BudidayaKita

Budidaya Hewan dan Tanaman

foto panduan cara ternak kelinci pedaging bagi pemula

via expertprepper.com

Panduan Lengkap Cara Ternak Kelinci Pedaging Bagi Pemula

September 20, 2016

Sedang bingung mencari usaha untuk mendapatkan penghasilan tambahan? Ternak kelinci pedaging saja. Mengapa? Ada 1001 alasannya. Jika ingin tahu, tarik kursi dan duduk dulu. Santai saja sambil membaca artikel ini.

Disini, akan dijelaskan jenis-jenis kelinci yang cocok untuk dijadikan pedaging. Ada juga tipe-tipe kandang yang umum digunakan untuk beternak kelinci. Cara budidaya, sudah pasti dijelaskan dengan gamblang.

Dan satu lagi, ada analisa usaha yang memberikan gambaran masalah pembiayaannya. Semuanya disajikan untuk pemula yang belum pernah mengenal ternak kelinci sebelumnya.

Tapi jangan terburu-buru. Kita harus benar-benar yakin bahwa usaha budidaya ini memang menjanjikan. Tujuannya agar kita punya cukup kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan nantinya. Caranya, kita harus tahu benar keunggulan beternak kelinci.

Menurut para pakar yang telah menggeluti budidaya berbagai macam ternak, budidaya kelinci potong dirasa cukup mudah. Makanannya yang berupa hijauan gampang didapatkan dan murah harganya.

Selain itu, kelinci merupakan hewan yang perkembangbiakannya cepat dan banyak. Budidayanya pun relatif cepat, hanya membutuhkan waktu 3 bulan untuk dapat dipanen.

Keuntungan lain dari beternak kelinci adalah kita bisa memulainya dari modal yang kecil. Dengan ketekunan, usaha ini dapat cepat menjadi besar karena didukung produktifitas kelinci yang sangat tinggi.

Selain itu, Perawatan kelinci juga tidak membutuhkan banyak tenaga kerja. Cukup pemilik seorang. Bahkan, bisa dilakukan sebagai usaha sambilan disela-sela kesibukan utama.

Selain dari dagingnya, keuntungan juga bisa diperoleh dengan menjual kotoran kelinci sebagai pupuk kandang, ataupun menjual bulunya. Anakan kelinci pun banyak yang mencari, hingga bisa kita jual untuk menambah penghasilan.

Jenis Kelinci Yang Bisa Dibesarkan Menjadi Pedaging

Jika telah yakin untuk melakukan ternak kelinci, maka kini saatnya mengenali jenis-jenis kelinci pedaging. Hal ini penting agar kita tidak salah memilih jenis kelinci, karena ada kelinci yang diternakkan sebagai kelinci hias saja. Kelinci hias ini umumnya memiliki tubuh yang berukuran kecil, bahkan mini. Sedangkan kelinci pedaging adalah kelinci yang ukuran tubuhnya besar.

Apakah Anda ingin mengetahui jenis-jenis kelinci pedaging? Jika ya, maka ada 5 jenis yang perlu Anda ketahui dengan baik ciri-cirinya. Ini dia:

  1. Kelinci American Chinchilla
  2. foto kelinci american chinchilla

    via pinterest.com

    Jenis kelinci pertama yang perlu kita kenal adalah American Chinchilla. Kelinci ini telah banyak dikembangbiakkan untuk diambil dagingnya ataupun bulunya. Sayang ya, padahal kelinci ini sangat lucu, sehingga dapat juga menjadi kelinci hias.

    Jika ingin tahu ciri-cirinya, maka warna abu-abu atau chinchilla adalah warna khasnya. Tubuh kelinci ini padat berisi. Ciri lain yang menjadi kekhasannya adalah bentuk punggungnya yang ramping serta melengkung mulai dari tengkuk hingga ke bagian (maaf) pantat.

  3. Kelinci Californian
  4. foto kelinci californian

    via grit.com

    Berikutnya, kita akan berkenalan dengan kelinci jenis Californian. Kelinci ini menjadi kelinci pedaging yang terbaik. Berat jantan dewasanya antara 3,6 hingga 4,5 kg. Sedangkan betina dewasanya bisa mencapai 4,3 hingga 4,7 kg.

    Kelinci ini merupakan hasil kawin silang antara Himalayan – Chinchillan dengan Kelinci New Zealand White. Hasilnya, kita bisa melihat kelinci dengan warna bulu yang putih, tetapi hidung, telinga, kaki dan ekornya berwarna abu-abu tua atau mungkin hitam. Punggungnya agak bulat, dengan bahu yang penuh berisi daging.

  5. Kelinci English Spot
  6. foto kelinci english spot

    via pinterest.com

    Sesuai dengan namanya, kelinci ini tentunya bukan berasal dari Indonesia, tetapi Inggris. Tubuhnya pun bertotol hitam, abu-abu, kehijauan atau coklat dengan warna dasar putih. English Spot memiliki badan yang besar dengan berat rata-rata kelinci dewasa 2,5 hingga 3,9 kg.

    Tidak hanya beratnya yang ideal untuk menjadi kelinci pedaging, produktifitasnya pun cukup tinggi. Kelinci ini dapat melahirkan 3 hingga 8 ekor anak dalam waktu 5,5 bulan hingga 3 tahun. Lumayan kan, jika tiap 6 bulan kelinci kita bisa melahirkan 8 ekor anak?

  7. Kelinci Rex
  8. foto kelinci rex

    via blueberryhillrabbitry.wordpress.com

    Mau tahu kelinci yang paling banyak dikembangkan di Indonesia? Kelinci Rex. Jenis kelinci ini memang paling banyak dipilih karena ketahanan tubuhnya yang paling sesuai dengan iklim Indonesia. Jadi, pada cuaca panas dan hujan basah pun kelinci ini tetap bisa bertahan hidup dengan baik.

    Jika mau tahu ciri-cirinya, maka bulunya yang lembut seperti beludru adalah ciri khasnya. Sedangkan masalah warna, ada Kelinci Rex yang memiliki warna hitam, putih ataupun coklat. Ada juga kelinci yang memiliki warna campuran dari ketiga warna tersebut.

  9. Kelinci Flemish Giant
  10. foto kelinci flemish giant

    via pinterest.com

    Dari namanya saja kita sudah menduga jika kelinci ini pasti berukuran raksasa. Memang, Flemish Giant merupakan kelinci berukuran jumbo yang umumnya memiliki berat lebih dari 5 kg. Tapi ada juga lho kelinci yang mencapai berat 22 kg.

    Karena itu, banyak peternak yang membudidayakannya untuk dikonsumsi dagingnya maupun diambil bulunya. Tidak hanya di Indonesia, tetapi diberbagai belahan dunia kelinci ini menjadi komoditas unggulan kelinci pedaging. Warnanya beragam, mulai dari hitam, abu-abu, putih, biru dan lain-lain.

Saat ini, berbagai perkawinan silang banyak dilakukan antar jenis kelinci. Hasilnya, ada kelinci yang memiliki ukuran semakin besar ada juga yang semakin kecil. Misalnya perkawinan antara American Chinchilla dengan Flemish Giant, menghasilkan Kelinci American dengan berat yang bisa melebihi 5 kg.

Perkawinan silang ini juga dilakukan untuk mendapatkan kelinci pedaging yang memiliki produktifitas tinggi. Sehingga dalam waktu singkat dapat dilahirkan lebih banyak anak. Jadi, jika Anda mau membeli anakan kelinci sebaiknya ditanyakan dengan jelas asal usulnya.

Berbagai Tipe Kandang Kelinci

foto tipe kandang kelinci

via bigearsanimalsanctuary.com

Jika Anda semakin tertarik untuk beternak kelinci, maka Anda juga perlu mengetahui berbagai tipe dari kandang kelinci. Setelah itu, Anda bisa memilih manakah tipe kandang yang paling sesuai dengan cara Anda melakukan budidaya. Secara umum, kita mengenal dua jenis kandang. Yaitu kandang dengan sistem terbuka dan sistem tertutup.

Kandang terbuka kebanyakan dipakai oleh para peternak tradisional, sedangkan yang tertutup banyak dipakai oleh peternak yang lebih intensif. Dua-duanya punya kelebihan dan juga kekurangan. Apa saja itu? Ini dia penjelasannya:

  1. Kandang kelinci dengan sistem terbuka
  2. Kita akan membahas kandang dengan sistem tertutup dulu, ya... Jika dilihat sekilas, kandang ini cukup sederhana. Hanya ada sebuah area tanah terbuka yang dibatasi pagar. Di dalam area tersebut disediakan tempat bagi kelinci untuk berteduh ataupun beristirahat. Kelinci akan berkeliaran di dalam area, dan juga mencari makan.

    Pagar yang digunakan seharusnya cukup tinggi, sekitar 0,5 – 1 m agar tidak ada kelinci yang meloncat keluar. Hati-hati juga dengan kelinci yang kabur dengan menggali lobang, sehingga pondasi harus dibuat cukup dalam.

    Lalu, apa keunggulan sistem terbuka ini? Salah satu keunggulannya, kita tidak harus mengikuti jadwal yang ketat dalam pemberian makan. Toh, kelinci dapat mencari makan sendiri di dalam area kandang. Biaya pembuatan kandang pun akan lebih murah.

    Tetapi, kandang seperti ini juga memiliki kelemahan. Pertama, lahan yang dimiliki harus cukup luas. Kedua, untuk kelinci potong, pertumbuhannya tidak dapat optimal karena kelinci banyak bergerak. Terakhir, proses perkawinan kelinci sulit untuk diarahkan. Mereka akan punya kebebasan lebih banyak untuk mencari pasangan sendiri.

  3. Kandang kelinci dengan sistem tertutup
  4. Untuk mengatasi berbagai kelemahan kandang dengan sistem terbuka, kita bisa melirik kandang dengan sistem tertutup. Kandang ini tentu berbeda dengan kandang terbuka, karena dibatasi dengan atap, lantai serta dinding. Kelinci akan berada dalam kandang sepanjang hari dan tidak berkeliaran.

    Bagaimana dengan keuntungan memilih kandang ini? Keuntungan yang pertama, lahannya lebih sempit. Bahkan kandang ini dapat dibuat bertingkat untuk menghemat lahan. Kedua, perkembangan kelinci akan lebih terkontrol dan pertumbuhan dagingnya lebih optimal. Tetapi, pembuatan kandang memerlukan biaya yang lebih mahal.

  5. Kandang tertutup tipe baterai
  6. Kandang sistem tertutup terbagi lagi menjadi kandang tipe baterai dan postal. Tipe baterai merupakan kandang yang bisa kita gunakan untuk pembesaran kelinci pedaging. Biasanya sih, ukurannya 60x40x40 cm. Tetapi ukuran ini juga sangat dipengaruhi jenis dan ukuran kelinci.

    Anda bisa membuat kandang tipe baterai bertingkat maupun bersusun menyerupai rak. Jangan lupa membuatkan sekat sebagai penampung kotoran ataupun air kencing. Bahan kandang bisa dari bambu maupun kawat. Pilihlah bahan yang mampu memberikan perlindungan dan suhu yang baik untuk pertumbuhan kelinci.

  7. Kandang tertutup tipe postal
  8. Jika tipe postal, adalah kandang tertutup yang digunakan untuk membesarkan anak-anak kelinci maupun untuk proses perkawinan. Anak-anak kelinci umumnya disapih setelah umurnya 8 minggu. Nah, sebelum penyapihan itu, anak-anak ini masih ditempatkan dalam kandang postal.

    Walaupun tertutup, kandang postal berbeda dari baterai. Ukurannya lebih luas dan tiap kandang bisa diisi beberapa ekor. Tetapi kandang ini juga jangan dibuat terlalu lapang, agar gerakan kelinci tidak terlalu banyak. Tripleks yang mampu menahan angin lebih baik digunakan sebagai material kandang daripada bambu.

Sudah terbayang tipe kandang yang akan digunakan untuk ternak kelinci? Jika sudah, ada info penting lainnya seputar kandang yang harus Anda tahu. Yaitu kondisi kandang yang baik untuk kelinci pedaging. Jadi, kandang harus memiliki suhu yang sejuk, yaitu sekitar 21 0C.

Hal ini diperlukan karena kelinci tidak tahan kondisi udara yang panas ataupun pengap. Sirkulasi udara pun harus lancar, dengan paparan sinar matahari yang cukup, sekitar 12 jam. Dengan begitu, kelinci akan senang dan mampu berkembangbiak dengan baik.

Ketika membuat kandang kelinci, upayakan mendesain kandang yang mudah untuk dibersihkan. Kelinci akan mudah sakit jika kandangnya kotor. Selain itu, kandang yang bersih, kering dan sejuk akan membuat kelinci nyaman sehingga dapat menghasilkan daging yang berkualitas.

Percaya atau tidak, kondisi kandang yang tidak nyaman akan membuat kelinci stress dan dagingnya pun alot. Selain itu, kelinci akan mudah sakit serta tidak mampu berkembang biak dengan baik. Memang, kelinci adalah binatang ternak yang agak manja.

Cara Melakukan Budidaya Kelinci

cara melakukan budidaya kelinci

via youtube.com

Kita baru saja mempelajari jenis kelinci pedaging dan tipe kandangnya. Jika sudah memahaminya, maka kini saatnya mempelajari bagaimana cara budidaya kelinci potong atau pedaging. Cara budidaya ini akan kita mulai dengan mempelajari cara yang baik untuk mengawinkan kelinci.

Kemampuan mengawinkan ini akan memberi banyak keuntungan karena kelinci sangat cepat berkembang biak dan jumlah anaknya pun banyak. Jika kita harus membeli semua anakan, maka biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih banyak. Jadi, cara budidaya kelinci tersebut adalah:

  1. Memilih Indukan
  2. Bermula dari memilih indukan yang baik, maka ternak kelinci yang Anda lakukan akan terjamin keberhasilannya. Ciri indukan kelinci potong yang baik adalah mempunyai catatan kesehatan baik dan berasal dari keturunan penghasil banyak anak. Umur kelinci yang siap kawin adalah 6 bulan hingga 1 tahun, tergantung jenis.

    Untuk indukan betina, beratnya jangan kurang dari 4 kg, sedangkan yang jantan minimal 3 kg. Lihat juga pinggulnya. Pilihlah yang bulat penuh. Matanya pun harus cerah, tidak lesu atau ngantuk. Bulunya juga terlihat bersih.

  3. Mengawinkan Kelinci
  4. Jika sudah mendapatkan indukan yang sesuai, maka kini saatnya mengawinkan kelinci. Kelinci yang siap kawin akan memiliki beberapa tanda berahi yang harus kita pahami. Tanda-tanda berahi pada kelinci betina adalah terlihat gelisah, dan selalu berusaha mencari pejantan.

    Kelinci ini juga akan sering menggosok-gosok dagunya ke benda-benda yang ada maupun kelinci lainnya. Perlu diamati juga vulva-nya, karena vulva kelinci yang berahi akan berwarna kemerahan serta basah. Masa berahi ini akan berlangsung selama 11 hingga 15 hari.

    Lalu, bagaimana cara mengawinkan kelinci? Cara mengawinkan kelinci bisa dilakukan secara berkelompok ataupun berpasangan. Jika cara berkelompok yang Anda pilih, maka Anda bisa memasukkan beberapa ekor betina dan pejantan ke dalam satu kandang postal.

    Satu ekor pejantan mampu mengawini 5 hingga 10 ekor betina. Sedangkan cara berpasangan bisa dilakukan antara satu pejantan dan satu betina dalam satu kandang. Anda harus mengamati apakah perkawinan berlangsung atau tidak. Jika tidak, artinya mereka tidak cocok dan pejantannya harus diganti.

  5. Memberi Pakan
  6. Memberi pakan pada kelinci sebenarnya perkara mudah. Kelinci terbiasa makan berbagai jenis daun dan sayuran yang bisa didapatkan dengan gratis ataupun membelinya dengan murah. Kelinci pun doyan memakan sayuran sisa dapur. Sayuran tersebut bisa berupa sawi, lobak, daun singkong, wortel, kol, kangkung, daun turi dan daun kacang.

    Kelinci juga suka dengan jagung ataupun kacang tanah. Rumput lapangan dan rumput gajah pun dilalapnya hingga ludes. Ingat, hijauan yang diberikan pada kelinci harus dilayukan dulu. Hal ini untuk mencegah kembung pada anak kelinci.

    Selain pakan hijauan, kelinci potong juga perlu mendapatkan konsentrat. Pelet buatan pabrik sangat diperlukan pada budidaya kelinci secara intensif. Kandungan nutrisi pelet ini biasanya lebih lengkap dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan kelinci. Semua pakan tersebut dibutuhkan kelinci dalam jumlah 4 – 5 % bobot tubuhnya.

    Sebaiknya, waktu pemberian pakan hijauan dan konsentrat dilakukan pada waktu yang berbeda. Misalnya, konsentrat kita berikan pada jam 10.00 pagi, lalu pada jam 13.00 hingga 18.00 kita beri pakan hijauan.

  7. Merawat Kelinci
  8. Kini, kita akan mempelajari cara pemeliharaan kelinci. Dalam pemeliharaan ini, faktor kebersihan sangatlah penting. Anda harus membersihkan kotoran maupun tempat makan setiap hari agar tidak menjadi sarang penyakit. Kandang juga tidak boleh lembab, karenanya perhatikan dengan baik terutama pada musim hujan.

    Amati juga kondisi masing-masing kelinci. Jika ada yang kelihatan lesu, nafsu makannya menurun atau matanya berubah sayu, segera lakukan karantina karena ada kemungkinan kelinci tersebut sakit. Agar penyakit tidak menyebar, kandangnya harus dibersihkan menggunakan kreolin.

Setelah susah payah memelihara kelinci, kini tiba saatnya panen. Waktu panen kelinci pedaging biasanya dilakukan saat usianya 3 bulan. Berat kelinci pada umur tersebut diharapkan sudah mencapai 2 – 3 kg.

Jangan menjual kelinci ketika umurnya sudah melebihi 4 bulan. Nilai ekonomisnya sudah berkurang karena pakan yang harus diberikan tidak lagi sebanding dengan harga jualnya. Jika Anda ingin menjual kelinci indukan, maka umur 10 – 12 bulan menjadi umur yang tepat untuk menjualnya.

Analisa Usaha Budidaya Kelinci

foto usaha budidaya kelinci

via prepperbroadcasting.com

Bagaimana, mudah kan cara beternak kelinci? Nah, jika Anda sudah memahaminya, kini giliran kita menghitung analisa usaha ternak tersebut. Analisa ini dibutuhkan sebagai perhitungan matematis dari modal ataupun biaya yang dibutuhkan, serta berapa pendapatan ataupun keuntungan yang bisa diraih.

Untuk perhitungan ini, kita lakukan perhitungan yang mudah saja ya, tidak usah yang njelimet. Yang penting kan kelihatan jumlah-jumlah uangnya. Dan yang lebih penting lagi, setelah melakukan perhitungan ini segera ambil action untuk beternak kelinci. Jangan ditunda-tunda lagi.

Baiklah, perhitungan kali ini adalah perhitungan usaha yang akan dilakukan selama setahun. Artinya, ada empat kali masa panen dan dua kali masa beranak. Jika tiap kali beranak kelinci melahirkan 5 ekor hidup, maka dalam waktu satu tahun tiap induk bisa menghasilkan 10 ekor anak.

Untuk memulai ternak ini, kita akan membeli 20 ekor indukan betina dan 3 ekor pejantan. Kemudian kita harus mempersiapkan biaya investasi berupa kandang kelinci dan perlengkapannya. Biasa investasi ini ditaksir berjumlah Rp. 1.000.000.

Sekarang, kita akan mulai menghitung biaya produksinya. Untuk membeli indukan yang rata-rata harga per ekornya Rp. 50.000, kita membutuhkan biaya Rp. 1.150.000. Walaupun pakan bisa didapatkan secara gratis, tapi kita juga harus siap jika kemungkinan pakan ini harus dibeli.

Tapi tenang saja, harganya tidak akan mahal kok. Untuk satu tahun, perkiraan kita hanya membutuhkan dana Rp. 1.000.000 saja. Sedangkan untuk pakan tambahan berupa pelet, sudah pasti harus kita beli. Biaya pelet selama setahun adalah Rp. 2.000.000.

Ada satu lagi biaya yang perlu dipersiapkan, yaitu pembelian obat. Kita siapkan saja uang Rp. 1.000.000 untuk pembelian obat selama setahu. Jadi, jika ditotal biaya produksinya mencapai Rp. 5.150.000. Lumayan juga, sih… Jika pendapatannya, bagaimana? Nah, untuk menghitung pendapatan ini, kita asumsikan harga tiap kilogram kelinci adalah Rp. 20.000. Dan tiap kelinci yang kita besarkan memiliki berat rata-rata 3 kg. Jadi, kita bisa mendapatkan penghasilan 20 x 10 x 3 x Rp. 20.000, yaitu Rp. 12.000.000.

Apakah penghasilannya hanya itu? Tidak juga. Karena kotoran kelinci dan bulunya bisa dijual untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Kotoran kelinci sebagai pupuk kandang bisa dijual dengan harga Rp. 240.000. Sedangkan bulu atau kulitnya bisa mendatangkan keuntungan Rp. 750.000.

Jadi jika ditotal penghasilan kita adalah Rp. 12.990.000. Setelah dikurangi biaya produksi, maka Rp. 7. 840.000 menjadi keuntungan bersih kita. Bagaimana, lumayan kan? Eit, jangan lupa kita masih memiliki 23 ekor indukan yang bisa dijadikan modal melakukan ternak di tahun kedua.

Jadi, apakah Anda sudah memutuskan untuk melakukan ternak kelinci sebagai sambilan atau usaha utama? Sebagai usaha sambilan, ternak kelinci akan memberikan tambahan penghasilan. Jika Anda berniat menjadikannya usaha utama dan menekuninya dengan serius, berbagai peluang pasti berdatangan.

Bagaimana tidak, jumlah peternak kelinci di Indonesia masih sangat sedikit, sedangkan permintaannya terus meningkat. Walaupun Anda hanya pemula, tapi yakinlah, kerja keras dan kemauan untuk terus belajar pasti akan membawa kita menuju sukses.

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 BudidayaKitaContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service