BudidayaKita

Budidaya Hewan dan Tanaman

foto ternak ayam kampung

via pinterest.com

Ternak Ayam Kampung Yang Ekonomis dan Menguntungkan

October 6, 2016

Bermula dari keinginan untuk bisa menyantap ayam kampung saat lebaran, banyak dari kita yang melakukan ternak ayam kampung sendiri. Memang, ayam kampung rasanya lebih maknyuss dibandingkan ayam broiler. Bisa dibayangkan bagaimana istimewanya menu lebaran dengan hadirnya opor ayam kampung di meja makan.

Lalu, karena semakin banyak orang yang doyan serta memahami manfaat daging serta telur ayam kampung untuk kesehatan, maka permintaan pasar pun meningkat. Nah, sekarang kita mulai melihat peluang usaha yang cukup menggiurkan dari beternak ayam kampung.

Saat ini, budidaya ayam kampung banyak yang dilakukan dengan lebih serius, tidak hanya sebagai usaha sampingan. Jika selama ini anda hanya memelihara ayam kampung apa adanya dan untuk konsumsi pribadi saja, mungkin kini saatnya untuk melakukan budidaya secara lebih serius.

Dengan mengetahui cara beternak yang benar dan ekonomis, maka budidaya ayam kampung dapat menjadi usaha yang lebih menguntungkan dibandingkan dengan ternak-ternak lainnya. Sebut saja ternak bebek, entok maupun belut.

Cara Beternak Ayam Kampung Yang Ekonomis

cara beternak ayam kampung yang ekonomis

via channelnewsasia.com

Bagaimana cara anda beternak ayam kampung selama ini? Apakah dengan sistem umbaran? Memang, kebanyakan masyarakat memelihara ayam kampung dengan sistem umbaran. Pada sistem ini ayam dilepaskan pada pagi hari, dan dibiarkan liar sepanjang hari. Baru sorenya, ayam dimasukkan lagi ke dalam kandang.

Kandang yang dibuat juga biasanya apa adanya. Yang penting ayam bisa beristirahat dan terlindung dari dingin maupun hujan. Kelemahan sistem ini adalah produktivitas ayam yang rendah. Resiko hilangnya ayam cukup besar, dan telur pun akan tercecer dimana-mana.

Kalau sistem umbaran dirasa kurang ekonomis, maka ada sebagian peternak yang melakukan hal sebaliknya. Mereka mengurung ayam di dalam kandang selama 24 jam dan memberikan pakan pabrikan dengan persentase yang lebih besar.

Apakah ini ekonomis? Ternyata tidak juga. Dengan sistem seperti ini, pertumbuhan ayam kampung akan menjadi lambat. Alhasil, pakan yang dibutuhkan juga semakin banyak. Biaya yang dikeluarkan pun tinggi dan tidak menguntungkan. Lalu, bagaimana cara beternak ayam kampung yang paling ekonomis? Jawabannya adalah menggunakan sistem semi intensif.

Seperti apa sebenarnya ternak ayam kampung dengan sistem semi intensif? Pada sistem ini ayam tidak dibiarkan lepas secara liar, ataupun dikurung terus-menerus selama 24 jam.

Jadi, ayam tetap diberi lahan untuk mencari pakan alami atau melakukan aktifitas lainnya tetapi secara terbatas. Pakan yang diberikan pun merupakan perpaduan antara pakan buatan pabrik dengan tumbuhan hijau, cacing dan pakan tambahan buatan peternak sendiri.

Berikutnya akan kita bahas lebih detil sistem ini dengan memperhatikan beberapa aspek berikut ini:

  1. Kandang Semi Intensif
  2. Apakah anda sudah memiliki gambaran seperti apa kandang yang digunakan dalam sistem ini? Jadi, untuk kandang semi intensif digunakan sebidang lahan yang sekelilingnya diberi pagar. Ayam diusahakan tidak bisa meninggalkan area tersebut. Di dalam lahan terdapat kandang tertutup sebagai tempat untuk beristirahat dan berteduh.

    Buatkan juga kandang koloni untuk tempat ayam berkembangbiak. Lahan pada area ini juga bukan sembarang lahan. Tanahnya harus ditumbuhi rerumputan dan dibuat tidak terlalu padat dengan sesekali dicangkuli. Tujuannya agar cacing bisa berkembangbiak.

  3. Perkawinan Sistem Semi Intensif
  4. Agar ayam kampung kita semakin banyak, maka perkawinan ayam perlu dilakukan. Jika pada sistem umbaran perkawinan terjadi secara alami, maka pada sistem semi intensif peternak akan memiliki lebih banyak peran.

    Proses perkawinan pada sistem ini akan terjadi di sebuah kandang koloni yang berukuran 1x2 m. Kita akan memasukkan 6 ekor indukan betina dan 1 ekor pejantan dalam kandang ini. Beberapa hari kemudian perkawinan bisa terjadi dan 3 hari setelah perkawinan ayam akan bertelur.

    Lalu, telur itu harus segera dikeluarkan agar bisa dierami oleh betina lainnya. Inkubator pun bisa digunakan untuk meneteskannya. Jika anda berniat menjual telur ayam kampung, maka indukan ayam boleh dikawinkan boleh juga tidak. Toh, ayam akan tetap bertelur walaupun tidak dikawinkan.

    Jumlah telur yang dihasilkan tiap tahunnya rata-rata 115 butir/indukan. Sedikit sih, tetapi jumlah ini masih bisa digenjot dengan pemberian pakan dan perlakuan yang tepat. Anda juga bisa membudidayakan ayam kampung hasil persilangan yang mampu bertelur dengan lebih banyak.

  5. Pemeliharaan Ayam
  6. Sebelum kita membahas cara beternak ayam dengan sistem intensif, perlu diketahui dulu ciri-ciri bibit ayam yang baik untuk dibesarkan. Ciri tersebut adalah tidak cacat, mata bersinar, bulu bersih, berdiri tegap dan pusar yang terserap sempurna.

    Bibit ayam kampung asli akan lebih baik dari ayam kampung silangan. Walaupun produktifitasnya tidak terlalu besar, tetapi ayam ini daya tahannya terhadap penyakit sangat kuat.

    Berikutnya, cara pemeliharaan. Pada sistem semi intensif, pemeliharaan ayam kampung sangat mudah karena dilakukan didalam sebuah area yang terlindungi pagar. Cacing-cacing yang terdapat pada area tersebut dapat menjadi pakan alami yang kaya akan protein. Pemberian pakan tambahan juga perlu dilakukan sebanyak 2 hingga 3 kali dalam sehari.

    Untuk mendapatkan telur ayam kampung, anda cukup menunggu hingga 6 bulan saja. Tetapi ayam kampung yang akan dikonsumsi dagingnya harus dipelihara hingga umur 8 – 12 bulan.

Budidaya ayam kampung dengan sistem semi intensif dapat menghasilkan ayam yang berat badannya lebih besar dari sistem umbaran. Pemeliharaan dan pakan yang baik pun akan membuat kita mampu memanen lebih banyak telur.

Tapi, apakah cara ini sudah cukup ekonomis menurut anda? Ataukah ada ternak lain yang mampu memberikan keuntungan lebih besar? Memang hal ini perlu kita pertimbangkan sebelum memulai usaha ternak ayam kampung yang lebih serius.

Kebutuhan Pakan Pada Ternak Ayam Kampung Dan Ternak Entok

kebutuhan pakan pada ternak ayam kampung dan ternak entok

via vethelplineindia.co.in

Salah satu jenis ternak yang banyak dibandingkan dengan ayam kampung adalah entok atau mentok atau disebut juga itik serati. Ternak entok biasanya dilakukan dengan tujuan memperoleh daging ataupun telurnya.

Untuk urusan pakan, entok termasuk unggas yang sangat rakus. Induk entok bahkan bisa menghabiskan 0,5 kg dedak dalam sekali makan. Wah, kalau dilihat sisi ekonomisnya, entok ini jelas kurang ekonomis jika dibandingkan ayam kampung.

Ayam kampung sendiri dapat mengkonsumsi pakan alami, pakan pabrikan maupun pakan tambahan yang bisa kita buat sendiri. Memangnya ada pakan buatan pabrik untuk ayam kampung? Sebenarnya, pabrik yang membuat pakan untuk ayam kampung tidak banyak.

Karena itu, kita bisa memberikan pakan ayam buras lainnya seperti ayam arab atau ayam pocin. Pakan ayam broilerpun bisa diberikan, tapi jangan banyak-banyak. Terlalu mahal.

Untuk mengetahui lebih jelasnya, berikut ini adalah pakan yang bisa diberikan pada ayam kampung:

  1. Pakan Ayam Kampung Sebelum Masa Bertelur
  2. Pertama-tama kita bahas dulu pakan untuk ayam yang umurnya 0–2 bulan. Untuk anak-anak ayam ini beri pakan untuk ayam broiler. Kalau sudah berumur 2–4 bulan, pakan broiler bisa dicampur dengan dedak serta jagung. Lebih dari 4 bulan, pakannya bisa berupa campuran layer dengan dedak maupun jagung. Perbandingannya adalah 1:2.

    Hijauan juga sudah bisa diberikan sebanyak 20% kebutuhan pakan. Ayam kampung pada umur ini perlu pakan sebanyak 7-8 gr/hari dengan frekuensi makan 2 hingga 3 kali dalam sehari.

  3. Pakan Ayam Kampung yang Masuk Masa Bertelur
  4. Bagaimana dengan ayam kampung yang sudah memasuki periode bertelur? Ayam kampung yang umurnya 6 bulan atau lebih akan memasuki masa bertelur. Nah, untuk ayam-ayam ini berikan pakan yang merupakan campuran antara layer dengan dedak dalam perbandingan 1:1.

    Hijauan pun perlu diberikan dengan jumlah 25% dari total pakan. 85 gr/hari menjadi jumlah pakan yang harus anda berikan dalam 2 atau 3 kali waktu makan. Ingat, ayam kampung perlu pakan yang kandungan proteinnya 12% dan mampu memberikan kalori sebanyak 2500 kkal per gram.

  5. Pakan Tambahan
  6. Kalau anda ingin pakan ayam kampung lebih ekonomis, maka anda bisa memberikan pakan tambahan yang bisa anda buat sendiri. Pakan alternatif ini bisa dibuat dengan cara mencincang 1 kg tangkai, daun atau umbi talas hingga kecil-kecil.

    Campur dengan beras sebanyak 0,5 kg dan dedak dalam jumlah yang sama. Kemudian tambahkan tepung tulang sebanyak 1 sendok makan. Tepung tulang ini juga bisa diganti dengan cangkang keong yang ditumbuk halus. Setelah semua bahan tercampur rata, lalu kukus hingga matang.

Selain beberapa jenis pakan untuk ternak ayam kampung yang telah dijelaskan di atas, sisa-sisa makanan dari rumah tangga maupun restoran juga bisa diberikan pada ayam kampung.

Sisa nasi yang biasanya kita buang, sebaiknya dikeringkan dan dikumpulkan. Ketika akan memberikan makan pada ayam, nasi kering tersebut tinggal direbus lagi untuk kemudian diberikan pada ayam. Selain itu, ayam kampung juga doyan makan ampas tahu ataupun sisa produksi pangan lainnya.

Keuntungan Ternak Lele dan Ayam Kampung Dengan Sistem Terpadu

keuntungan ternak lele dan ayam kampung dengan sistem terpadu

via jokosadmito.blogspot.com

Ada satu lagi cara untuk memperoleh lebih banyak keuntungan dari ternak ayam kampung. Yaitu sistem budidaya terpadu antara ternak ayam dan ternak lele. Jadi, pada sistem terpadu ini kita akan membangun kandang ayam yang letaknya berada di atas kolam ikan.

Alhasil, kita akan memanen dua jenis ternak. Sistem terpadu ini populer dengan istilah longyam yang merupakan singkatan balong hayam dalam bahasa Sunda, yang artinya kolam ayam.

Dengan sistem seperti ini ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh yaitu:

  1. Pemanfaatan Kotoran Ayam
  2. Bisa dibayangkan aroma kotoran ayam yang ada di dalam kandang. Aroma tersebut akan sangat berkurang jika kita memanfaatkan sistem terpadu ternak ayam dan lele. Kenapa? Karena kotoran ayam akan langsung jatuh ke dalam kolam.

    Nah, kotoran tersebut dapat langsung dimakan oleh lele ataupun menjadi sumber plankton yang baik untuk pertumbuhan ikan. Walaupun kotoran itu tidak termakan oleh lele, tetapi dapat menjadi pupuk alami yang dapat menyuburkan kolam. Berdasarkan perhitungan, kotoran ayam ini mampu mengurangi kebutuhan pakan lele hingga 75%.

  3. Pemanfaatan Pakan Ayam yang Terbuang
  4. Selain kotoran ayam, sisa pakan ayam yang terbuang juga sangat berguna bagi lele. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pakan ayam mengandung protein hingga 12%. Kandungan protein ini sangat dibutuhkan lele dalam pertumbuhannya.

    Jadi, pakan yang tidak dimakan ayam masih dapat bermanfaat karena akan jatuh ke kolam dan dimakan lele. Dengan begitu, pemberian pakan untuk lele pun bisa dikurangi. Dan sebaliknya, pemborosan pakan ayam yang terbuang juga bisa ditekan hingga mencapai 50%. Coba hitunglah, berapa banyak penghematan yang bisa kita lakukan.

  5. Menurunkan Suhu Lingkungan
  6. Apakah hanya lele saja yang bisa mendapatkan keuntungan dari sistem terpadu ini? anda jangan khawatir, ayam yang kita pelihara pun juga akan sangat diuntungkan dengan sistem ini. Keberadaan kolam di atas kandang ayam akan membantu menurunkan suhu lingkungan.

    Dengan begitu ayam akan merasa lebih nyaman dan dapat berkembangbiak dengan lebih baik. Kandang ayam pun ternyata dapat menjadi naungan bagi ikan-ikan lele yang tersengat cahaya matahari. Hasilnya, ayam maupun lele tidak kepanasan lagi.

Apakah sistem terpadu ternak lele dan ayam ini memang benar-benar ekonomis? Jika anda masih ragu, maka perlu diketahui bahwa sistem ini tidak hanya mampu menghemat pengeluaran untuk pembelian pakan lele. Tetapi masa panen lele pun dapat dipercepat menjadi hanya 70 hari.

Bahkan, ikan lele yang rusak dan tidak dapat dijual juga bisa dimanfaatkan sebagai pakan tambahan untuk ayam. Jadi, penghematan dan pendapatan kita akan menjadi lebih besar.

Manfaat Telur Hasil Ternak Ayam Kampung dan Ternak Bebek

manfaat telur hasil ternak ayam kampung dan ternak bebek

via rosiesgardenmarket.com

Bagi anda yang tertarik untuk membudidayakan unggas penghasil telur selain ayam ras, maka anda bisa memilih melakukan ternak ayam kampung ataukah ternak bebek. Telur bebek tentu berbeda dengan telur ayam kampung.

Telur bebek banyak diolah sebagai telur asin. Ada juga yang menggunakan telur ini dalam pembuatan martabak telur. Sedangkan telur ayam kampung banyak dikonsumsi untuk diambil manfaatnya bagi kesehatan tubuh. Karena itu, pangsa pasar telur ayam kampung tentu berbeda dengan telur bebek.

Kita semua sudah tahu kalau sejak dulu masyarakat sangat meyakini manfaat telur ayam kampung bagi kesehatan. Karena itu, banyak yang mengkonsumsi telur ini dalam kondisi masih mentah agar zat gizinya tidak rusak akibat proses pemasakan.

Telur ayam kampung memang mengandung banyak protein, vitamin dan berbagai mineral. Omega 3 yang sangat baik bagi kecerdasan dan kesehatan otak maupun tubuh juga terkandung dalam telur ini.

Untuk lebih lengkapnya, kita simak berbagai manfaat telur ayam kampung berikut ini:

  1. Mencegah dan Menyembuhkan Penyakit-penyakit Berbahaya
  2. Tahukah anda kalau telur ayam kampung mentah ternyata mampu mencegah dan menyembuhkan berbagai penyakit? Ya, sebut saja penyakit jantung, kanker dan gangguan paru-paru. Kemampuan ini ditunjang oleh kandungan antioksidannya yang sangat tinggi, hingga 2 x buah apel.

    Omega 3 yang banyak terkandung dalam telur ayam kampung sangat baik untuk kesehatan jantung. Ada juga zat anti kanker dalam kuning telur, yaitu tripofan serta tirosin. Bagi yang sudah lanjut usia, Mengkonsumsi telur ayam kampung sangat dianjurkan karena dapat mencegah katarak hingga kebutaan.

  3. Membantu Pembentukan Otot
  4. Nah, ini dia yang sangat disukai pria dari khasiat ayam kampung. Sejak dulu telur ayam kampung memang sudah diyakini mampu membentuk otot dengan baik. Kandungan protein telur memang sangat tinggi sehingga menjadi nutrisi yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan otot.

    Selain itu, telur ayam kampung juga rendah lemak maupun kolesterol jahat. Karenanya banyak atlit binaraga yang mengkonsumsi telur ayam kampung matang, setengah matang bahkan mentah untuk sarapannya. Tidak hanya satu butir, tetapi bisa berbutir-butir.

  5. Meningkatkan Kecantikan Wanita
  6. Info berikutnya akan sangat menggembirakan kaum wanita. Bagaimana tidak, telur ayam kampung ternyata sangat baik untuk kecantikan. Putih telurnya mampu mengangkat sel-sel kulit mati dan membuat wajah cerah, segar dan tidak lagi kering jika digunakan sebagai masker.

    Jerawat dan komedo pun bisa lenyap seketika dengan masker ini. Karotenoid dalam telur yang kita konsumsi ternyata akan membuat mata menjadi sehat dan cantik. Belum cukup? Kalau begitu gunakan telur mentah sebagai masker rambut. Dijamin, rambut akan menjadi lebih lembab dan berkilau.

  7. Meningkatkan Kesehatan Pria
  8. Hhmm sepertinya kaum pria juga ingin mendapatkan manfaat yang lebih banyak dari telur ayam kampung. Baiklah, kalau begitu konsumsilah telur ayam kampung terutama yang masih mentah. Mineral selenium yang terdapat dalam telur ini terbukti sangat baik untuk pembentukan sperma yang berkualitas.

    Selain itu, karbohidrat, protein serta zat besi yang terkandung didalam telur ayam kampung juga mampu menghasilkan banyak energi tambahan yang sangat dibutuhkan pria.

Luar biasa sekali manfaat telur ayam kampung ini, kan? Karena itu, telur ini banyak dicari konsumen dari berbagai lapisan masyarakat. Permintaannya pun tidak pernah turun, bahkan selalu meningkat.

Anda akan memperoleh banyak keuntungan dari beternak ayam kampung yang memberikan hasil sampingan berupa telurnya. Apalagi jika anda mampu bekerjasama dengan warung yang menjual jamu ataupun STMJ. Penghasilan dari ternak ini dijamin akan semakin menguntungkan.

Analisa Bisnis Usaha Ternak Ayam Kampung Dibandingkan Dengan Ternak Belut

analisa usaha ternak ayam kampung dibandingkan dengan ternak belut

via youtube.com

Jika anda masih ragu akan keuntungan yang bisa diraih dari ternak ayam kampung, maka kini kita akan melihat bagaimana perhitungan matematika dari usaha ini. Tidak hanya melihat berapa modal dan keuntungan yang bisa diperoleh, tetapi kita juga akan membandingkannya dengan budidaya lain seperti ternak belut.

Mengapa ternak belut yang dijadikan perbandingan? Karena ternak ini juga banyak dilakukan sebagai usaha sampingan. Selain itu, waktu beternaknya pun relatif sama, yaitu 7 bulan untuk belut dan 8 bulan untuk ayam kampung.

Baiklah, sekarang kita akan melihat analisa usaha dari ayam kampung terlebih dahulu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kelompok Tani di Desa Tenjo Layah, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, diketahui bahwa total biaya yang diperlukan untuk membudidayakan 1 ekor ayam kampung adalah Rp. 18.000.

Biaya ini sudah termasuk pembelian pakan dan obat-obatan. Jika kita membudidayakan 500 ekor ayam, maka biaya tersebut akan menjadi Rp. 9.000.000.

Keuntungan bisa diperoleh sebagai hasil penjualan ayam, telur maupun DOC atau bibit ayam. Jika kita mengambil harga satu ekor ayam Rp. 35.000, maka dari 500 ekor kita bisa memperoleh pendapatan Rp. 17.500.000. Jadi, dari ayamnya saja kita bisa mendapatkan keuntungan Rp. 8.500.000.

Bagaimana dengan telur dan DOC-nya? Saat ini telur ayam kampung dihargai Rp. 1.000 per butir. Sedangkan DOC bisa mencapai Rp. 2.000 per ekor. Nah, anda bisa menghitung sendiri, berapa keuntungan yang diperoleh dari semua produk ayam kampung ini.

Bagaimana dengan analisa usaha ternak belut? Sekarang kita lihat, total biaya yang dikeluarkan untuk satu kali masa ternak belut adalah Rp. 3.668.300. Untuk penghasilannya, bisa diperoleh Rp. 10.000.000. Jadi keuntungan ternak ini adalah Rp. 6.331.700. Coba bandingkan dengan penghasilan ternak ayam kampung.

Jangan lupa, telur dan DOC ayam kampung juga laku dijual. Sedangkan belut, tidak ada hasil sampingannya. Kalau begitu, mana yang lebih menguntungkan, ternak entok, bebek, belut atau ternak ayam kampung?

Sharing is Caring

«

»


One Response to “Ternak Ayam Kampung Yang Ekonomis Dan Menguntungkan”

  1. HypeTech says:

    Dulu di kampung saya banyak sekali yang ternak ayam kampung juga, tapi makin kesini berkurang .

KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 BudidayaKitaContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service