BudidayaKita

Budidaya Hewan dan Tanaman

metode ternak kacer lengkap dan cara menjinakkan kacer mudah

via pinterest.com

Metode Ternak Kacer Lengkap dan Cara Menjinakkan Kacer Mudah

October 13, 2016

Bagi pencinta burung kicau, ternak kacer tentu menjadi pilihan paling menarik dan menyenangkan. Kini pesona burung kacer sebagai burung kicauan memang sedang marak dipelihara di rumah.

Burung kacer biasa dijuluki sebagai magpie robn ini di Indonesia terdapat 2 jenis, diantaranya kacer poci dan kacer Jawa. Burung ini sebenarnya masih kerabat dekat dengan genus Copsychus. Perbedaan kedua burung ini memang terbilang mencolok terutama jika dilihat dari warna bulunya yang hitam dan putih.

Varietas antara kacer Jawa dengan nama latin Chopsycus sechellarum dan kacer poci dengan nama latin Chopsycus saulary yang mana merupakan varietas yang paling banyak dibudidayakan.

Kacer Jawa lebih dominan berwarna hitam pada bulunya mulai dari area dada hingga kloaka. Sedangkan untuk kacer poci sendiri bulunya berwarna hitam hingga hanya di bagian dada saja, sementara dekat kloaka kacer poci sendiri berwarna putih.

Macam-Macam Jenis Kacer

Untuk melihat perbedaannya secara detail, berikut ini beberapa jenis kacer yang perlu kita ketahui:

  1. Kacer Poci
  2. foto burung kacer poci

    via youtube.com

    Kacer poci ini sebenarnya hampir mirip seperti kacer jawa, yang membedakannya hanya pada tingkat persebarannya. Kacer poci sendiri umumnya sering dijumpai di area Kalimantan, Sumatera bahkan hingga Malaysia. Adapun ciri-ciri kacer poci itu sendiri diantaranya dibagian sayap, ekor dan dada warna bulunya berwarna putih.

    Kicauan kacer poci bisa dibilang tak kalah atraktifnya jika dibandingkan dengan burung kacer Jawa. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jenis kacer poci sebagai juara di arena lomba burung.

  3. Kacer Jawa
  4. foto burung kacer jawa

    via pinterest.com

    Magpie Robin atau kacer Jawa memiliki warna bulu hitam yang dominan. Ciri-ciri lainnya yaitu suaranya lantang, nyaring dan lincah serta mampu menirukan suara yang ada disekitarnya. Sementara dari penampilannya sendiri, jenis burung yang satu ini tergolong burung yang begitu atraktif dengan memiliki suara kicauan merdu.

    Jika anda berada di area yang beriklim panas, sangat ideal untuk melakukan ternak kacer Jawa. Sebab kacer Jawa ini lebih menyukai tempat panas. Penyebaran kacer Jawa diantaranya berada di daerah Jawa dan Kalimantan.

  5. Kacer Blorok
  6. foto kacer blorok

    via pinterest.com

    Jenis kacer blorok termasuk hasil perkawinan silang yang terjadi antara burung kacer hitam atau Jawa dengan burung kacer poci. Adapun penanaman kacer blorok sendiri didasarkan dari warna bulunya yang lebih cenderung hasil kombinasi warna putih dan hitam yang saling bertabrakan diantara semua bagian tubuh pada burung tersebut.

Bagi anda yang penasaran untuk melakukan budidaya kacer ini, sebaiknya kunjungi tempat atau sentra peternak kacer supaya bisa belajar langsung bagaimana cara budidaya kacer ini.

Cara Membedakan Jenis Kelamin Kacer Jantan dan Betina

cara membedakan jenis kacer jantan dan betina

via wansteadbirder.com

Kacer merupakan burung kicauan yang kini memang sedang popular bagi para pencinta burung gacoran di tanah air. Adapun faktor yang menjadikan burung kacer populer di kalangan masyarakat yaitu keunggulan dari suara kicauan burung yang merdu, bervariasi dan lantang.

Burung kicauan yang satu ini memiliki gacoran dengan ciri khas tersendiri yang jarang dijumpai untuk jenis burung yang lainnya. Adapun ciri khas tersebut bisa terlihat saat burung kacer berkicau yakni dengan mendongakkan kepalanya sembari bersuara lantang melantunkan irama merdu yang dimilikinya.

Adapun gaya khas dari burung kacer tersebut dijuluki oleh masyarakat kebanyakan sebagai istilah ngobra, yang mana dikarenakan perilakunya seperti menyerupai ular kobra saat berkicau.

Adapun burung kacer yang banyak dicari para peternak biasanya kacer berkelamin jantan. Pemilihan kacer berkelamin jantan ini dikarenakan jantan mempunyai berbagai keunggulan dibandingkan betina.

Ciri-cirinya yaitu suara atau gacoran kacer jantan lebih lantang. Lalu jika kacer jantan ini sudah pintar mengoceh, ia pun melantunkan irama yang bervariasi.

Disamping itu, ciri dari kacer jantan pun terdapat pada bagian bodinya yang tampak lebih gagah daripada betina. Sementara pada burung betina sendiri, suara kicauannya lebih monoton dan pelan.

Melalui fakta tersebut itulah wajar jika harga kacer pejantan dibanderol dengan kisaran harga tertinggi. Untuk anda yang ingin membudidayakan kacer sebagai burung kicauan di rumah, tentunya harus memilih jenis kelamin kacer jantan.

Akan tetapi, jika masih ragu membeli kacer yang satu ini karena masih bingung membedakan ciri-ciri jenis kelaminnya bisa membawa rekan atau teman yang sudah berpengalaman atau ahli dalam bidang perburungan terutama mengetahui ciri-ciri burung kacer jantan dan betina.

Sebagai garis besar, anda tak perlu bingung karena ada beberapa perbedaan yang tampak mencolok dari segi fisik kacer berkelamin jantan dan betina berikut ini!

  1. Perbedaan Bulunya
  2. Untuk mendapatkan anakan kacer jantan, yang pertama anda bisa memperhatikan warna bulu anakan kacer itu sendiri. Pada anakan kacer berkelamin jantan, biasanya warna bulu di bagian sayap dan punggungnya berwarna hitam legam atau gelap. Berbeda halnya pada anakan kacer berkelamin betina yang mempunyai warna bulu hitam tetapi agak keabu-abuan.

  3. Perbedaan Paruhnya
  4. Selain warna bulunya, kacer jantan dan betina juga bisa dibedakan berdasarkan paruhnya. Pada anakan kacer pejantan, paruh bagian bawahnya berwarna hitam dengan bentuk yang lebih tebal dan pendek. Sementara untuk anakan kacer yang betina, paruhnya berwarna abu-abu atau cenderung lebih putih.

  5. Perbedaan Gaya Berdirinya
  6. Perbedaan kacer betina dan jantan juga bisa dilihat berdasarkan gaya berdiri unggas yang satu ini. Gaya berdiri burung biasanya dinamakan sebagai karutanggan. Pada kacer anakan pejantan, ketika berdiri tampak lebih tegap dimana dadanya terlihat bidang juga ramping.

    Berbeda dengan anakan kacer berkelamin betina, dengan bentuk tubuhnya yang bulat jadi ketika berdiri tampak bulat atau gemuk. Selain itu, sebagian dari peternak kacer memahami jika kacer pejantan memiliki blackspot atau titik hitam di bagian lidahnya.

  7. Perbedaan Kepalanya
  8. Perbedaan antara kacer betina dan jantan juga bisa dilihat dari kepalanya. Dimana kacer trotolan pejantan mempunyai bentuk kepala rata dan persegi. Berbeda dengan kacer betina yang tampak agak bulat.

Sebenarnya agak sulit untuk menentukan kacer betina atau pejantan pada kacer anakan. Akan tetapi, dengan informasi dan wawasan perbedaan diatas, anda tentu mengetahui referensi dan bisa membedakan ciri fisik keduanya.

Kiat Budidaya Burung Kacer Agar Sukses

kiat budidaya burung kacer agar sukses

via kicauindah.com

Setelah mengetahui perbedaan antara burung kacer betina dan jantan, kini saatnya anda untuk mendapatkan informasi yang tepat bagaimana cara budidaya burung kacer yang tepat. Sebagai jenis burung petarung dimana kacer tergolong sulit dijinakkan, tentunya beternak kacer memerlukan keuletan dan kesabaran tersendiri dalam merawatnya.

Meskipun demikian, tak sedikit peternak yang ternyata sukses membudidayakan burung kacer ini. Ada beberapa tahapan proses yang perlu dilakukan saat beternak kacer, diantaranya:

  1. Persiapan kandang Ternak Kacer
  2. Mempersiapkan kandang burung kacer sebenarnya tergolong sangat fleksibel, yang mana kita dapat memilih metode kandang atau sangkar gantung maupun memakai kandang berukuran besar atau professional. Bila anda memilih memakai sangkar gantung sebagai kandang ternak kacer sebaiknya harus memperhatikan beberapa hal.

    Diantaranya kandang paling tidak berukuran sekitar 50x50x50cm, dan dapat terbuat dari bahan apapun. Kemudian burung dapat dijemur demi merangsang birahinya, serta pada sangkar paling tidak tersedia sarang untuk bertelur, bisa juga dengan menyediakan berbagai bahan yang diperlukan pada pembuatan sarang.

    Kelebihan memakai metode sangkar gantung itu sendiri yaitu lebih praktis, simple, tidak repot dan hemat tempat. Selain itu, hasilnya pun sebenarnya tak kalah bagusnya dengan menggunakan metode kandang sebab metode tersebut juga dapat memberikan keturunan sama unggulnya dengan metode dari penangkaran.

    Tak sedikit dari para peternak berpendapat bahwa kebanyakan dari anak kacer yang telah dikembangbiakkan memakai metode sangkar mempunyai hasil berkualitas dan jempolan tentunya.

  3. Metode kandang Penangkaran Kacer
  4. Untuk anda yang ingin memilih memakai kandang yang professional dengan metode kandang penangkaran kacer, maka ukuran menjadi begitu relatif tapi paling tidak jika anda hendak memberikan tempat leluasa, ada baiknya kandang memakai ukuran paling minimal sebesar 90x90x150 cm maupun lebih.

    Adapun kandang sendiri dibuat memakai dinding dari batako atau batu bata di bagian kanan dan kirinya tanpa menggunakan plester. Pada bagian depannya sendiri, dapat memberikan strimin atau kawat ram kemudian setidaknya sediakan 2 pintu bertujuan mengganti pakan atau membersihkan kandang.

    Selain itu, tidak lupa pula untuk menyediakan berbagai bahan yang hendak dimanfaatkan untuk proses pembuatan sarang pada induk burung, tetapi juga dapat menyediakan kandang atau sarang yang dapat dibeli di beberapa toko burung yang ada di kota anda.

    Disamping itu sediakan juga keramba dengan ukuran yang cukup besar untuk dijadikan tempat mandi. Tak hanya itu saja, sediakan pula batu berukuran kecil seperti kerikil berikut pasir-pasirnya, sebab induk betina biasanya gemar melakukan beberapa hal yang aneh.

    Bila anda hendak membuatkan kandang sendiri, maka anda dapat membuat kotak lebih dulu memakai papan atau triplek berukuran sekitar 15x15x15cm lalu ditutupi oleh rerumputan kering dengan kedalaman antara 8-12 cm.

  5. Pemilihan Induk
  6. Keberhasilan pada penangkaran kacer dapat disebabkan oleh beberapa faktor, entah itu dalam hal perawatan. Pemberian makan, maupun bentuk kandang. Ada satu faktor penting lagi yang mempengaruhi kesuksesan penangkaran burung ini, yaitu dengan memilih indukan kacer yang baik.

    Diana besarnya persentasi dalam memilih induk berkualitas akan menurunkan maupun menghasilkan anakan kacer berkualitas pula. Untuk itu, anda harus benar-benar selektif untuk memilih jenis indukan kacer terbaik.

    Pemilihan induk yang baik sebaiknya memilih induk jantan atau betina yang jinak, disamping induk jinak juga harus memilih kondisi kesehatan indukan kacer yang baik pula. Perhatikan pula kondisi psikologi maupun fisik burung kacer.

    Misalnya saja, jika burung kacer rajin bersuara atau gacor maka kemungkinan bahwa anaknya mempunyai gen yang serupa. Selain itu, usia burung kacer betina paling tidak 1 tahun serta untuk pejantan sendiri paling tidak berusia 1,5-2 tahun.

  7. Tahapan Penjodohan
  8. Untuk tahapan penjodohan ini diawali dari perkenalan burung kacer yang dapat dilakukan 1-2 minggu memakai 2 buah sangkar maupun kandang bersekat. anda bisa memasukkan induk berkelamin betina lebih dulu supaya terbiasa beradaptasi. Sesudah betina beradaptasi, maka selanjutnya bisa memasukkan burung kacer jantan dengan sangkarnya.

    Pastikan terlebih dulu untuk tidak dilepas. Tujuannya yaitu agar menghindari perkelahian yang justru dapat berakibat fatal. Ketika proses perjodohan ini berlangsung, bisa memberikan pakan kacer ekstra supaya kedua burung kacer tersebut lebih bergairah.

    Dengan pemberian pakan ekstra sesuai yang diperlukan tentunya bisa membuat kedua jenis burung kacer tersebut saling memerlukan antara satu dengan yang lainnya dan siap melakukan reproduksi. Disamping itu, memberikan makanan ekstra atau EF ini juga bisa meningkatkan kualitas dari telur ataupun anak yang dihasilkan.

  9. Perawatan dan Pemberian Pakan
  10. Lakukan perawatan yang tepat dengan selalu menjaga kebersihan kandang dengan rutin, setidaknya 2 kali seminggu. Sama halnya saat pemberian pakan kacer dan juga saat penggantian air, yang sebaiknya tak dilakukan begitu sering.

    Hal tersebut bertujuan agar kacer lebih berkonsentrasi terhadap perjodohan, selain itu juga supaya proses perkawinan pun dapat berlangsung. Sebaiknya hindari gangguan terlalu sering antara kedua jenis burung tersebut.

    Pemberian pakan tetap dilakukan secara rutin, anda bisa memberi pakan berupa pakan voer yang berkualitas serta tidak lupa pula untuk memberikan ekstra food atau EF berbentuk jangkrik sebanyak 5-10 ekor tiap hari.

  11. Anak Kacer
  12. Bila tahapan perjodohan pun telah berhasil, maka indukan betina dari burung kacer pun akan bertelur sekitar 2-3 butir dan akan dierami hingga selama 14 hari.

    Pada proses pengeraman tersebut, sebaiknya anda meminimalisir gangguan serta biarkan kacer betina berkonsentrasi. Akan tetapi, perlu diperhatikan jika induk kacer betina tak berhasil untuk menetaskan telurnya hal tersebut bisa saja terjadi karena kacer betina sedang stress.

    Bila ada pengalaman yang tak menyenangkan, misalnya seperti kacer yang merasa enggan untuk mengerami maupun membuang telurnya ada baiknya memakai metode inkubator.

    Sesudah menetas, maka anak burung kacer atau disebut sebagai piyikan dapat dirawat terus oleh sang induk. Biasanya, burung dapat diambil sesudah berusia sekitar 10 hari agar bisa diloloh memakai voer encer yang telah dicampurkan dengan air hangat.

  13. Tahap Meloloh Anakan
  14. Pada tahapan ternak kacer ketika meloloh piyikan ini memerlukan waktu setidaknya 3-4 minggu untuk indukan betina dalam memberikan makanannya untuk piyik sampai piyik bisa makan sendiri.

    Dalam tahap pelolohan inilah anda mesti rajin untuk menyediakan stok berupa jangkrik, belalang atau kroto pada kandang ternak burung kacer agar indukan pun tak kebingungan saat mencari makan untuk piyiknya.

  15. Tahap Menyapih Piyik
  16. Ketika piyik bisa makan sendiri, dan indukan kacer selalu mematuki piyik saat piyik mendekati indukannya, maka pada saat inilah indukan sebaiknya kembali bertelur serta piyik pun harus dipisahkan. Adapun tahap ini disebut juga sebagai proses menyapih piyik.

    Sesudah dipisahkan, anda bisa memberikan makanan untuk anak kacer tadi berupa jangkrik, belalang, kroto, atau voor. Sesudah dewasa dan burung kacer pun sudah mulai untuk berkicau berarti pert anda bahwa kacer tersebut telah siap dipanen.

  17. Memaster Kacer Kecil
  18. Untuk memaster burung kacer semenjak kecil bisa menjadi upaya yang baik untuk dilakukan sebagai investasi masa depan, sehingga saat kacer sudah dewasa maka kacer pun mampu untuk berkicau dengan handal, entah itu menirukan suara dari masteran burung ataupun ketika menampilkan variasi dan koleksi lagu dengan lebih banyak.

    Untuk burung kacer dewasa dengan kicauan yang handal tentunya dibanderol dengan harga jual yang sangat tinggi.

Cara Menjinakkan Kacer Dengan Mudah

cara menjinakkan kacer dengan mudah

via koleksiunik86.blogspot.com

Burung kacer bila terlalu giras atau atraktif umumnya berbunyi jika di sekitarnya dengan keadaan yang sepi, tetapi bila terdapat aktivitas manusia di lingkungan sekitarnya burung pun akan diam serta tak ingin berkicau. Kacer yang giras umumnya merupakan hasil dari tangkapan hutan.

Nah, untuk mengatasi kacer yang giras supaya menjadi lebih jinak, maka sebaiknya perlu dilakukan pelatihan lebih dulu melalui perawatan yang baik dan juga kesabaran para peternak kacer.

Ada banyak cara menjinakkan kacer yang giras yang seringkali dilakukan setiap pemelihara burung. Untuk anda yang masih bingung melakukan cara tersebut, ada beberapa trik yang bisa anda lakukan untuk menjinakkan kacer kesayangan anda berikut ini:

  1. Cara Menjinakkan Burung Kacer I
  2. Saat pagi hari, sebaiknya buka kerodong kandang sangkar burung kacer secara perlahan lalu ambil tempat pakan serta minumnya. Diamkan sangkar di atas tanah untuk beberapa menit supaya terbiasa dengan lalu lalang manusia, sesudah beberapa menit berlalu baru burung diangin-anginkan supaya tenang kembali.

    Kemudian beri makanan ekstra atau EF berupa jangkrik secara langsung dengan menggunakan tangan anda, ketika melakukan hal tersebut biasanya membutuhkan kesabaran sebab burung masih belum terbiasa untuk memakan langsung pakannya dari tangan sehingga perlu disiasati melalui cara menusukkan jangkrik menggunakan lidi.

    Ketika burung istirahat usahakan sangkar tidak disimpan di tempat yang gelap, sebab dapat mengembalikan memori kacer terhadap alam bebas di hutan. Simpan kacer di area yang terang namun suasananya cukup tenang.

  3. Cara Menjinakkan Burung Kacer II
  4. Cara kedua dengan memberikan air ludah atau air liur manusia pada burung kacer langsung, seperti halnya meloloh. Adapun cara tersebut dilakukan supaya burung kacer lebih cepat dan mudah mengenali pemiliknya, tetapi wajib diperhatikan pula sebelum pemberian air liur dari minuman atau makanan yang anda konsumsi tidak mengandung alkohol.

  5. Cara Menjinakkan Burung Kacer III
  6. Cara menjinakkan kacer ketiga yaitu dengan memandikan kacer memakai air perasan dari daun pare. Adapun untuk melakukannya perlu diperhatikan, dimana ketika memandikan burung kacer tersebut tidak sampai air dari perasan pare tersebut ikut terminum sang burung, atau lebih amannya dengan cara memandikannya melalui teknik disemprot atau dipegang.

Peluang Bisnis Usaha Budidaya Ternak Kacer

peluang bisnis budidaya ternak kacer

via pinterest.com

Hingga kini dengan banyaknya upaya perburuan burung kacer, bisa dibilang ternak burung kacer sendiri masih belum terlalu popular. Akan tetapi, dengan banyaknya perburuan yang dilakukan tersebut bisa diprediksi untuk satu maupun dua tahun yang akan datang burung kacer di hutan liar pun semakin langka.

Hal ini tentunya memberikan kesempatan kepada kita semua yang ingin membudidayakan burung kacer untuk dijadikan alternatif usaha ataupun untuk memperoleh burung kacer itu sendiri untuk dilombakan.

Apalagi mengingat harga dari indukan burung kacer sendiri tergolong masih murah sebab masih belum begitu popular. Pasalnya untuk 1 bakalan kacer sendiri dapat dihargai sekitar Rp. 300 ribu hingga RP. 400 ribuan sudah termasuk kandangnya.

Untuk itu, peluang usaha ternak burung kacer terbilang begitu menguntungkan mengingat jumlah dari pesaing atau competitor usaha masih sedikit. Akan tetapi kendalanya adalah memelihara kacer memang tak semudah ketika memelihara jenis burung yang lainnya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yang mungkin anda alami saat membudidayakan burung kacer ini, misalnya saja betina yang tak ingin kawin atau bertelur, telur kacer yang tak mau menetas, salah dalam memilih indukan dan lingkungan terlalu ramai.

Namun melalui pembahasan cara ternak kacer hingga tips menjinakkan kacer diatas tentunya bisa memberikan banyak pemahaman bagaimana mengendalikan atau merawat kacer dengan benar!

Sharing is Caring

«

»


KATEGORI

BACAAN TERKAIT

Copyright © 2018 BudidayaKitaContact / Privacy Policy / Copyright / IP Policy / Term of Service