BudidayaKita

Budidaya Hewan dan Tanaman

budidaya jahe merah

via pinterest.com

Cara Mendapatkan Uang Dengan Mudah Dari Budidaya Jahe Merah

September 26, 2016

Kalau Anda diberi kesempatan mencari uang dengan cara sulit atau cara mudah, mana yang dipilih? Cara yang mudah tentunya. Kalau begitu, Anda pasti tertarik dengan budidaya jahe merah yang bisa mendatangkan uang dengan mudah.

Mengapa bisa dikatakan mudah? Hal tersebut dikarenakan teknik budidayanya memang mudah. Modal yang dibutuhkan tidak banyak.

Dan lebih penting lagi, pemasarannya juga sangat mudah.

Tidak percaya? silahkan membaca lebih jelasnya dalam artikel ini.

Manfaat Jahe Merah Yang Luar Biasa

manfaat jahe merah yang luar biasa

via pinterest.com

Ada satu hal yang menjadi prinsip dasar permintaan konsumen terhadap suatu produk. Yaitu bahwa, seseorang tidak membeli suatu produk semata-mata karena bendanya. Orang akan membeli karena manfaat yang bisa diperoleh dari produk tersebut.

Begitu juga dengan jahe merah. Konsumen yang membeli rimpang jahe merah ataupun produk olahannya, adalah mereka yang sadar dan membutuhkan manfaat dari jahe ini. Memang, manfaat jahe merah banyak sekali. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Obat Penyakit Asma
  2. Orang yang sakit asma akan mengalami kesulitan bernafas karena terjadinya pembengkakan pada saluran pernafasan. Pembengkakan ini disebabkan oleh adanya benda asing yang memicu sel-sel mastosit dan eosinofil bereaksi untuk melawannya.

    Nah, fungsi dari jahe merah ini adalah membantu penyerapan oksigen agar lebih baik dan menjaga kesehatan paru-paru, sehingga sel-sel mastosit serta eosinofil tidak melakukan reaksi yang bisa membahayakan. Ramuan jahe merah dapat dibuat dengan cukup mudah, yaitu dengan merebus jahe yang telah dicuci dan dikupas, lalu diminum airnya.

  3. Obat Batuk
  4. Karena jahe merah dapat menyehatkan paru-paru, maka jahe ini juga mampu menjadi obat batuk yang ampuh. Jahe merah yang sifatnya hangat dapat melegakan tenggorokan dan membuat batuk menjadi berkurang.

    Selain itu, radang tenggorokan pun dapat disembuhkan dengan meminum air rebusan jahe ini. Karena selain dapat menghangatkan, ternyata jahe merah mengandung zat-zat yang dapat membunuh kuman-kuman penyakit termasuk virus.

  5. Menyembuhkan Rematik
  6. Siapa yang tahan dengan penyakit rematik? Walaupun tidak membahayakan, tetapi rasa sakitnya benar-benar mengganggu. Tapi sekarang, jangan khawatir lagi. Dengan rutin meminum rebusan jahe merah yang telah dimemarkan, rematik pasti akan hilang.

    Tidak perlu heran mengapa jahe bisa melawan rematik. Bukankah jahe bersifat menghangatkan tubuh dan rematik sering kumat saat cuaca dingin? Jadi, jahe ini akan melawan dinginnya udara, mengurangi pembengkakan serta menghilangkan rasa sakit akibat rematik maupun encok.

  7. Menurunkan Kadar Kolesterol Jahat
  8. Manfaat lain jahe merah yang bisa Anda gunakan untuk merayu calon pembeli adalah kemampuannya menurunkan kadar kolesterol jahat. Anda harus yakin dengan kemampuan jahe tersebut, karena faktanya jahe memang dapat memperlancar peredaran darah.

    Artinya, kolesterol yang mengendap di pembuluh darah dapat larut terbawa darah yang mengalir lancar setelah meminum ramuan jahe merah. Selain itu, jahe ini juga terbukti mampu membuang racun-racun yang ada di dalam tubuh, termasuk kolesterol yang jahat.

  9. Untuk Kecantikan
  10. Para wanita bisa jadi pelanggan setia produk jahe merah. Mengapa tidak, jahe ini kan sangat baik untuk kecantikan. Jahe merah terbukti mampu menghilangkan jerawat. Zat anti peradangan yang dapat menghilangkan jerawat terkandung dalam rempah ini.

    Selain itu, produksi minyak berlebih juga dapat dikurangi sehingga kulit bebas jerawat dan terlihat lebih cantik. Lalu untuk badan, jahe merah merupakan obat diet yang sangat ampuh. Mengurangi nafsu makan dan membakar lemak, termasuk lemak perut adalah hal yang mudah dilakukan si merah ini.

Apakah manfaat jahe merah hanya untuk lima hal di atas? Ternyata tidak. Ada lebih banyak manfaat yang bisa diperoleh dari jahe merah. Manfaat-manfaat lain tersebut adalah sebagai obat sakit kepala, untuk kesehatan tulang termasuk mencegah osteoporosis.

Jahe ini juga bisa meningkatkan vitalitas pria, mengatasi sulit buang air besar atau sembelit. Bagi Anda yang sedang dalam perjalanan, mengkonsumsi jahe merah dapat membantu mencegah mabuk kendaraan.

Kandungan Jahe Merah Yang Baik Untuk Kesehatan

kandungan jahe merah yang baik untuk kesehatan

via pinterest.com

Kini kita tahu kalau manfaat jahe merah banyak sekali. Yang jadi pertanyaan, bagaimana bisa jahe berkhasiat untuk kesehatan bahkan untuk pengobatan? Ternyata, zat-zat yang terkandung dalam rimpang jahelah yang memberikan berbagai khasiat tersebut.

Memang, rimpang jahe merah berbeda dengan jahe kuning ataupun putih. Jahe merah mengandung senyawa bermanfaat lebih banyak jenisnya dan lebih baik dari jahe lainnya. Kadar atau konsentrasi senyawa-senyawa tersebut juga lebih tinggi.

Lalu, apa saja kandungan jahe merah tersebut? Ini dia infonya:

  1. Senyawa kimia dalam jahe merah
  2. Nama-nama senyawa kimia mungkin akan terdengar asing di telinga kita. Tetapi, kita tetap harus mengetahuinya karena senyawa-senyawa inilah yang berperan aktif menjaga kesehatan ataupun membantu penyembuhan berbagai penyakit.

    Senyawa kimia yang terdapat dalam rimpang jahe diantaranya adalah shogaol, zingeron dan gingerol. Ada juga capsaicin, cineole, aspartic, farnesene, caprilyc acid, gingerdione serta asam linoleat. Sulit ya membacanya? Tapi tunggu dulu, masih ada lagi. Dalam rimpang jahe juga mengandung tepung kanji serta serat-serat resin.

  3. Minyak atsiri dalam jahe merah
  4. Selain senyawa-senyawa kimia di atas, jahe merah juga mengandung minyak atsiri hingga mencapai 4%. Apa sih minyak atsiri itu? Minyak atsiri adalah minyak yang diproduksi tumbuhan sebagai hasil metabolisme sekunder dan memiliki berbagai manfaat khusus. Minyak ini kental dan memiliki aroma khas, yang menyebabkan munculnya bau jahe.

    Minyak atsiri dari jahe banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat dan produk farmasi lainnya. Zingiberene, geraniol, cineol, linalool, chavicol, methyl heptenone, borneol, citral dan chavicol adalah jenis-jenis minyak atsiri yang dikandung jahe merah.

Anda tidak perlu lho menghafalkan sekian banyak senyawa tersebut. Seorang dosen kimia juga belum tentu hafal semua senyawa yang terkandung dalam jahe. Yang penting adalah kita mengetahui dengan yakin bahwa jahe merah memang benar-benar bermanfaat dan didukung dengan bukti ilmiah berupa kandungan jahe tersebut.

Mungkin, beberapa senyawa yang populer saja yang perlu kita ingat-ingat, seperti capsaisin, gingerdione serta geraniol. O ya, kandungan senyawa-senyawa tersebut juga dipengaruhi umur jahe. Makin tua umur rimpang jahe, kandungannya juga akan semakin banyak.

Cara Penyemaian Bibit Jahe Merah

cara penyemaian bibit jahe merah

via kaskus.co.id

Jika berbicara mengenai bibit jahe merah, sebenarnya bibit ini telah banyak dijual orang. Tetapi jika kita bisa menyemaikannya sendiri tentu lebih baik. Cara menyemaikannya pun mudah. Kita bisa menggunakan rimpang jahe untuk penyemaian ini.

Bibit jahe merah yang baik berasal dari rimpang yang diambil di kebun, bukannya pasar. Hal ini untuk menghindari adanya hama serta penyakit. Rimpang yang dipilih pun harus cukup tua, yaitu berumur 9 – 10 bulan, serta tidak luka ataupun lecet. Untuk teknik penyemaiannya ada dua cara, yaitu:

  1. Penyemaian di dalam peti kayu
  2. Penyemaian jahe di dalam peti bisa dibilang cukup mudah. Yang harus dilakukan adalah mempersiapkan rimpangnya dulu. Rimpang yang baru diambil dari kebun dijemur sebentar, tidak sampai kering. Lalu disimpan selama 1 hingga 1,5 bulan.

    Setelah itu, rimpang dipatah-patahkan dengan tangan hingga setiap potongannya memiliki 3-5 buah mata tunas. Jemur lagi selama setengah hingga 1 hari. Rimpang kemudian dimasukkan ke dalam karung yang anyamannya jarang untuk kemudian dimasukkan dalam fungisida dan obat pengatur tumbuh selama 1 menit. Lalu, keringkan lagi.

    Setelah rimpangnya kering, kita mulai mempersiapkan penyemaiannya pada peti kayu. Pada dasar peti, letakkan selapis bakal bibit atau rimpang. Lalu beri sekam padi atau abu gosok pada bagian atasnya. Bakal bibit bisa kita letakkan lagi di atas sekam padi tersebut.

    Begitu terus hingga peti penuh, dengan lapisan paling atas adalah abu gosok. Tunggu selama 2 hingga 4 minggu, ketika bibit jahe merah sudah mulai tumbuh.

  3. Penyemaian dengan bedengan
  4. Penyemaian bibit jahe merah dengan cara yang kedua ini, bisa jadi membutuhkan lebih banyak biaya. Ini dikarenakan bedengan harus dibuat didalam sebuah bangunan seperti rumah penyemaian dengan luas 10x8 m2. Bedengan kita buat di dalam rumah sederhana tersebut dengan menggunakan tumpukan jerami dengan tebal 10 cm.

    Rimpang atau bakal bibit diletakkan diatas tumpukan, lalu tutupi lagi menggunakan jerami dengan ketebalan sama. Susun lagi rimpang di atasnya, lalu tutupi lagi dengan jerami. Begitu seterusnya hingga diperoleh 4 lapisan.

    Selama menunggu tunas tumbuh, rimpang tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kita harus menyiraminya dengan air setiap hari. Penyemprotan fungisida juga harus dilakukan walaupun tidak perlu tiap hari. Hal ini dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit ataupun rusaknya rimpang karena busuk.

    Setelah menunggu selama 2 minggu, rimpang pun mulai bertunas. Pemilihan bibit perlu dilakukan untuk memisahkan bibit berkualitas baik dan buruk. Untuk bibit yang telah lolos seleksi, patah-patahkan dengan menggunakan tangan hingga tiap potongannya hanya memiliki 3 hingga 5 buah mata tunas.

Bagaimana, mudahkan melakukan penyemaian bibit jahe merah? Jika kita memiliki ketrampilan ini, maka kita akan mudah mendapatkan bibit yang berkualitas untuk dibesarkan. Tapi jangan lupa, sebelum ditanam bibit ini harus dimasukkan dalam karung, lalu dicelupkan ke larutan fungisida selama 8 jam

Setelah itu bibit kita jemur selama 2 hingga 4 jam baru ditanam. Hal ini dilakukan agar tanaman jahe yang kita miliki bebas dari berbagai ancaman penyakit.

Cara Menanam Jahe Merah Dalam Polybag

cara menanam jahe merah dalam polybag

via jualbibitunggul.com

Kita sudah mempelajari manfaat dan kandungan senyawa jahe merah. Kita juga sudah memahami cara menyemaikan bibitnya. Kalo begitu, kini saatnya kita membahas mengenai cara menanam jahe merah tersebut. Sebenarnya, kita bisa memilih apakah menanam jahe merah di lahan kebun, ataukah polybag.

Tetapi, polybag memberikan banyak keuntungan yang membuatnya banyak dipilih petani. Keuntungan yang pertama, menanam dengan polybag tidak memerlukan lahan yang luas. Di halaman rumah pun jadi. Bahkan, polybag dapat diletakkan pada rak bertingkat untuk lebih menghemat lahan.

Keuntungan lain bertanam dengan polybag adalah, kita dapat menggunakan air dengan lebih hemat. Pemeliharaannya pun bisa lebih mudah dan pengendalian hama dapat dilakukan dengan lebih efisien.

Hal yang paling menguntungkan dari menanam jahe merah dalam polybag adalah media tanamnya yang bisa kita atur sesuai dengan keinginan. Media tanam yang baik dalam polybag terbukti dapat memberikan hasil panen yang lebih banyak, hingga mencapai 80%. Luar biasa, kan?

Karena itu, sekarang kita akan mempelajari tahapan-tahapan penanaman tersebut, yang meliputi:

  1. Persiapan Media Tanam
  2. Media tanam yang digunakan untuk budidaya jahe merah tidak sulit di dapat, kok. Kita cukup menyiapkan tanah, pasir dan pupuk organik. Gunakan pupuk kandang yang sudah difermentasikan sebagai pupuk organik.

    Dengan begitu, penyerapan unsur haranya oleh tanaman akan lebih mudah. Anda bisa membeli pupuk organik ini, ataupun membuatnya sendiri. Tanah, pasir dan pupuk organik yang menjadi media tanam dimasukkan dalam polybag dengan komposisi 1:1:1. Mudah, kan?

  3. Teknik Menanam Jahe Merah
  4. Jika media tanam sudah siap, maka bibit jahe merah yang sudah disemai dan direndam dalam fungisida bisa segera kita tanam. Ketika melakukan penanaman ini, jangan lupa memperhatikan posisi dari tunas. Tunas tersebut harus menghadap ke atas, agar pertumbuhannya lebih mudah. Lalu uruk dengan tanah setebal 3 – 5 cm, atau tutup menggunakan jerami kering.

    Jika sudah selesai Anda tinggal menyiraminya dengan air dan meletakkan polybag tersebut di tempat yang tidak terkena matahari langsung. Penempatan ini dilakukan hingga daun-daun mulai tumbuh.

  5. Pemeliharaan Tanaman
  6. Setelah daun-daun mulai tumbuh, pindahkan polybag ke tempat yang mendapatkan pancaran cahaya matahari hingga 70%. Kemudian lakukan pemeliharaan dengan baik, seperti menyirami tanaman secara rutin setiap sore. Apalagi saat musim kemarau, Anda harus rajin menyiraminya.

    Selain menyiram, yang perlu dilakukan untuk merawat jahe merah adalah menyiangi rumput-rumput dan gulma pengganggu. Pemupukan lanjutan pun perlu dilakukan, untuk memastikan cukupnya unsur hara di dalam tanah. Pemupukan ini dilakukan sebanyak 3 kali selama masa tanam. Gunakan pupuk kandang atau organik sebanyak 1/5 media tanam.

  7. Cara Memanen
  8. Kapan jahe merah bisa dipanen? Umur 10 bulan, adalah umur dimana jahe ini sudah siap panen. Namun, jika Anda sabar, menunggu hingga umur jahe genap setahun akan lebih baik. Pada umur ini, jahe sudah benar-benar tua dan beratnya pun semakin bertambah.

    Untuk cara panen, jahe yang ditanam dalam polybag bisa dipanen dengan sangat mudah. Polybag tinggal kita sobek, lalu rimpangnya kita ambil. Cuci rimpang dengan air sampai bersih, lalu diangin-anginkan. Nah, jahe pun siap dipasarkan atau diolah lebih lanjut.

Ternyata, cara menanam jahe merah itu sangat mudah. Selain mudah, polybag yang digunakan juga bisa kita ganti dengan berbagai bahan yang mudah dan banyak ditemukan ditempat tinggal kita. Ada petani di beberapa daerah yang mengganti polybag dengan karung. Ada juga yang menggunakan wadah bekas cat atau bekas ember.

Bahkan, warga yang kreatif menggunakan kemasan bekas minyak goreng sebagai tempat menanam jahe merah. Bahan-bahan tersebut tentu akan sangat mengurangi biaya pembelian polybag. Boleh juga.

Hasil Budidaya Jahe Merah Yang Layak Jual

hasil budidaya jahe merah yang layak jual

via bibitberkebun.wordpress.com

Bukan jahe merah namanya kalau tidak bisa mendatangkan uang dengan mudah. Tidak percaya? Saat ini jahe merah memang sedang naik daun. Keberadaannya sangat populer di masyarakat, karena manfaatnya yang luar biasa. Permintaannya pun cukup tinggi, karena banyak industri rumah tangga maupun industri farmasi yang membutuhkannya. Keunggulan-keunggulan tersebut menjadi peluang bagi kita untuk mendapatkan uang dengan mudah.

Tapi, sebenarnya apa saja hasil budidaya jahe merah yang layak untuk dijual? Berikut ini jawabannya:

  1. Bibit Jahe Merah
  2. Salah satu keunggulan budidaya jahe merah adalah kita dapat menjual bibit hasil persemaian. Bibit yang memiliki kualitas unggul banyak diburu para petani. Harga yang biasa ditawarkan adalah Rp. 20.000 hingga Rp. 28.000 per kilogramnya.

    Lumayan kan, padahal Anda hanya membutuhkan waktu 2 minggu saja untuk persemaian ini. Jangan risau memikirkan kemana harus menjual bibit jahe. Banyak petani yang membutuhkan bibit jahe merah. Mereka bisa Anda temui secara langsung atau melalui dunia maya. Jual saja bibit jahe merah melalui internet.

  3. Rimpang Jahe Merah
  4. Tentu saja, rimpang jahe menjadi komoditas utama budidaya jahe. Harga rimpang jahe merah per kilogramnya adalah Rp. 10.000 hingga Rp. 15.000. Menjual rimpang jahe ke pasar atau ke pengepul merupakan cara yang biasa dilakukan. Tetapi akan lebih menguntungkan jika Anda bisa menjualnya langsung ke industri-industri yang membutuhkannya.

    Hal ini bisa dilakukan jika pasokan jahe Anda cukup banyak, atau jika Anda tergabung dalam sebuah kelompok tani. Jangan lupa juga untuk menawarkan jahe merah secara online.

  5. Aneka Produk Jahe Merah
  6. Bagi Anda yang tidak puas dengan hanya berkebun jahe, sebaiknya Anda mengembangkan usaha ini hingga pengolahan produk. Jadi, jahe merah dari hasil kebun Anda sendiri diolah menjadi berbagai produk yang layak dipasarkan.

    Ada berbagai pilihan produk yang bisa Anda buat. Sebut saja dodol jahe, permen jahe ataupun selai jahe. Sirup jahe dan minuman kemasan jahe juga menjadi produk yang disukai saat ini. Atau jika ingin membuat produk yang mudah cara pengolahannya, maka jahe merah instan bisa jadi pilihan.

Bagaimana, banyak kan hasil budidaya jahe merah yang bisa menghasilkan uang? Memang, dengan semakin derasnya arus informasi, maka peluang budidaya jahe merah menjadi semakin besar. Karenanya kita harus selalu up date perkembangan terkini budidaya jahe.

Manajemen pertanian, manajemen usaha maupun manajemen produk juga harus dilakukan dengan serius. Contohnya untuk masalah kemasan. Jika kita ingin meluncurkan produk olahan jahe merah ke pasaran, maka kita harus menggunakan kemasan yang menarik dan juga food grade atau aman untuk makanan.

Analisa Usaha Berkebun Jahe Merah

analisa usaha berkebun jahe merah

via youtube.com

Sekarang saatnya kita mengetahui modal dan pendapatan dari berkebun jahe merah. Untuk menanam 500 polybag jahe merah dalam 1 x masa panen, kita perlu membeli polybag dengan biaya Rp. 425.000. Media tanam dan pupuk organik pun perlu kita beli dengan biaya Rp. 2.500.000.

Sedangkan pupuk NPK yang dibutuhkan memakan biaya Rp. 1.000.000. Untuk pengadaan bibit jahe kita anggarkan Rp. 2.500.000. Obat hama akan memakan biaya Rp. 1.000.000 sehingga total biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 7.425.000.

Bagaimana dengan keuntungannya? Biasanya, dari 1 polybag bisa dihasilkan rimpang jahe seberat 3 kg. Berarti dari 500 polybag yang ditanam kita akan memanen 1.500 kg rimpang.

Jika harga rata-rata pasar untuk rimpang jahe merah adalah Rp. 22.500, maka pendapatan yang bisa kita peroleh sebesar Rp. 33.750.000. Setelah dikurangi total biaya, kita akan mendapatkan keuntungan bersih senilai Rp. 26.325.000. Bagaimana, banyak tidak?

Uang senilai Rp. 26.325.000 tersebut bisa kita peroleh dalam waktu 12 bulan saja. Artinya, tiap bulan kita akan mendapatkan penghasilan Rp. 2.193.000. Padahal, jam kerja yang dibutuhkan tidak akan mencapai 8 jam setiap harinya. Tenaga ataupun modal yang besar juga tidak terlalu dibutuhkan dalam usaha ini.

Dalam hal pemasaran, kita juga tidak akan mengalami kesulitan karena jahe merah banyak dicari orang. Itu berarti, berkebun jahe merah memang merupakan cara yang mudah untuk mendapatkan uang.

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 BudidayaKitaContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service