecil dan kebun jika dahan yang dipilih berukuran besar.
  8. Sedikit tips untuk merawat pohon mangga, sebaiknya setelah dahan tersebut dipotong untuk ditanam di media tanam, gunakan media tanam yang subur seperti misalnya dengan menggunakan campuran tanah, pasir halus, pupuk kandang, sekam bakar, dan cocopeat dengan perbandingan 1:1:1:1:1 yang bisa diaplikasikan dalam wadah polybag atau lubang tanam di kebun (biasanya lubang tanam ini berukuran 1,5x1,5m dengan kedalaman sekitar 1 m).
  9. Pastikan media tanam ini tidak pernah kekeringan agar tanaman mendapatkan asupan air yang cukup terutama jika tanaman ini mendapatkan sinar matahari terlalu banyak.

  10. Untuk masa penanaman 4 bulan pertama, sebaiknya pohon mangga cangkokan (baik yang berukuran besar/kecil) ini tidak terlalu banyak mendapatkan sinar matahari. Untuk penanaman di polybag, cukup tempatkan polybag pada tempat yang tidak terlalu terik.
  11. Sementara untuk penanaman di kebun, pastikan kebun tersebut telah memiliki tanaman peneduh yang telah tumbuh terlebih dahulu. Jangan lupa untuk memberikan penyangga pohon pada awal penanaman di kebun selama kurang lebih 1 tahun (dalam kurun waktu ini diperkirakan akar pohon mangga cangkokan telah cukup kuat mengikat tanah).

  12. Jika tanaman telah berbunga, jangan pernah menyemprotkan pestisida karena hal ini justru akan mengusir serangga yang membantu proses penyerbukan.
  13. Ketika bunga tersebut telah berubah menjadi buah yang masil kecil-kecil sebaiknya segera membungkus rumpun buah tersebut dengan plastik bening berukuran besar untuk menghindari serangan hama sekaligus menjaga buah dari angin dan hujan. Pembungkusan ini dilakukan hingga masa panen.

Cara Mencangkok Pohon Jambu

cara mencangkok pohon jambu

via guruilmuan.blogspot.com

Pohon jambu, baik keluarga jambu air ataupun jambu biji, merupakan pohon buah yang mudah untuk dicangkok. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan dalam mencangkok pohon jambu adalah waktunya; ketika usia pohon telah mencapai usia produktif dan ketika pohon tersebut tidak sedang dalam masa puncak berbuah (bulan Juli-gustus).

Sehingga, waktu yang ideal untuk mencangkok pohon jambu adalah bulan November-April (jambu air) dan Mei-November (jambu biji).

Untuk mencangkok pohon jambu, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Siapkan alat dan bahan; pisau untuk mengupas kulit dahan, tanah subur tanpa campuran pupuk, kain/sabut kelapa/plastik bening berongga, dan tali.
  2. Pilih batang/dahan pohon jambu yang dikehendaki.
  3. Kupas kulit batang dari dahan yang dipilih untuk dicangkok sepanjang 20 cm.
  4. Bersihkan kambium yang masih menempel pada batang yang telah dikupas kulitnya dengan menggunakan kain bersih.
  5. Tunggu hingga beberapa saat atau hingga batang yang terkupas kulitnya tersebut tidak lagi basah dan banyak getah.
  6. Oleskan zat perangsang akar (opsional) pada apngkal kulit batang yang baru saja dikupas.
  7. Tutup seluruh permukaan batang yang telah terkupas akarnya (hingga mencapai pangkal kulit batang atasnya) dengan tanah subur, bungkus dengan kain/plastik/sabut kelapa. Ikat ujung-ujungnya agar tidak jatuh.
  8. Pastikan tanah tersebut tidak mudah jatuh. Siram tanah tersebut secara rutin (bila musim kemarau).
  9. Setelah dua bulan atau kurang atau jika telah lebat akarnya, potong dahan tersebut dan pindahkan ke media penanaman; polybag/pot bila dahan berukuran kecil dan kebun jika dahan yang dipilih berukuran besar.

Menanam pohon jambu sebaiknya tidak membiarkan pohon tersebut menjadi besar dan terlalu tinggi karena hal ini justru akan mempersulit penanganan ketika pohon tersebut mulai berbuah.

Yang ideal dari menanam pohon jambu adalah bukan kualitas pohonnya yang tumbuh besar dan tinggi, melainkan jumlah pohonnya yang banyak; pohon jambu bisa tumbuh dengan baik dan produktif meski ditanam dalam media pot berukuran besar.

Bilamana memungkinkan, pohon jambu ini ditanam di area yang terlindung dari hujan, tetapi mendapatkan asupan sinar matahari yang cukup dengan cara membuat atap pekarangan yang bisa ditembus sinar matahari.

Hal tersebut berfungsi untuk menjaga bunga jambu dari hujan sekaligus menjaga kualitas buah dari hujan (karena hujan tidak lagi mudah diprediksi). Buah jambu yang sering kehujanan akan sedikit luntur rasanya.

Ketika bunga jambu telah berubah menjadi buah, sebaiknya segera dilakukan pembungkusan; buah-buah tersebut ditutup dengan menggunakan plastik bening untuk menghindari serangan ulat yang kadangkala menyusup dalam daging buah.

Hal ini tentu sangat disayangkan karena buah jambu yang dari luar terlihat indah, bisa jadi di dalamnya penuh dengan ulat. Sehingga, pembungkusan dengan plastik bening ini bisa dibilang wajib hukumnya.

Demikian beberapa informasi terkait dengan cara mencangkok tanaman buah. Semoga informasi ini bermanfaat. Selamat bereksperimen.

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 BudidayaKitaContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service